Arenabetting – Kekalahan telak yang dialami Barcelona dari Atletico Madrid di leg pertama semifinal Copa del Rey benar-benar memicu reaksi cepat di internal tim. Tak lama setelah laga berakhir, suasana di klub langsung berubah serius dengan digelarnya diskusi mendadak yang melibatkan pelatih dan para pemain.
Pertandingan yang berlangsung di Wanda Metropolitano itu berakhir dengan skor 0-4, sebuah hasil yang dianggap memalukan sekaligus mengejutkan. Kekalahan tersebut bahkan membuat manajemen dan skuad merasa perlu melakukan evaluasi segera.
Diskusi Mendadak di Markas Latihan
Kurang dari 24 jam setelah pertandingan, skuad Barcelona berkumpul di markas latihan untuk membahas apa yang sebenarnya terjadi. Rapat tersebut dilaporkan tidak masuk agenda sebelumnya, tetapi dianggap penting karena besarnya dampak kekalahan.
Pelatih Hansi Flick disebut mempertanyakan sikap dan intensitas permainan tim, terutama saat kebobolan empat gol di babak pertama. Ia menilai ada penurunan fokus yang membuat lawan mampu memanfaatkan ruang dengan mudah.
Di sisi lain, para pemain juga menyampaikan pandangan mereka. Mereka merasa pendekatan taktik yang digunakan pada laga tersebut kurang efektif menghadapi karakter permainan Atletico.
Taktik Tekanan Tinggi Jadi Sorotan
Salah satu topik utama dalam diskusi adalah strategi garis pertahanan tinggi serta pressing agresif yang menjadi ciri permainan Barcelona di bawah Flick. Beberapa pemain menilai skema tersebut membuat tim terlalu terbuka, sehingga mudah diserang balik.
Masalah serupa sebelumnya juga muncul saat Barcelona kalah dari Sevilla di LaLiga serta ketika bermain imbang melawan Club Brugge di UEFA Champions League. Dalam dua pertandingan itu, lawan juga berhasil mengeksploitasi ruang di belakang lini pertahanan Barca.
Absennya Pemain Kunci Jadi Faktor
Para pemain Barcelona turut menilai absennya Pedri dan Raphinha akibat cedera hamstring memengaruhi jalannya pertandingan. Kedua pemain tersebut dianggap memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan permainan serta mendukung sistem pressing Flick.
Meski begitu, skuad tidak meminta pelatih meninggalkan filosofi bermain yang selama ini membawa sukses, termasuk tiga gelar domestik musim lalu. Mereka hanya berharap pendekatan yang lebih fleksibel dan pragmatis, khususnya saat menghadapi laga besar.
Fokus ke Laga Berikutnya
Setelah evaluasi internal, Barcelona kini mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya melawan Girona di Montilivi Stadium. Laga ini menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa tim mampu bangkit.
Diskusi lanjutan juga dikabarkan akan dilakukan sebelum pertandingan tersebut, dengan fokus pada analisis kesalahan saat melawan Atletico serta penyesuaian taktik sesuai kondisi pemain.
Terlepas dari hasil buruk di Copa del Rey, posisi Barcelona secara keseluruhan masih cukup solid. Mereka telah menjuarai Supercopa de Espana, memimpin klasemen LaLiga, serta memastikan tiket ke fase gugur Liga Champions.
Situasi ini membuat rapat darurat bukan sekadar bentuk kepanikan, melainkan langkah reflektif untuk menjaga konsistensi performa. Jika mampu memanfaatkan evaluasi tersebut dengan baik, Barcelona tetap memiliki peluang besar untuk menutup musim dengan prestasi gemilang.


