Arenabetting – Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menang 2-1 atas Kroasia di BMO Field, Toronto, Jumat (3/7/2026) pagi WIB. Tim asuhan Roberto Martinez sempat tertinggal lebih dulu sebelum Cristiano Ronaldo dan Goncalo Ramos membalikkan keadaan hingga laga berakhir.
Pertandingan berlangsung sengit hingga menit-menit akhir. Kroasia hampir memaksakan hasil imbang lewat gol Josko Gvardiol pada masa injury time. Namun, setelah melalui pemeriksaan VAR, gol tersebut dibatalkan karena terjadi posisi offside dalam proses terciptanya gol.
Keputusan itu sempat memicu protes dari kubu Kroasia. Mereka menilai tidak ada pelanggaran dalam proses gol tersebut. Akan tetapi, pemeriksaan menggunakan teknologi sensor bola menunjukkan adanya sentuhan yang sebelumnya tidak terlihat jelas dalam tayangan ulang. Berkat keputusan itu, Selecao das Quinas berhasil mempertahankan keunggulan dan melaju ke fase berikutnya.
Teknologi Sensor Jadi Penentu Keputusan
Gol Kroasia dianulir karena bola lebih dulu menyentuh kepala Igor Matanovic sebelum diteruskan kepada Mario Pasalic. Setelah sentuhan itu terjadi, Pasalic berada dalam posisi offside saat menerima bola sebelum mengirim umpan kepada Gvardiol.
Dalam tayangan ulang, sentuhan Matanovic memang sangat sulit terlihat. Kondisi itu membuat banyak pemain Kroasia mempertanyakan keputusan wasit yang memimpin pertandingan.
VAR kemudian memanfaatkan data dari Connected Ball Technology. Sensor yang tertanam di dalam bola merekam adanya getaran saat bola mengenai kepala Matanovic. Bukti tersebut menjadi dasar bagi wasit untuk membatalkan gol Kroasia.
Cara Kerja Connected Ball Technology
Connected Ball Technology merupakan teknologi yang dikembangkan FIFA bersama Adidas untuk membantu pengambilan keputusan dalam pertandingan. Bola resmi Piala Dunia 2026 sudah dibekali sensor canggih yang mampu mengirim data secara real time.
Di dalam bola terdapat sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang bekerja dengan frekuensi sekitar 500 Hz. Sensor tersebut mampu merekam pergerakan bola hingga 500 kali setiap detik sehingga setiap sentuhan dapat terdeteksi dengan sangat akurat.
Data dari sensor kemudian dikirim langsung ke ruang operasi video. Informasi tersebut dipadukan dengan sistem pelacakan pemain dari kamera stadion sehingga petugas VAR memperoleh gambaran yang lebih lengkap.
Teknologi ini membantu menentukan momen kontak bola, arah pergerakan, kecepatan, hingga lintasan bola. Semua data itu menjadi pendukung dalam mengambil keputusan penting selama pertandingan.
Membantu Offside Lebih Akurat
Keberadaan teknologi sensor bola juga mendukung sistem offside semi-otomatis yang sudah dipakai FIFA dalam beberapa turnamen besar. Dengan bantuan data tambahan, keputusan VAR menjadi lebih cepat dan akurat.
FIFA telah menguji teknologi ini sejak beberapa tahun lalu sebelum akhirnya digunakan secara penuh di Piala Dunia 2026. Hasilnya mulai terlihat dalam pertandingan-pertandingan penting, termasuk duel Portugal melawan Kroasia.
Keputusan yang dihasilkan memang tidak selalu memuaskan semua pihak. Meski begitu, data dari sensor memberikan bukti yang sulit dibantah karena berasal dari rekaman pergerakan bola secara langsung.
Bagi Selecao das Quinas, keputusan tersebut menjadi momen penting yang menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Portugal pun melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026 bersama Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya.
Teknologi Semakin Berperan di Sepak Bola
Perkembangan teknologi terus mengubah wajah sepak bola modern. VAR kini tidak hanya mengandalkan tayangan video, tetapi juga didukung data dari sensor yang tertanam di dalam bola.
Teknologi ini diharapkan mampu meminimalkan kesalahan dalam situasi krusial. Dengan keputusan yang semakin akurat, pertandingan dapat berjalan lebih adil bagi semua tim yang bertanding.
Kasus pada laga Portugal melawan Kroasia menjadi salah satu contoh nyata bagaimana teknologi mampu menentukan hasil pertandingan. Meski sempat menimbulkan kontroversi, keputusan tersebut akhirnya memastikan Portugal melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.


