Arenabetting – Juventus harus angkat koper dari Coppa Italia setelah kalah telak dari Atalanta. Pertandingan perempatfinal yang digelar di Gewiss Stadium itu berakhir dengan skor 3-0 untuk tuan rumah. Meski ada momen penalti yang memicu perdebatan, kubu Bianconeri memilih untuk tidak menjadikannya alasan utama kekalahan.
Atalanta membuka keunggulan lewat titik putih di pertengahan babak pertama. Keputusan penalti muncul setelah wasit menilai ada handball dari bek Juventus di dalam kotak terlarang. Situasi itu langsung mengubah arah pertandingan karena gol pertama memberi dorongan besar bagi tim tuan rumah.
Penalti yang Bikin Perdebatan
Insiden bermula dari umpan silang pemain Atalanta yang mengenai tangan bek Juventus di area penalti. Awalnya situasi terlihat biasa saja dan tidak ada protes besar dari pemain lawan. Namun tayangan ulang dari VAR menangkap potensi pelanggaran, sehingga wasit dipanggil untuk melakukan peninjauan di tepi lapangan.
Setelah melihat ulang kejadian tersebut, keputusan akhir tetap menunjuk titik putih. Gol pun tercipta dan membuat Juventus tertinggal lebih dulu. Momen itu jelas berdampak secara psikologis karena terjadi saat pertandingan masih relatif seimbang.
Bek Juventus yang terlibat dalam insiden itu memahami bahwa keputusan tersebut sulit diterima dari sudut pandang pemain bertahan. Namun ia juga menyadari bahwa menurut interpretasi aturan yang berlaku, wasit punya dasar untuk memberi penalti. Ia merasa timnya harus menerima situasi tersebut walau mengakui momen itu sangat memengaruhi jalannya laga.
Fokus ke Performa Sendiri
Meski keputusan wasit jadi bahan pembicaraan, kubu Juventus tidak ingin terjebak menyalahkan faktor eksternal. Sang pelatih memilih menyoroti performa timnya secara keseluruhan ketimbang memperpanjang diskusi soal penalti.
Menurutnya, tugas utama staf pelatih adalah membantu para pemain memahami apa yang benar-benar terjadi di lapangan dari sisi permainan, bukan sekadar melihat hasil akhir atau kontroversi keputusan wasit. Ia menilai masih ada cukup waktu setelah gol pertama untuk mencoba bangkit, tetapi tim gagal memanfaatkan peluang tersebut.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Juventus ingin melakukan evaluasi menyeluruh. Kekalahan besar tidak semata disebabkan satu keputusan, melainkan juga karena kurangnya efektivitas dan ketajaman sepanjang pertandingan.
Jalan Terjal Juventus
Tersingkir dari Coppa Italia tentu jadi pukulan bagi ambisi Juventus musim ini. Namun dengan jadwal kompetisi lain yang masih berjalan, mereka dituntut segera bangkit. Fokus kini beralih ke perbaikan performa dan konsistensi agar kegagalan ini tidak berlarut-larut.
Alih-alih larut dalam kontroversi, Juventus memilih melihat ke depan. Sikap tersebut bisa jadi modal penting untuk menata ulang mental tim dalam menghadapi sisa musim yang masih panjang.


