Arenabetting – Jean-Philippe Mateta lagi jadi bahan obrolan panas di bursa transfer. Penyerang andalan Crystal Palace itu disebut sudah menyampaikan niat untuk mencari tantangan baru. Di usia 28 tahun, Mateta merasa waktunya tepat untuk naik level setelah beberapa musim tampil konsisten di Premier League.
Performa Mateta memang bukan kaleng-kaleng. Dalam dua musim terakhir, dia rutin masuk daftar pencetak gol tim. Musim ini pun kontribusinya masih terasa, dengan delapan gol dari 22 laga liga. Catatan itu bikin namanya mulai ramai dibicarakan, apalagi Palace sedang kesulitan menjaga stabilitas tim.
Banyak Peminat, dari Inggris sampai Italia
Minat terhadap Mateta datang dari berbagai arah. Di Inggris, beberapa klub papan atas dikabarkan memasukkan namanya ke daftar incaran untuk menambah daya gedor. Selain itu, ketertarikan juga muncul dari Serie A, dengan Juventus jadi salah satu tim yang paling serius memantau situasi sang striker.
Masalahnya, langkah klub Italia itu belum mulus. Palace disebut mematok harga cukup tinggi, di kisaran 40 juta paun. Angka itu jadi penghalang utama karena belum semua peminat siap memenuhi permintaan tersebut, apalagi untuk pemain yang kontraknya tidak terlalu panjang.
Situasi ini bikin negosiasi berjalan alot. Di satu sisi, klub peminat ingin menekan harga. Di sisi lain, Palace tentu tak mau melepas striker utama mereka dengan nilai murah, apalagi setelah kehilangan beberapa pemain penting dalam waktu dekat.
Kontrak Menipis, Palace Mulai Dikejar Waktu
Kondisi kontrak Mateta jadi faktor krusial dalam cerita ini. Masa baktinya di Selhurst Park tinggal sekitar satu setengah tahun, dan kabarnya ia tak tertarik menandatangani perpanjangan. Dengan situasi seperti itu, Palace berada di posisi sulit.
Jika menunggu terlalu lama, nilai jual Mateta bisa turun drastis. Bahkan ada risiko dia pergi dengan harga jauh lebih murah atau bahkan gratis jika bertahan sampai kontraknya habis. Karena itu, manajemen Palace mau tak mau harus segera mengambil keputusan.
Tekanan makin terasa karena klub sebelumnya sudah ditinggal beberapa sosok penting. Perginya pemain kunci dalam dua jendela transfer terakhir membuat fans mulai khawatir dengan arah proyek tim. Jika Mateta ikut angkat kaki, lini depan Palace bakal kehilangan tumpuan utama.
Waktunya Ambil Tantangan Baru?
Dari sisi Mateta sendiri, keinginan pindah dianggap masuk akal. Di usia matang sebagai striker, dia tentu ingin merasakan atmosfer klub yang rutin bersaing di Eropa atau setidaknya punya target lebih tinggi di liga.
Kini bola ada di tangan Crystal Palace dan para peminat. Apakah mereka akan menemukan titik temu soal harga, atau justru Mateta harus menunggu sampai musim panas? Yang jelas, saga transfer ini masih bakal panjang dan jadi salah satu cerita menarik di bursa transfer mendatang.


