Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Ange Postecoglou Kritik Tottenham: Fasilitas Mewah, Mental Juara Dipertanyakan

Arenabetting – Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, menjadi sorotan setelah melontarkan kritik tajam terhadap eks klubnya. Dalam sebuah podcast sepak bola populer, ia disebut mengungkapkan pandangannya secara terbuka mengenai kondisi internal Spurs, terutama soal ambisi klub dan kebijakan transfer.

Podcast tersebut juga menghadirkan sejumlah legenda Premier League seperti Gary Neville, Jamie Carragher, Roy Keane, dan Ian Wright. Momen wawancara ini terasa makin panas karena terjadi tak lama setelah klub memecat pelatih sebelumnya, Thomas Frank.

Pengalaman Ange Bersama Spurs

Postecoglou pernah menukangi Tottenham dalam periode 2023 hingga 2025. Selama masa kepemimpinannya, ia berhasil mengakhiri puasa trofi panjang klub dengan membawa Spurs menjuarai UEFA Europa League musim 2024/25.

Meski sukses mempersembahkan gelar, kariernya di London tetap berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Situasi tersebut membuat pelatih asal Australia itu kini merasa bebas mengungkapkan pandangan terkait dinamika klub, termasuk aspek yang menurutnya menjadi penghambat kemajuan Tottenham.

Fasilitas Modern tapi Ambisi Dipertanyakan

Dalam pernyataannya, Postecoglou disebut memuji fasilitas klub yang dinilai luar biasa, mulai dari stadion hingga pusat latihan. Namun, ia menilai kualitas infrastruktur tersebut tidak sejalan dengan kebijakan finansial, khususnya struktur gaji dan belanja pemain.

Ia disebut menilai Tottenham belum bisa disebut klub besar jika pengeluaran untuk skuad tidak mendukung ambisi bersaing di papan atas. Menurutnya, untuk naik level, klub seharusnya merekrut pemain yang sudah siap tampil di kompetisi elite, bukan hanya mengandalkan talenta muda.

Beberapa nama pemain yang sempat diincarnya antara lain Pedro Neto, Bryan Mbeumo, Antoine Semenyo, serta Marc Guehi. Namun, kebijakan transfer klub disebut tidak sepenuhnya sejalan dengan rencana tersebut.

Kritik terhadap Mentalitas Klub

Postecoglou juga menyoroti slogan Tottenham, “To Dare Is To Do”, yang menurutnya belum tercermin dalam tindakan nyata klub. Ia disebut menilai bahwa untuk meraih trofi, sebuah tim harus berani mengambil risiko, terutama dalam investasi pemain dan strategi jangka panjang.

Menurut pandangannya, Tottenham dinilai belum menunjukkan mentalitas kemenangan yang konsisten. Ia menilai bahwa jika klub ingin dianggap sebagai tim besar, maka keberanian dalam mengambil keputusan penting harus terlihat dalam kebijakan manajemen.

Masa Depan Tottenham Jadi Sorotan

Komentar tajam Postecoglou tentu memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola. Sebagian melihat kritik tersebut sebagai refleksi jujur dari pengalaman internal, sementara lainnya menilai itu sekadar perspektif pribadi mantan pelatih.

Terlepas dari kontroversi yang muncul, satu hal yang jelas adalah Tottenham masih menghadapi tantangan besar untuk kembali konsisten bersaing di papan atas. Kritik Postecoglou bisa menjadi bahan evaluasi, terutama jika klub ingin membangun identitas sebagai tim yang benar-benar kompetitif di level tertinggi sepak bola Inggris.