Arenabetting – Kemenangan Arsenal atas West Ham United ternyata masih memunculkan perdebatan panas. Bukan soal gol Leandro Trossard yang membawa The Gunners menang, melainkan keputusan VAR pada menit-menit akhir pertandingan.
Dalam laga di London Stadium, Arsenal sempat dibuat cemas setelah Callum Wilson mencetak gol penyeimbang pada injury time. Namun setelah tinjauan VAR, gol tersebut akhirnya dianulir karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap David Raya.
Keputusan itu langsung ramai dibahas di media sosial. Banyak fans merasa West Ham dirugikan, apalagi Arsenal selama ini juga sering memainkan duel fisik dengan kiper lawan saat situasi sepak pojok.
Scholes Justru Berdiri di Pihak Arsenal
Menariknya, Paul Scholes yang cukup sering mengkritik Arsenal musim ini justru membela keputusan wasit. Legenda Manchester United tersebut menilai VAR kali ini bekerja dengan benar.
Menurut Scholes, pelanggaran terhadap David Raya terlihat sangat jelas dari tayangan ulang. Ia merasa penjaga gawang Arsenal itu memang tidak punya ruang untuk bergerak bebas.
Mantan gelandang Setan Merah tersebut menjelaskan bahwa ada lebih dari satu kontak yang membuat Raya kesulitan. Salah satunya terjadi ketika lengannya ditarik dalam duel di kotak penalti.
Scholes juga menegaskan bahwa permainan Arsenal selama ini sebenarnya masih berada dalam batas wajar. Ia menilai banyak orang salah paham ketika membandingkan situasi tersebut dengan taktik bola mati milik The Gunners.
Kontroversi VAR Kembali Jadi Sorotan
Meski keputusan dianggap benar, kontroversi VAR lagi-lagi menjadi bahan perdebatan besar di Inggris. Banyak fans merasa aturan soal kontak terhadap kiper masih sering membingungkan.
Sebagian pendukung West Ham merasa gol itu seharusnya tetap sah karena duel fisik seperti itu kerap terjadi di Premier League. Apalagi Arsenal juga pernah memanfaatkan situasi serupa musim ini.
Namun dari tayangan ulang, terlihat jelas David Raya memang mendapat gangguan cukup besar. Kiper asal Spanyol tersebut tampak sulit bergerak saat mencoba menghalau bola.
Situasi inilah yang akhirnya membuat wasit Chris Kavanagh memutuskan membatalkan gol West Ham. VAR kemudian memperkuat keputusan tersebut setelah pemeriksaan beberapa sudut kamera.
Arsenal Dinilai Main dengan Cara Legal
Scholes juga menyoroti tudingan bahwa Arsenal selama ini terlalu agresif saat situasi bola mati. Menurutnya, gaya bermain tim asuhan Mikel Arteta masih masuk kategori legal.
Ia merasa banyak orang hanya melihat hasil akhirnya tanpa memperhatikan detail duel di kotak penalti. Padahal menurut Scholes, ada perbedaan besar antara duel fisik biasa dan pelanggaran jelas terhadap kiper.
Pernyataan itu cukup mengejutkan karena Scholes termasuk sosok yang beberapa kali melontarkan kritik kepada Arsenal musim ini. Namun kali ini ia memilih bersikap objektif terhadap keputusan wasit.
Legenda The Red Devils itu juga menilai kekuatan fisik pemain lawan menjadi faktor penting dalam insiden tersebut. Raya dianggap benar-benar kehilangan keseimbangan akibat tarikan dan tekanan di sekitarnya.
Nicky Butt Malah Ingin VAR Dihapus
Berbeda dengan Scholes, mantan pemain Manchester United lainnya yakni Nicky Butt justru kembali menyerang penggunaan VAR. Ia merasa teknologi itu semakin membuat sepak bola penuh perdebatan.
Butt sebenarnya mengakui adanya pelanggaran terhadap David Raya. Namun menurutnya, kontroversi muncul karena publik membandingkan kejadian itu dengan aksi Arsenal di laga-laga sebelumnya.
Ia menilai VAR terlalu sering memunculkan perdebatan panjang yang akhirnya membuat pertandingan kehilangan emosi alami sepak bola. Karena itulah Butt berharap teknologi tersebut suatu saat dihapus dari Premier League.
Meski kontroversi terus muncul, Arsenal tetap pulang dengan tiga poin penting dari London Stadium. Kemenangan itu membuat The Gunners menjaga persaingan di papan atas Premier League hingga akhir musim.


