Arenabetting – Real Madrid memastikan langkah ke babak 16 besar Liga Champions setelah menundukkan Benfica 2-1 di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Meski terlihat meyakinkan di atas kertas, kemenangan ini diraih lewat perjuangan yang tidak mudah.
Datang dengan keunggulan agregat 1-0 dari leg pertama, Los Blancos tetap harus bekerja keras. Benfica tampil berani sejak awal dan sempat membuat publik tuan rumah terdiam.
Gol Cepat Balasan Jadi Titik Balik
Benfica membuka skor lebih dulu lewat Rafa Silva pada menit ke-15. Gol tersebut membuat agregat kembali imbang dan meningkatkan tekanan bagi Madrid.
Namun keunggulan Benfica tidak bertahan lama. Hanya berselang satu menit, Aurelien Tchouameni langsung menyamakan kedudukan. Respon super cepat itu menjadi momen krusial yang mengubah arah pertandingan.
Gol balasan instan tersebut membuat mental pemain Madrid kembali stabil. Dari situ, permainan perlahan membaik dan kontrol laga mulai berada di tangan tuan rumah.
Tekanan Benfica Bikin Madrid Kerja Ekstra
Pelatih Alvaro Arbeloa mengisyaratkan bahwa anak asuhnya memang dibuat kerepotan di awal laga. Ia menilai Benfica menekan dengan sangat agresif dan memaksa Madrid bermain tidak nyaman.
Los Blancos sempat kesulitan membendung tekanan tersebut hingga akhirnya kebobolan lebih dulu. Beruntung, respons cepat mampu meredam kepanikan.
Madrid bahkan sempat mencetak gol tambahan lewat Arda Guler, namun dianulir karena pelanggaran dalam prosesnya. Meski begitu, intensitas serangan tetap terjaga.
Arbeloa menilai timnya terus mengalami peningkatan seiring jalannya pertandingan. Ia mengisyaratkan bahwa setiap masalah yang muncul di babak pertama berhasil diperbaiki setelah turun minum.
Vinicius Kunci Kemenangan
Gol penentu akhirnya datang pada menit ke-80 lewat aksi Vinicius Junior. Winger asal Brasil itu memastikan skor 2-1 sekaligus mengunci agregat 3-1 untuk Madrid.
Setelah unggul, Madrid bermain lebih tenang dan mampu mengontrol tempo hingga peluit panjang berbunyi. Benfica memang terus berusaha mencari celah, tetapi pertahanan tuan rumah tampil disiplin.
Arbeloa menganggap kemenangan ini sebagai bukti kedewasaan timnya. Ia menekankan bahwa kemampuan untuk bangkit cepat setelah kebobolan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan.
Dengan tiket 16 besar di tangan, Madrid kini menatap tantangan berikutnya. Namun laga melawan Benfica jadi pengingat bahwa di Liga Champions, sedikit kelengahan bisa berujung petaka.
Respon cepat, mental kuat, dan kemampuan memperbaiki kesalahan di tengah pertandingan—itulah resep Madrid malam itu. Dan jika ingin melangkah lebih jauh, kualitas seperti ini wajib terus dipertahankan.


