Arenabetting – Laga panas antara Inter Milan dan Juventus kembali menghadirkan drama. Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 2-3 bagi Juventus itu memicu polemik besar, terutama terkait kartu merah yang diterima Pierre Kalulu.
Insiden tersebut tak hanya memengaruhi jalannya pertandingan, tetapi juga memicu kritik keras dari pihak Juventus terhadap kualitas kepemimpinan wasit di Serie A.
Momen Kontroversial yang Ubah Jalannya Laga
Dalam duel yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Juventus dilaporkan harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-42. Kalulu menerima kartu kuning kedua setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Alessandro Bastoni.
Namun, tayangan ulang pertandingan disebut menunjukkan bahwa kontak fisik yang menjadi dasar pelanggaran tersebut tidak terlihat jelas. Situasi itu memicu protes dari pemain Juventus, termasuk Kalulu yang meminta wasit meninjau ulang kejadian melalui VAR.
Sayangnya, sesuai regulasi, VAR tidak dapat digunakan untuk meninjau keputusan kartu kuning. Akibatnya, keputusan wasit Federico La Penna tetap berlaku dan Juventus harus melanjutkan pertandingan dengan jumlah pemain yang berkurang.
Kritik Keras dari Internal Juventus
Kontroversi tersebut memancing reaksi dari direktur Juventus, Giorgio Chiellini. Ia dikabarkan mempertanyakan standar kepemimpinan wasit dalam kompetisi Serie A.
Chiellini menyampaikan pandangan bahwa kejadian tersebut dianggap sulit diterima, terutama karena terjadi dalam pertandingan besar yang disaksikan publik luas. Ia juga menilai bahwa masalah perwasitan bukan hanya dialami Juventus, melainkan sudah menjadi isu yang berulang sepanjang musim.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sejumlah klub sebenarnya telah menyuarakan kekhawatiran serupa sejak awal kompetisi. Menurutnya, kualitas perangkat pertandingan harus selaras dengan level kompetisi yang dianggap sebagai salah satu liga terbaik di dunia.
Sorotan terhadap Sistem VAR dan Infrastruktur
Selain menyoroti keputusan wasit, Chiellini juga mengangkat isu terkait penggunaan VAR. Ia menilai bahwa sistem tersebut masih memiliki keterbatasan yang berpotensi menimbulkan kontroversi, terutama dalam situasi kartu kuning yang berdampak besar terhadap jalannya pertandingan.
Ia juga menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur serta peningkatan kualitas pelatihan wasit dinilai penting untuk menjaga kredibilitas kompetisi. Kritik tersebut mencerminkan kekhawatiran bahwa kesalahan serupa dapat kembali terjadi jika tidak ada evaluasi menyeluruh.
Dampak bagi Juventus dan Persaingan Liga
Kekalahan dari Inter bukan hanya menyakitkan dari sisi hasil, tetapi juga menambah ketegangan dalam persaingan papan atas Serie A. Bermain dengan 10 pemain disebut membuat Juventus kesulitan menjaga keseimbangan permainan hingga akhirnya harus menerima kekalahan tipis.
Kontroversi kartu merah Kalulu kini menjadi salah satu topik hangat dalam sepak bola Italia. Perdebatan mengenai kualitas wasit dan efektivitas VAR diprediksi akan terus berlanjut, terutama jika insiden serupa kembali terjadi.
Situasi ini menunjukkan bahwa selain performa tim di lapangan, faktor kepemimpinan pertandingan juga memiliki peran besar dalam menentukan hasil akhir sebuah laga.


