Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Performa Man City Menurun, Guardiola Akui Timnya Lagi Tak Oke

Arenabetting – Manchester City lagi nggak dalam kondisi terbaik di musim ini. Hasil-hasil terbaru di Liga Inggris dan Liga Champions menunjukkan kalau performa The Citizens sedang jauh dari kata stabil. Bahkan, Pep Guardiola sendiri mengakui timnya sedang tampil di bawah standar.

Hasil Liga Inggris Jauh dari Harapan

Dalam lima pertandingan terakhir di Liga Inggris, Manchester City cuma bisa mengamankan satu kemenangan, yaitu saat menang tipis 2-1 atas Nottingham Forest. Selebihnya, mereka harus puas dengan tiga hasil imbang saat menghadapi Sunderland, Chelsea, dan Brighton. Situasi makin rumit setelah City kalah 0-2 dari rival sekota, Manchester United.

Rentetan hasil ini jelas bikin posisi City di klasemen jadi tidak ideal. Saat ini, mereka tertinggal sekitar tujuh poin dari Arsenal yang berada di puncak. Jarak tersebut tentu bukan sesuatu yang mudah dikejar, apalagi jika performa belum kunjung konsisten.

Padahal, dari sisi materi pemain, City termasuk yang paling aktif belanja. Tapi di lapangan, permainan mereka belum mencerminkan dominasi seperti musim-musim sebelumnya.

Masalah Juga Terlihat di Liga Champions

Bukan cuma di kompetisi domestik, masalah juga muncul di Liga Champions. City harus mengakui keunggulan Bodo/Glimt dengan skor 1-3, hasil yang cukup mengejutkan dan menambah daftar panjang laga tanpa kemenangan meyakinkan.

Kekalahan itu membuat posisi City di klasemen sementara fase liga belum aman. Mereka masih berada di luar zona nyaman dan harus bekerja ekstra keras di laga-laga berikutnya jika ingin melaju tanpa drama.

Guardiola menilai hasil di akhir tahun kemarin memang tidak mencerminkan standar City. Menurutnya, banyak detail kecil yang tidak berjalan sesuai rencana, mulai dari organisasi permainan sampai pengambilan keputusan di momen penting.

Transisi Lawan Jadi PR Besar

Salah satu masalah yang cukup menonjol adalah cara City kebobolan lewat serangan balik cepat. Pola ini terlihat jelas saat menghadapi Manchester United dan juga Bodo/Glimt. Lawan-lawan memanfaatkan ruang kosong saat City kehilangan bola dan langsung menusuk dengan tempo tinggi.

Guardiola tidak menampik hal tersebut, tapi ia juga menegaskan bahwa persoalan City tidak bisa disederhanakan hanya pada satu aspek. Menurutnya, ada banyak hal yang harus dibenahi, termasuk keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

Ia menekankan bahwa timnya tidak pernah menganggap remeh kompetisi mana pun. Justru karena itulah, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar performa bisa kembali ke jalur yang benar.

Fokus ke Laga Berikutnya

Dengan jadwal yang padat, City tidak punya banyak waktu untuk larut dalam hasil buruk. Mereka harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya, termasuk menghadapi Wolves di liga dan Galatasaray di Eropa.

Bagi Guardiola dan skuadnya, dua laga ini bisa jadi titik balik jika mampu dimaksimalkan. Tapi kalau masalah lama masih muncul, tekanan jelas bakal makin besar.

Sekarang, tantangan terbesar City adalah menemukan kembali ritme permainan dan kepercayaan diri. Tanpa itu, mengejar ketertinggalan di liga dan bertahan di jalur Liga Champions bakal jadi tugas yang semakin berat.