Arenabetting – Kegagalan kembali menghampiri Timnas Italia setelah tumbang dari Bosnia-Herzegovina di babak kualifikasi, yang sekaligus memastikan mereka absen di Piala Dunia 2026. Hasil ini makin memperpanjang tren negatif yang cukup bikin kaget, mengingat Italia adalah salah satu raksasa sepak bola dunia dengan sejarah panjang.
Dalam laga yang berlangsung sengit, Italia sebenarnya mampu memberikan perlawanan dan memaksa pertandingan berakhir imbang hingga babak tambahan. Namun, adu penalti jadi mimpi buruk setelah mereka kalah telak, yang akhirnya menutup harapan untuk tampil di turnamen paling bergengsi tersebut.
Kondisi ini tentu jadi pukulan besar bagi publik sepak bola Italia. Banyak yang merasa kalau performa tim belum juga stabil sejak terakhir kali mereka merasakan kejayaan di panggung dunia.
Kekalahan Menyakitkan dari Bosnia-Herzegovina
Italia harus mengakui keunggulan Bosnia and Herzegovina setelah kalah dalam drama adu penalti dengan skor cukup mencolok. Pertandingan sendiri berakhir imbang 1-1 hingga waktu tambahan, yang menunjukkan kalau duel berlangsung cukup ketat.
Namun saat masuk fase penentuan, Italia justru tampil kurang maksimal. Eksekusi penalti yang kurang tenang membuat mereka harus rela kalah dengan skor 1-4, yang sekaligus memastikan langkah mereka terhenti.
Hasil ini langsung memicu reaksi luas dari berbagai pihak, termasuk fans yang merasa kecewa dengan performa tim. Banyak yang berharap Italia bisa bangkit, tapi kenyataannya justru kembali tersandung.
Kekalahan ini juga jadi bukti kalau Italia masih punya banyak pekerjaan rumah, terutama dalam hal mentalitas saat menghadapi momen krusial seperti adu penalti.
Sejak Juara 2006, Performa Terus Menurun
Kalau ditarik ke belakang, Italia terakhir kali merasakan manisnya gelar juara dunia di FIFA World Cup 2006. Saat itu, mereka sukses mengalahkan France di final lewat adu penalti setelah bermain imbang sepanjang pertandingan.
Namun setelah momen bersejarah itu, performa Italia di Piala Dunia justru terus mengalami penurunan. Mereka gagal tampil konsisten dan kesulitan menunjukkan dominasi seperti era sebelumnya.
Di Piala Dunia 2010 dan 2014, Italia bahkan harus angkat koper lebih cepat karena tersingkir di fase grup. Hasil ini tentu jauh dari ekspektasi sebagai tim besar.
Alih-alih bangkit, tren negatif tersebut terus berlanjut hingga akhirnya mereka mulai kesulitan bahkan untuk sekadar lolos ke putaran final.
Tiga Edisi Beruntun Gagal Tampil
Yang paling mengejutkan tentu kegagalan Italia dalam tiga edisi terakhir Piala Dunia. Mereka tidak berhasil lolos ke FIFA World Cup 2018, kemudian kembali gagal di FIFA World Cup 2022, dan kini terulang lagi di edisi 2026.
Hal ini jadi catatan buruk yang cukup langka untuk tim sekelas Italia. Dengan status sebagai juara dunia empat kali, absennya mereka dalam waktu lama jelas jadi sorotan besar.
Banyak pengamat menilai kalau masalah regenerasi pemain dan konsistensi performa jadi faktor utama. Selain itu, tekanan besar juga dianggap memengaruhi mental para pemain di momen penting.
Kondisi ini membuat publik mulai mempertanyakan arah perkembangan sepak bola Italia ke depan, terutama dalam hal pembinaan pemain muda.
Kutukan Italia di Piala Dunia?
Rentetan hasil buruk ini bikin banyak orang mulai menyebut adanya “kutukan” yang membayangi Italia di ajang Piala Dunia. Istilah ini muncul karena performa mereka yang terus menurun sejak jadi juara.
Meski secara kualitas pemain Italia masih punya potensi besar, kenyataannya hasil di lapangan belum bisa berbicara banyak. Hal ini menunjukkan kalau ada masalah yang lebih dalam dari sekadar teknis permainan.
Beberapa pihak menilai bahwa perubahan strategi dan pembenahan sistem sepak bola jadi langkah yang wajib dilakukan jika ingin bangkit. Tanpa itu, Italia bisa saja terus terjebak dalam tren negatif.
Kini, harapan publik tentu tertuju pada perubahan besar agar Italia bisa kembali ke jalur yang seharusnya dan mengakhiri periode sulit ini di masa mendatang.


