Arenabetting – Kylian Mbappe lagi panas-panasnya di Liga Champions musim ini. Penyerang Real Madrid tersebut sudah mengoleksi 11 gol, dan jaraknya tinggal enam gol lagi untuk menyamai rekor gol terbanyak dalam satu musim yang masih dipegang Cristiano Ronaldo. Catatan itu dibuat Ronaldo saat membela Madrid pada musim 2013/2014 dengan total 17 gol.
Dengan performa yang lagi on fire, peluang Mbappe untuk menyentuh, bahkan melewati, rekor tersebut jelas bukan sekadar mimpi.
Format Baru Bikin Peluang Makin Besar
Musim ini, Liga Champions hadir dengan format yang berbeda. Jumlah tim lebih banyak dan sistem fase liga menggantikan format grup seperti sebelumnya. Perubahan ini otomatis membuat jumlah pertandingan yang bisa dimainkan satu tim jadi lebih banyak.
Kalau dulu maksimal satu tim hanya bisa menjalani sekitar 13 laga sampai final, sekarang jumlahnya bisa mencapai 17 pertandingan. Belum lagi adanya babak playoff dua leg untuk tim yang finis di peringkat menengah klasemen fase liga. Artinya, penyerang punya lebih banyak kesempatan untuk menambah pundi-pundi gol.
Saat Ronaldo mencetak 17 gol dulu, kompetisi masih menggunakan format grup yang lebih singkat. Jadi, meski rekor itu tetap luar biasa, kondisi kompetisi saat ini memang lebih mendukung pemain untuk mencetak gol dalam jumlah besar.
Produktivitas Mbappe Lagi Ngeri
Yang bikin peluang Mbappe makin realistis adalah rasio golnya yang gila-gilaan. Dengan 11 gol dari jumlah pertandingan yang relatif sedikit, rata-rata golnya berada di kisaran hampir dua gol per laga. Kalau tren ini bisa dipertahankan hingga fase akhir turnamen, total golnya bisa melonjak jauh.
Secara hitung-hitungan, kalau Madrid melaju sampai final dan Mbappe tetap konsisten, jumlah golnya bahkan bisa menembus angka di atas 20. Secara teori, angka ekstrem seperti 30 gol pun mungkin terjadi, meski di lapangan tentu tidak semudah itu.
Namun, konsistensi Mbappe di laga besar memang sudah terbukti. Ia bukan tipe pemain yang menghilang saat tekanan meningkat, justru sering muncul di momen krusial.
Tantangan Berat Masih Menanti
Meski statistik terlihat menjanjikan, jalan Mbappe menuju rekor tidak akan mulus. Liga Champions selalu menghadirkan lawan-lawan berat di fase gugur, mulai dari tim dengan pertahanan rapat sampai klub yang punya lini belakang super disiplin.
Belum lagi faktor kebugaran, rotasi pemain, dan taktik lawan yang pasti fokus menghentikan pergerakan Mbappe. Jadi, meskipun peluang terbuka, tantangannya juga makin tinggi di tiap babak.
Sekarang, pertanyaannya tinggal satu: apakah Mbappe cuma akan menyamai catatan idolanya, atau justru bikin rekor baru yang lebih gila lagi? Dengan usia yang masih muda dan performa yang stabil, semua kemungkinan masih sangat terbuka di musim ini.


