Arenabetting – Masa depan Thomas Frank bersama Tottenham Hotspur tengah menjadi bahan perbincangan hangat. Penurunan performa tim dalam beberapa pekan terakhir membuat posisi pelatih asal Denmark tersebut dipertanyakan, terutama oleh para pendukung klub London Utara itu.
Tekanan semakin terasa setelah Spurs kembali menelan kekalahan dalam lanjutan Premier League. Pada pekan ke-26, Tottenham harus mengakui keunggulan Newcastle United dengan skor 1-2 di kandang sendiri, hasil yang memperpanjang tren negatif mereka sepanjang tahun 2026.
Tren Buruk Tottenham Bikin Waswas
Sejak pergantian kalender ke tahun baru, Tottenham disebut belum mampu meraih kemenangan dalam delapan pertandingan liga berturut-turut. Rangkaian hasil tersebut terdiri dari empat kali imbang dan empat kekalahan, sehingga tim hanya mengumpulkan empat poin dari total laga yang dijalani.
Rentetan hasil buruk itu berdampak langsung pada posisi klasemen. Spurs kini terpuruk di peringkat ke-16 dengan koleksi 29 poin, hanya terpaut lima angka dari zona degradasi. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar, mengingat Tottenham sebelumnya dikenal sebagai tim papan atas.
Fans Mulai Kehilangan Kesabaran
Performa yang menurun membuat Frank menjadi sasaran kritik. Sejumlah suporter dilaporkan menyuarakan ketidakpuasan secara terbuka, bahkan ada yang meminta manajemen segera melakukan pergantian pelatih demi menyelamatkan musim.
Meski demikian, Frank dikabarkan menanggapi tekanan tersebut dengan santai. Ia menyiratkan keyakinan bahwa klub masih menaruh kepercayaan kepadanya, sekaligus menegaskan bahwa situasi sulit tidak bisa dibebankan hanya pada satu pihak.
Frank Tetap Percaya Proses
Dalam komentarnya, Frank disebut merasa optimistis tetap memimpin tim. Ia mengisyaratkan bahwa performa tim merupakan tanggung jawab bersama, mencakup pemain, staf, manajemen, hingga kepemilikan klub.
Frank juga menilai bahwa semua pihak di klub memahami kondisi yang sedang dihadapi Tottenham. Fokus utama disebut berada pada evaluasi internal dan upaya perbaikan, dengan kerja keras sebagai kunci untuk kembali ke jalur positif.
Tantangan Berat Menuju Akhir Musim
Frank ditunjuk sebagai manajer Tottenham pada musim panas 2025, menggantikan Ange Postecoglou. Ia masih memiliki kontrak jangka panjang hingga 2028, yang secara teori memberi ruang bagi proyek jangka menengah untuk berkembang.
Namun, sepak bola modern dikenal penuh tekanan dan hasil instan sering menjadi penentu nasib pelatih. Jika tren negatif berlanjut, bukan tidak mungkin situasi akan berubah drastis, terlepas dari kontrak yang masih panjang.
Meski berada dalam situasi sulit, Frank tetap memancarkan keyakinan bahwa Tottenham mampu bangkit. Dengan kualitas skuad yang dimiliki serta pengalaman pelatih, Spurs masih memiliki peluang memperbaiki posisi di klasemen.
Kini, sorotan tertuju pada laga-laga berikutnya yang akan menjadi penentu arah musim Tottenham. Apakah Frank mampu membalikkan keadaan dan membungkam kritik, atau justru tekanan akan semakin besar? Jawabannya akan terungkap seiring perjalanan kompetisi.


