Arenabetting – Sorotan tajam terus mengarah ke Inter Milan usai laga panas kontra Juventus di ajang Liga Italia. Kemenangan 3-2 yang seharusnya jadi bahan pujian justru berubah menjadi polemik panjang. Pelatih Inter, Cristian Chivu, pun tak bisa menyembunyikan rasa kesalnya. Ia menilai kritik yang datang ke timnya sudah berlebihan dan terkesan tidak seimbang.
Kontroversi Derby d’Italia Jadi Api Polemik
Pertandingan melawan Juventus dalam Derby d’Italia memang berjalan panas. Salah satu momen paling disorot adalah kartu merah yang diterima Pierre Kalulu. Insiden tersebut terjadi setelah ada kontak dengan Alessandro Bastoni yang kemudian memicu reaksi keras dari wasit.
Banyak pihak menilai respons Bastoni terlalu berlebihan, bahkan tak sedikit yang menganggapnya melakukan diving. Situasi ini langsung memancing perdebatan luas, baik di kalangan pengamat maupun media. Alih-alih fokus pada kualitas permainan, perhatian publik justru tersedot ke keputusan wasit dan sikap para pemain di lapangan.
Perayaan Bastoni dan Reaksi Berantai
Drama tak berhenti di situ. Bastoni kedapatan merayakan kartu merah Kalulu, yang belakangan dinyatakan sebagai keputusan keliru. Aksi tersebut memunculkan gelombang kritik baru. Chivu pun ikut bersuara, dengan menyebut Kalulu kurang cerdik dalam menghadapi situasi duel tersebut.
Pernyataan itu memancing reaksi dari kubu Juventus. Pelatih mereka, Luciano Spalletti, membalas dengan nada keras dan menilai komentar Chivu tidak pantas. Adu argumen antar pelatih pun tak terhindarkan, membuat tensi di luar lapangan semakin memanas.
Inter Merasa Diperlakukan Tidak Adil
Chivu merasa Inter menjadi sasaran empuk kritik. Ia menyoroti bahwa dalam beberapa laga sebelumnya, termasuk saat menghadapi Napoli, Inter juga merasa dirugikan. Namun, menurutnya, kejadian tersebut tidak mendapat perhatian yang sama dari media.
Pandit dan pengamat dinilai lebih sering membedah setiap detail yang merugikan Inter, sementara insiden serupa yang menimpa tim lain kerap luput dari sorotan. Situasi ini membuat Chivu curiga ada upaya tertentu untuk menggoyahkan mental timnya.
Capolista Bikin Banyak Pihak Tak Nyaman
Menurut Chivu, reaksi keras yang baru muncul belakangan ini bukan tanpa alasan. Ia menilai ada pihak-pihak yang kurang senang melihat Inter nyaman di puncak klasemen Liga Italia sebagai capolista. Dengan musim yang masih panjang, tekanan dan opini negatif dianggap bisa memengaruhi konsentrasi tim.
Meski begitu, Chivu meminta anak asuhnya untuk tetap menatap ke depan. Fokus utama Inter adalah menjaga konsistensi dan terus kompetitif, tanpa terpengaruh penilaian di luar lapangan.
Fokus Beralih ke Liga Champions
Di tengah riuh kontroversi Derby d’Italia, Inter tak punya banyak waktu untuk larut. Mereka sudah ditunggu laga penting di ajang Liga Champions. La Beneamata akan bertandang ke markas Bodo/Glimt pada leg pertama babak playoff.
Inter bertekad mencuri hasil maksimal demi mempermudah langkah di leg kedua. Bagi Chivu, kemenangan di Eropa bisa menjadi jawaban terbaik atas semua kritik yang kini mengiringi perjalanan timnya.


