Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Remontada Gila Atalanta! Palladino Sebut Ini Laga Terbaiknya

Arenabetting – Atalanta bikin malam Eropa yang tak terlupakan. Tertinggal agregat dua gol, La Dea sukses melakukan comeback dramatis atas Borussia Dortmund dan memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions 2025/2026.

Bermain di Gewiss Stadium pada leg kedua play-off fase gugur, Kamis (26/2/2026), wakil Italia itu datang dengan beban berat setelah kalah 0-2 di leg pertama. Namun yang terjadi justru sebaliknya: Atalanta tampil tanpa rasa takut dan menulis kisah remontada yang bakal lama dikenang.

Start Kilat Bangkitkan Asa

Atalanta langsung mengirim pesan tegas sejak menit awal. Baru lima menit laga berjalan, Gianluca Scamacca sukses membuka skor dan memangkas agregat. Stadion langsung bergemuruh.

Tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya gol kedua hadir jelang turun minum lewat Davide Zappacosta di menit ke-45. Skor 2-0 di babak pertama membuat agregat kembali imbang dan menghidupkan harapan publik Bergamo.

Momentum itu berlanjut di babak kedua. Mario Pasalic membawa Atalanta membalikkan keadaan pada menit ke-57. Untuk pertama kalinya, La Dea unggul agregat dan terlihat semakin percaya diri.

Drama Gol Balasan dan Penalti Penentu

Namun Dortmund bukan tim yang mudah menyerah. Karim Adeyemi mencetak gol pada menit ke-75 dan membuat agregat kembali seimbang. Ketegangan memuncak, laga terasa seperti final.

Saat pertandingan tampak menuju babak tambahan, momen krusial datang di menit akhir. Penalti untuk Atalanta menjadi titik balik penentuan nasib. Lazar Samardzic maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Gol tersebut memastikan kemenangan agregat 4-3 untuk Atalanta. Gewiss Stadium pun meledak dalam euforia luar biasa.

Palladino: Malam Bersejarah untuk Italia

Pelatih Raffaele Palladino tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. Ia mengisyaratkan bahwa laga tersebut bukan hanya spesial bagi Atalanta, tetapi juga untuk sepak bola Italia secara keseluruhan.

Palladino menilai comeback ini akan tercatat dalam sejarah klub. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemain, staf, manajemen, hingga Presiden Antonio Percassi serta para suporter yang memenuhi stadion.

Menurutnya, pertandingan itu kemungkinan besar menjadi momen terbaik sepanjang karier kepelatihannya dan akan selalu terpatri dalam ingatannya.

Dengan tersingkirnya Juventus dan Inter Milan, Atalanta kini menjadi satu-satunya wakil Italia yang tersisa di Liga Champions musim ini.

Remontada ini bukan sekadar soal lolos ke 16 besar. Ini tentang karakter, keberanian, dan keyakinan. Atalanta membuktikan bahwa dalam sepak bola, selama peluit akhir belum berbunyi, harapan selalu ada.