Arenabetting – Perjalanan Franco Mastantuono di Real Madrid masih dalam tahap adaptasi. Datang pada musim panas lalu dengan label wonderkid, pemain 18 tahun itu memang belum benar-benar meledak. Potensinya terlihat, tapi konsistensinya masih dicari.
Sejauh ini, Mastantuono sudah tampil 23 kali di semua kompetisi dan mencetak tiga gol. Catatan yang tidak buruk untuk pemain muda, tapi ekspektasi di Madrid jelas berbeda. Di klub sebesar itu, talenta saja tidak cukup. Harus ada keberanian dan kepercayaan diri ekstra.
Saingan Ketat di Posisi Sayap
Di sektor sayap, Mastantuono tidak sendirian. Ia harus berbagi menit bermain dengan Brahim Diaz. Persaingan ini membuatnya tidak bisa santai. Setiap kesempatan bermain harus dimaksimalkan.
Di River Plate dulu, Mastantuono dikenal sebagai pemain yang berani ambil risiko. Ia tidak ragu menembak dari luar kotak penalti dan sering menusuk langsung ke pertahanan lawan. Namun di Madrid, gaya itu belum sepenuhnya terlihat.
Saran dari Legenda Argentina
Legenda Argentina, Mario Kempes, memberi pandangan menarik. Ia menilai Mastantuono seharusnya bermain seperti saat masih membela River Plate.
Menurut Kempes, Mastantuono perlu lebih berani melepas tembakan jarak jauh dan menghadapi bek lawan tanpa ragu. Ia juga mencontohkan sosok Lamine Yamal sebagai gambaran pemain muda yang tak takut kehilangan bola. Yamal disebut sering mencoba hal sulit, bahkan jika gagal pun ia tetap meminta bola kembali dan terus menyerang.
Kempes menilai pendekatan seperti itu yang perlu ditiru. Dalam pandangannya, Mastantuono mungkin harus bekerja lebih keras dan berkorban lebih banyak dibanding pemain bintang lain agar bisa benar-benar menancapkan pengaruhnya.
Dari River ke Madrid, Tantangan Berbeda
Mastantuono menembus tim utama River Plate pada 2023 dan langsung mencatatkan 64 penampilan dengan 10 gol. Statistik itu menunjukkan bahwa ia bukan sekadar prospek biasa.
Namun, panggung Madrid berbeda. Tekanan lebih besar, ekspektasi lebih tinggi, dan ruang untuk kesalahan jauh lebih sempit. Jika ingin sukses di Santiago Bernabeu, ia tidak bisa bermain setengah hati.
Waktunya Lebih Ganas
Dengan usia yang masih sangat muda, Mastantuono jelas punya waktu untuk berkembang. Tapi saran Kempes cukup jelas: jangan kehilangan identitas permainan.
Kalau ingin bersinar di Madrid, Mastantuono harus lebih gabor, lebih nekat, dan lebih percaya diri. Talentanya sudah ada. Sekarang tinggal keberanian untuk benar-benar menunjukkannya di level tertinggi.


