Arenabetting – Vinicius Junior dikenal sebagai salah satu winger paling berbahaya di Eropa. Dalam empat musim terakhir, kontribusi golnya selalu stabil di kisaran dua puluhan, sebuah angka yang sangat impresif untuk pemain sayap. Namun, memasuki musim 2025/26, situasinya berubah cukup drastis. Gol yang biasanya rutin datang kini terasa lebih sulit ditemukan.
Kondisi ini tentu mengundang banyak pertanyaan, apalagi mengingat peran penting Vinicius dalam skema serangan timnya selama beberapa tahun terakhir.
Perubahan Peran dan Cara Main Lawan
Salah satu faktor yang dianggap memengaruhi penurunan jumlah gol Vinicius adalah perubahan peran di lapangan. Ia kini lebih sering ditugaskan untuk membuka ruang, menarik bek lawan, dan menjadi penghubung antar lini. Kontribusinya masih terasa, tapi tidak selalu tercermin dalam statistik gol.
Selain itu, lawan juga makin paham cara meredam pergerakan Vinicius. Ia hampir selalu mendapat penjagaan ganda, bahkan sejak bola belum sampai ke kakinya. Situasi seperti ini membuat ruang tembak jadi lebih sempit dan peluang mencetak gol otomatis berkurang.
Peluang Ada, Tapi Finishing Belum Maksimal
Di beberapa pertandingan, Vinicius sebenarnya masih mampu masuk ke posisi berbahaya. Namun, penyelesaian akhirnya sering kali kurang sempurna, entah karena terburu-buru atau karena posisi sudah terlalu tertekan oleh bek lawan. Hal ini bikin peluang emas yang biasanya jadi gol malah terbuang.
Kepercayaan diri juga bisa ikut berpengaruh. Saat seorang penyerang atau winger mulai jarang mencetak gol, biasanya ada beban mental yang ikut muncul. Meski masih aktif membantu tim, naluri mencetak gol yang biasanya tajam bisa sedikit terganggu.
Bukan Turun Kualitas, Tapi Lagi Lewat Fase Sulit
Banyak yang menilai bahwa penurunan gol ini bukan berarti kualitas Vinicius menurun. Justru, kontribusinya dalam membangun serangan masih sangat besar. Ia tetap jadi ancaman utama di sisi sayap dan sering memaksa lawan mengubah struktur bertahan mereka.
Musim panjang dan padat juga bisa memengaruhi performa. Faktor kelelahan, rotasi, hingga adaptasi dengan rekan setim baru bisa membuat ritme permainan sedikit terganggu.
Yang jelas, dengan usia yang masih muda dan pengalaman besar di level tertinggi, kecil kemungkinan Vinicius akan terus berada dalam fase seret gol terlalu lama. Jika momentum sudah kembali, bukan tidak mungkin ia bakal kembali mencetak gol demi gol seperti musim-musim sebelumnya.
Untuk sekarang, yang dibutuhkan hanyalah kesabaran dan dukungan, karena pemain sekelas Vinicius biasanya hanya butuh satu gol untuk kembali menemukan sentuhan terbaiknya.


