Arenabetting – Liverpool membuka tahun 2026 dengan hasil yang bikin dahi berkerut. Bermain di Anfield, sang juara bertahan Premier League justru gagal mencetak gol dan harus puas berbagi angka dengan Leeds United. Laga yang digelar Jumat (2/1/2026) dini hari WIB itu berakhir tanpa gol, sekaligus meninggalkan banyak tanda tanya besar.
Bukan cuma soal hasil imbang, performa The Reds sepanjang pertandingan juga jadi sorotan utama. Dominasi penguasaan bola dan jumlah tembakan yang jauh lebih banyak ternyata tidak berbanding lurus dengan ancaman nyata ke gawang lawan.
Dominasi Semu Tanpa Taring
Secara statistik, Liverpool tampak superior. Mereka mencatatkan 19 percobaan tembakan, sementara Leeds hanya empat. Namun jika ditelisik lebih dalam, mayoritas peluang Liverpool berasal dari area yang kurang berbahaya. Serangan terlihat monoton dan mudah ditebak.
Absennya Mohamed Salah dan Alexander Isak memang berpengaruh besar, tapi masalahnya terasa lebih dari sekadar kehilangan pemain kunci. Pola serangan Liverpool terlihat kurang cair, minim variasi, dan sering mentok di sepertiga akhir lapangan.
Harga Mahal dari Permainan Aman
Perubahan pendekatan Arne Slot menuju permainan yang lebih konservatif mulai terasa efek sampingnya. Lini belakang memang tampak lebih rapi dan jarang panik, tapi kreativitas di lini depan justru menurun drastis.
Leeds yang tampil disiplin dengan blok rendah sukses meredam agresivitas Liverpool. The Reds kesulitan membongkar pertahanan rapat dan terlalu sering mengandalkan crossing tanpa tujuan jelas. Keseimbangan antara bertahan dan menyerang kini jadi PR besar bagi Slot.
Anfield Tak Lagi Angker?
Hasil imbang ini terbilang langka untuk Liverpool di kandang sendiri. Anfield yang biasanya identik dengan tekanan dan gol kini justru menjadi saksi malam yang hambar. Bahkan, terdengar suara ketidakpuasan dari tribun saat laga berakhir.
Dengan jadwal berat menanti, termasuk laga besar melawan Arsenal, hasil ini jelas bukan modal ideal. Jika performa seperti ini terus berlanjut, tekanan ke Slot bakal semakin besar.
Titik Terang di Tengah Kekecewaan
Di balik performa kolektif yang mengecewakan, beberapa pemain tetap mencuri perhatian. Ryan Gravenberch tampil solid di lini tengah dengan kontribusi besar dalam memutus serangan lawan. Sementara itu, Ibrahima Konate kembali menunjukkan kelasnya sebagai tembok kokoh di lini belakang.
Nama lain yang bikin publik Anfield bersorak adalah Rio Ngumoha. Wonderkid 17 tahun itu memberi energi baru lewat keberanian dan dribbling eksplosifnya di babak kedua.
Bursa Transfer Jadi Kunci
Laga ini sekaligus menegaskan satu hal: Liverpool butuh tambahan amunisi. Kedalaman skuad yang tipis, ditambah jadwal padat Januari, membuat belanja pemain jadi kebutuhan mendesak. Jika tidak segera bergerak, ambisi besar Liverpool musim ini bisa terancam sejak awal tahun.
