Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Capello Puji Cara Xabi Alonso Tangani Vinicius yang Marah-Marah

Arenabetting – Drama kecil sempat mewarnai Real Madrid beberapa waktu lalu. Vinicius Jr terlihat kesal dan marah-marah saat harus ditarik keluar, tapi Xabi Alonso tetap tenang menangani situasi itu. Cara Alonso menghadapi Vini mendapat pujian dari legenda Los Blancos, Fabio Capello.

Musim Sulit Vinicius

Musim ini, Vinicius Jr belum benar-benar tampil tajam. Dari 25 laga di semua kompetisi, pemain asal Brasil itu baru mengemas lima gol. Meskipun begitu, sebagian besar tugas mencetak gol memang dibebankan pada Kylian Mbappe. Situasi itu membuat Vini harus menerima rotasi pemain, dan beberapa kali saat diganti, ia menunjukkan ekspresi frustrasi.

Alonso Tetap Profesional

Eks pelatih Fabio Capello menyoroti cara Xabi Alonso menangani momen ini. Menurut Capello, Alonso berhasil menjaga ketenangan dan menangani Vini tanpa membuat drama di depan publik atau stadion.

“Xabi Alonso sempurna saat menghadapinya. Di depan seluruh stadion dan seluruh penggemar, itu bukan tempat untuk menyelesaikan masalah yang ada,” ujar Capello, dikutip dari Tribuna.

Masalah Diselesaikan di Ruang Ganti

Capello menambahkan bahwa yang terpenting adalah penyelesaian masalah dilakukan di ruang ganti. Vinicius pun sudah meminta maaf atas reaksinya, dan hal ini menunjukkan pentingnya rasa hormat antar pemain di dalam tim.

“Mereka menyelesaikannya di ruang ganti, yang terpenting, Vinicius sudah meminta maaf. Harus ada rasa hormat di dalam tim,” jelas Capello.

Kepentingan Tim Lebih Penting

Capello menekankan bahwa meski Vinicius tidak suka diganti, kepentingan tim tetap di atas segalanya. Reaksi emosional pemain bisa dimaklumi, tapi profesionalisme dan harmoni tim adalah prioritas utama di Real Madrid.

“Vinicius tidak suka diganti, namun di atas segalanya adalah kepentingan tim,” tegas Capello, yang pernah menukangi Madrid pada 2007-2007.

Dengan cara Alonso menangani situasi ini, Real Madrid berhasil menjaga stabilitas di ruang ganti dan memastikan fokus tim tetap tertuju pada performa di lapangan, tanpa drama yang mengganggu jalannya musim.