Arenabetting – Ada satu pola unik yang mulai kelihatan jelas dari AC Milan di Serie A musim ini. Rossoneri kerap tampil biasa saja, bahkan cenderung kurang greget di babak pertama. Namun begitu masuk babak kedua, terutama 15 menit awal, Rafael Leao dan kolega langsung berubah jadi tim yang super berbahaya.
Pola ini kembali terlihat saat Milan bertandang ke markas Cagliari pada giornata ke-18 Serie A, Sabtu (3/1/2026) dini hari WIB. Dalam laga tersebut, pasukan Massimiliano Allegri sukses membawa pulang tiga poin lewat kemenangan tipis 1-0 berkat gol Leao.
Babak Pertama: Dominasi Bola, Minim Ancaman
Menariknya, Milan sama sekali tidak mencatatkan tembakan tepat sasaran di sepanjang babak pertama. Permainan mereka terlihat kurang rapi, aliran bola sering terputus, dan beberapa umpan penting gagal menemui sasaran. Situasi ini membuat Cagliari justru beberapa kali mampu mengancam lebih dulu.
Kondisi tersebut jelas bukan skenario ideal. Milan memang menguasai bola, tetapi sulit menciptakan peluang bersih. Tekanan dari tuan rumah juga sempat membuat lini belakang Rossoneri harus bekerja ekstra sejak awal laga.
Awal Babak Kedua: Milan Langsung Menggila
Cerita berubah drastis selepas turun minum. Baru lima menit babak kedua berjalan, Milan langsung memecah kebuntuan. Gol Rafael Leao di menit ke-50 bukan hanya membawa keunggulan, tapi juga menjadi tembakan tepat sasaran pertama Milan di laga tersebut.
Fakta menariknya, ini bukan kejadian langka. Gol Leao ke gawang Cagliari tercatat sebagai gol ke-12 Milan musim ini yang lahir dari shots on target pertama mereka dalam sebuah pertandingan. Bahkan, delapan dari total 28 gol Milan di Serie A tercipta di 15 menit awal babak kedua.
Allegri Angkat Bicara soal Pola Ini
Massimiliano Allegri menyadari betul kebiasaan timnya yang baru “panas” setelah jeda. Ia menilai kondisi tersebut cukup berisiko karena lawan bisa saja unggul lebih dulu di babak pertama. Meski begitu, Allegri melihat peningkatan performa timnya seiring berjalannya laga.
Menurutnya, Milan memang sempat melakukan banyak kesalahan dan salah umpan sebelum turun minum. Namun di babak kedua, intensitas lawan menurun dan Milan mampu menaikkan level permainan. Bahkan, peluang untuk mencetak gol tambahan sebenarnya cukup terbuka, meski belum dimanfaatkan secara maksimal.
Puncak Klasemen Jadi Bonus Manis
Kemenangan atas Cagliari membawa AC Milan ke puncak klasemen sementara Serie A dengan koleksi 38 poin. Rossoneri kini unggul dua angka dari Inter Milan di posisi kedua. Jika pola “telat panas” ini bisa terus dikontrol, Milan jelas bakal jadi ancaman serius dalam perburuan Scudetto musim ini.


