Arenabetting – Timnas Inggris mencatat hasil yang kurang memuaskan saat menghadapi Ghana pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026. Meski tampil dominan sepanjang pertandingan, The Three Lions harus puas bermain imbang tanpa gol pada duel yang berlangsung Rabu (24/6/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut membuat Inggris tetap menjaga peluang lolos ke babak 32 besar. Namun, kegagalan memanfaatkan dominasi permainan menjadi perhatian karena lini depan belum mampu menunjukkan ketajaman yang diharapkan.
Selain kehilangan dua poin penting, Inggris juga harus menerima catatan yang tidak membanggakan. Mereka resmi menjadi tim dengan penguasaan bola tertinggi dalam sejarah Piala Dunia tanpa mampu mencetak satu gol pun.
Penguasaan Bola Sangat Dominan
Inggris menguasai jalannya pertandingan dengan catatan penguasaan bola mencapai 78,8 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah turnamen untuk tim yang gagal mencetak gol.
Dominasi itu juga terlihat dari jumlah peluang yang berhasil diciptakan. The Three Lions melepaskan 19 tembakan sepanjang pertandingan, tetapi hanya empat yang benar-benar mengarah ke gawang Ghana.
Statistik tersebut menunjukkan Inggris mampu mengendalikan permainan. Namun efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki.
Lini Depan Belum Maksimal
Thomas Tuchel kembali menurunkan sejumlah pemain andalannya di sektor serang. Harry Kane, Anthony Gordon, Noni Madueke, dan Jude Bellingham diharapkan mampu membongkar pertahanan Ghana.
Namun harapan itu belum terwujud. Dari beberapa pemain depan yang tampil, hanya Kane dan Gordon yang mampu mencatat masing-masing satu tembakan tepat sasaran.
Minimnya ancaman yang benar-benar membahayakan membuat Ghana mampu mempertahankan gawangnya tetap aman hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini memunculkan pertanyaan mengenai komposisi lini serang Inggris menjelang pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026.
Rekor Buruk Gantikan Catatan Turki
Sebelum Inggris, rekor penguasaan bola tertinggi tanpa mencetak gol di Piala Dunia 2026 dipegang oleh Turki. Saat menghadapi Paraguay, Turki menguasai bola hingga 78,5 persen tetapi tetap kalah dengan skor 0-1.
Kini catatan tersebut berpindah ke Inggris setelah mencatat angka yang sedikit lebih tinggi. Meski hanya selisih tipis, rekor itu tetap menjadi sorotan karena menggambarkan kurang efektifnya permainan mereka di depan gawang.
The Three Lions sebenarnya tampil lebih dominan dibanding lawannya. Akan tetapi, penguasaan bola yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah gol yang tercipta.
Situasi tersebut menjadi evaluasi penting bagi tim pelatih sebelum memasuki pertandingan berikutnya.
Tuchel Punya Pekerjaan Rumah Besar
Hasil imbang tanpa gol membuat Thomas Tuchel diperkirakan akan mengevaluasi strategi menyerang timnya. Efektivitas penyelesaian akhir menjadi aspek yang paling membutuhkan perhatian.
The Three Lions masih memiliki kualitas pemain yang sangat baik di semua lini. Namun dominasi permainan harus diimbangi dengan kemampuan memanfaatkan peluang agar tidak kembali kehilangan poin.
Dengan fase grup yang memasuki tahap penentuan, Inggris membutuhkan performa yang lebih tajam di lini depan. Jika mampu memperbaiki penyelesaian akhir, peluang mereka melangkah jauh di Piala Dunia 2026 tetap terbuka lebar.


