Ambisi besar kembali muncul dari ruang ganti Arsenal. Bek andalan mereka, William Saliba, menunjukkan tekad kuat untuk mengakhiri penantian panjang gelar liga.
Situasi Arsenal memang sedang tidak ideal. Mereka baru saja tergeser dari puncak klasemen Liga Inggris setelah disalip Manchester City dengan lima laga tersisa.
Padahal sebelumnya, Arsenal sempat begitu dominan. Sejak awal musim hingga Maret 2026, mereka memimpin cukup nyaman bahkan pernah unggul jauh dari rival terdekat.
Dominasi yang Mulai Luntur
Arsenal sebenarnya sudah lama menguasai puncak klasemen. Konsistensi mereka sejak September membuat tim terlihat seperti kandidat kuat juara.
Keunggulan hingga dua digit poin sempat memberi rasa aman. Banyak yang mulai percaya Arsenal akhirnya akan mengakhiri puasa gelar.
Namun tekanan di fase akhir musim mulai terasa. Performa yang sedikit menurun langsung berdampak besar di papan klasemen.
Momentum tersebut dimanfaatkan City dengan sangat baik. Perlahan tapi pasti, posisi Arsenal akhirnya tergeser dari puncak.
Trauma Runner-up Masih Membekas
Status runner-up dalam beberapa musim terakhir masih membayangi Arsenal. Mereka berkali-kali mendekati gelar, tapi selalu gagal di momen akhir.
Dalam tiga musim sebelumnya, Arsenal harus puas finis kedua. Dua kali kalah dari City, lalu satu kali dari Liverpool.
Situasi ini membuat para pemain semakin lapar akan trofi. Keinginan untuk mengubah cerita menjadi dorongan besar di sisa musim.
Saliba menjadi salah satu yang merasakan langsung kekecewaan itu. Ia belum pernah merasakan gelar liga sejak menjadi bagian penting tim.
Tekad Saliba di Sisa Musim
Bek asal Prancis itu menunjukkan ambisi yang sangat jelas. Ia ingin memanfaatkan sisa musim untuk membalikkan keadaan.
Baginya, peluang masih terbuka meski posisi tidak lagi di puncak. Fokus tim kini tertuju pada setiap pertandingan yang tersisa.
Saliba melihat bahwa Arsenal masih memiliki kualitas untuk bersaing. Keyakinan itu menjadi bahan bakar untuk terus berjuang.
Selain liga, Arsenal juga masih punya peluang di kompetisi lain. Hal ini membuat motivasi tim tetap terjaga di tengah tekanan.
Harapan Akhiri Puasa Gelar
Gelar liga terakhir Arsenal terjadi pada 2004. Penantian panjang itu menjadi beban sekaligus motivasi besar bagi skuad saat ini.
Saliba ingin menjadi bagian dari sejarah baru klub. Ia berharap musim ini bisa menjadi titik balik bagi Arsenal.
Kepercayaan diri tetap dijaga meski situasi sulit. Para pemain diyakini akan memberikan segalanya hingga laga terakhir.
Dengan persaingan yang masih terbuka, peluang belum sepenuhnya hilang. Arsenal masih punya kesempatan untuk mengubah akhir cerita menjadi lebih manis.


