Arenabetting – AS Roma mendapat pukulan berat dalam perjuangan mereka untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Tim ibu kota Italia itu harus pulang dengan tangan kosong setelah kalah dari Genoa dalam lanjutan Serie A.
Pertandingan yang digelar pada Senin (9/3/2026) dini hari WIB tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Genoa. Kekalahan ini terasa makin menyakitkan bagi Roma karena tim lawan dipimpin oleh sosok yang sangat identik dengan klub tersebut, yakni Daniele De Rossi.
Hasil ini membuat posisi Roma dalam perebutan empat besar semakin terancam. Persaingan menuju zona Liga Champions memang sangat ketat, sehingga kehilangan poin di fase krusial seperti ini menjadi pukulan besar bagi Giallorossi.
Roma Kehilangan Momentum di Laga Penting
Pertandingan melawan Genoa sebenarnya dimulai dengan tekanan dari tuan rumah. Genoa berhasil membuka keunggulan lebih dulu setelah Junior Messias sukses menjalankan tugasnya dari titik penalti.
Roma sempat memberikan reaksi positif setelah Evan Ndicka mencetak gol penyeimbang. Gol tersebut sempat memberi harapan bagi tim tamu untuk setidaknya membawa pulang satu poin dari pertandingan ini.
Namun menjelang akhir pertandingan, situasi berubah drastis. Vitinha berhasil mencetak gol kemenangan bagi Genoa sekitar sepuluh menit sebelum laga berakhir, yang akhirnya membuat Roma gagal menghindari kekalahan.
Persaingan Zona Liga Champions Semakin Ketat
Kekalahan ini berdampak langsung pada posisi Roma di klasemen sementara Serie A. Tim Serigala Ibu Kota kini turun ke peringkat kelima dengan koleksi 51 poin.
Posisi keempat kini ditempati oleh Como yang memiliki jumlah poin sama, namun unggul selisih gol. Situasi ini membuat persaingan menuju zona Liga Champions semakin panas.
Menariknya, kedua tim akan saling berhadapan pada pekan berikutnya. Pertandingan tersebut diperkirakan menjadi salah satu laga paling penting bagi Roma dalam menentukan nasib mereka musim ini.
De Rossi Jadi Sosok yang Menyakiti Roma
Kekalahan ini terasa lebih emosional bagi Roma karena tim lawan dilatih oleh Daniele De Rossi. Sosok tersebut dikenal sebagai legenda klub setelah menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Roma.
Selama menjadi pemain, De Rossi dikenal sebagai ikon klub dan bahkan sempat menjabat sebagai kapten tim. Ia juga pernah kembali ke Roma sebagai pelatih pada tahun 2024.
Karena hubungan emosional tersebut, kemenangan Genoa atas Roma terasa cukup unik. Banyak yang melihat situasi ini sebagai pertemuan penuh emosi antara De Rossi dan klub yang membesarkan namanya.
De Rossi Tegaskan Profesionalisme
Setelah pertandingan, De Rossi menjelaskan bahwa kemenangan timnya tidak berkaitan dengan perasaan pribadi terhadap Roma. Ia menilai tugas utamanya sebagai pelatih adalah membawa tim meraih hasil terbaik.
Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin berpura-pura menyesal atas kemenangan tersebut. Menurutnya, ia merasa senang karena Genoa berhasil mendapatkan hasil positif.
Meski begitu, De Rossi tetap menyimpan harapan besar terhadap masa depan Roma. Ia bahkan membayangkan suatu hari nanti Roma bisa memenangkan seluruh pertandingan dalam satu musim, sesuatu yang menurutnya menjadi mimpi banyak pendukung klub itu.


