Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Marotta Sebut Milan Kandidat Kuat Scudetto, Inter Harus Siap Perang Jadwal Padat

Arenabetting – Persaingan Serie A musim ini makin panas, dan komentar terbaru dari CEO Inter Milan, Beppe Marotta, bikin bumbu kompetisi makin terasa. Ia menilai AC Milan sekarang justru punya peluang besar buat jadi juara liga. Alasannya simpel tapi masuk akal: Rossoneri cuma fokus di satu ajang.

Ucapan itu muncul setelah Inter memastikan tempat di semifinal Coppa Italia usai menang 2-1 atas Torino. Di laga tersebut, Inter tampil dengan banyak rotasi. Beberapa pemain muda diturunkan sejak awal, bahkan posisi penjaga gawang dipercayakan kepada Josef Martinez. Keputusan itu bukan tanpa sebab.

Inter Dikepung Jadwal Super Padat

Februari jadi bulan yang brutal buat Inter. Mereka harus melakoni tujuh pertandingan di berbagai kompetisi. Selain Serie A dan Coppa Italia, Nerazzurri juga harus menghadapi dua leg playoff Liga Champions melawan Bodo/Glimt. Belum lagi duel penting kontra Juventus yang bisa berdampak besar pada papan atas klasemen.

Situasi ini memaksa tim pelatih untuk pintar membagi tenaga. Rotasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Risiko cedera dan kelelahan mental jadi ancaman nyata kalau pemain dipaksa tampil terus-menerus.

Di sisi lain, AC Milan justru berada dalam posisi yang lebih “lega”. Tanpa jadwal Eropa dan kompetisi tambahan lain, fokus mereka tertuju penuh ke Serie A. Faktor ini yang dilihat Marotta sebagai keuntungan besar.

Milan Dianggap Punya Keunggulan Strategis

Marotta menilai bahwa sepak bola modern menuntut energi luar biasa, baik fisik maupun mental. Dalam kondisi seperti sekarang, tim yang hanya bermain di satu kompetisi dinilai punya peluang lebih stabil dalam menjaga performa.

Ia melihat bahwa bukan cuma Inter dan Milan yang bersaing, tapi semua tim papan atas punya ambisi yang sama. Namun, dengan beban pertandingan yang berbeda, Milan disebut berada di posisi yang lebih menguntungkan dalam perburuan Scudetto.

Meski begitu, Inter tidak mau menjadikan jadwal padat sebagai alasan. Marotta mengingatkan bahwa timnya sudah terbiasa menjalani musim dengan jumlah laga tinggi. Musim lalu, Inter bermain lebih dari 60 pertandingan dan tetap mampu bersaing di berbagai ajang hingga akhir.

Inter Diminta Tetap Tangguh

Marotta menegaskan bahwa Inter harus tetap berjuang di tengah tekanan fisik dan mental akibat kalender yang padat. Menurutnya, menyerah bukan pilihan, apalagi dengan posisi tim yang masih memimpin klasemen.

Komentar ini seolah jadi sinyal bahwa perburuan Scudetto musim ini bukan cuma soal kualitas tim, tapi juga soal daya tahan. Di titik inilah Milan dan Inter akan diuji dengan cara yang berbeda.