Arenabetting – Arsenal masih duduk di puncak klasemen Liga Inggris, tapi performa terbaru menunjukkan tanda-tanda yang patut diwaspadai. Kekalahan dari Manchester United menjadi cermin masalah lama yang belum tuntas, terutama di lini serang. Jika ingin benar-benar menjaga peluang juara, Meriam London wajib segera berbenah.
Kekalahan yang Membuka Masalah Lama
Menjamu Manchester United di Emirates Stadium pada Minggu malam, 25 Januari 2026, Arsenal sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Mereka sempat unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri Lisandro Martinez. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Arsenal justru tertinggal, sempat menyamakan skor lewat gol Mikel Merino, lalu akhirnya tumbang setelah Matheus Cunha mencetak gol penentu kemenangan tim tamu.
Hasil 2-3 ini terasa menyakitkan karena datang di momen penting. Bukan hanya kehilangan poin, Arsenal juga memperpanjang tren negatif dalam urusan produktivitas gol.
Tiga Laga, Satu Pencetak Gol
Dalam tiga pertandingan terakhir Liga Inggris, Arsenal gagal meraih kemenangan penuh. Mereka ditahan Liverpool, berbagi poin dengan Nottingham Forest, lalu kalah dari Manchester United. Yang lebih mengkhawatirkan, dari rangkaian laga tersebut, hanya Mikel Merino yang mampu mencatatkan namanya di papan skor.
Para penyerang Arsenal justru tampil tumpul. Situasi ini jelas bukan sinyal positif bagi tim yang sedang mengejar gelar juara, meskipun secara posisi klasemen mereka masih berada di atas.
Statistik Penyerang yang Mengkhawatirkan
Secara keseluruhan, Arsenal telah mencetak 42 gol di Liga Inggris musim ini. Angka tersebut masih kalah tajam dibandingkan rival terdekat mereka, Manchester City, yang sudah mengoleksi 47 gol. Masalahnya bukan hanya soal jumlah gol, tapi siapa yang mencetaknya.
Kontribusi para penyerang Arsenal terbilang minim. Leandro Trossard dan Viktor Gyokeres menjadi yang paling produktif, itu pun baru dengan lima gol. Bukayo Saka baru mencetak empat gol, sementara Gabriel Jesus dan Gabriel Martinelli masing-masing baru menyumbang satu gol.
Saka bahkan sudah melewati 13 pertandingan di semua kompetisi tanpa mencetak gol. Gyokeres tak kunjung mencetak gol dari permainan terbuka dalam 11 laga terakhir. Martinelli lebih lama lagi, yakni 13 pertandingan liga tanpa gol. Noni Madueke mencatatkan rekor paling suram dengan puasa gol di 25 laga Liga Inggris.
Terlalu Bergantung pada Situasi Non-Open Play
Fakta lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah Arsenal sudah 270 menit atau setara tiga pertandingan tanpa gol dari permainan terbuka. Sepanjang musim ini, hanya 36 gol yang lahir dari open play, hampir separuh dari total 74 gol di semua kompetisi.
Belum ada satu pun pemain Arsenal yang menembus dua digit gol musim ini. Top skor tim baru mengoleksi sembilan gol, angka yang terlalu rendah untuk kandidat juara.
Jika Arsenal ingin tetap serius dalam perburuan gelar, perbaikan di lini depan tak bisa ditunda lagi. Tanpa ketajaman yang konsisten, posisi puncak bisa dengan cepat berpindah tangan.


