Arenabetting – Keputusan FIFA menangguhkan hukuman kartu merah Folarin Balogun terus memunculkan perdebatan di Piala Dunia 2026. Banyak pihak mempertanyakan langkah tersebut karena sang pemain sebelumnya dipastikan harus absen akibat kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina.
Balogun mendapat hukuman setelah terlibat insiden dengan Tarik Muhamerovic dalam kemenangan Amerika Serikat 3-2 pada babak 32 besar. Kartu merah itu awalnya membuat penyerang berusia 25 tahun tersebut dipastikan melewatkan duel penting melawan Belgia di babak 16 besar.
Namun situasi berubah setelah FIFA memutuskan menangguhkan sanksi tersebut berdasarkan ketentuan dalam Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Keputusan itu membuat Balogun kembali tersedia untuk memperkuat Tim Paman Sam pada laga berikutnya.
Dugaan Intervensi Jadi Sorotan
Kontroversi semakin membesar setelah muncul kabar mengenai adanya komunikasi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Laporan yang beredar mengaitkan pembicaraan tersebut dengan proses peninjauan hukuman Balogun.
Pihak Amerika Serikat sebelumnya merasa kartu merah yang diterima Balogun terlalu berat. Mereka menilai insiden yang terjadi di lapangan tidak sepenuhnya dilakukan dengan unsur kesengajaan.
Setelah melalui proses evaluasi, Komite Disiplin FIFA akhirnya memutuskan untuk menangguhkan hukuman tersebut. Langkah itu memicu reaksi beragam dari berbagai negara peserta Piala Dunia 2026.
FIFA Ternyata Pernah Mengambil Langkah Serupa
Meski menuai kontroversi, keputusan FIFA kali ini ternyata bukan yang pertama dalam sejarah Piala Dunia. Situasi serupa pernah terjadi lebih dari enam dekade lalu pada Piala Dunia 1962 di Chile.
Saat itu Brasil bertemu tuan rumah Chile pada babak semifinal dan berhasil menang dengan skor 4-2. Garrincha menjadi bintang kemenangan setelah mencetak dua gol untuk Selecao.
Namun menjelang pertandingan berakhir, Garrincha menerima kartu merah usai terlibat insiden dengan pemain lawan. Hukuman tersebut membuatnya terancam absen pada partai final.
Banyak pihak saat itu memperkirakan Brasil akan kehilangan salah satu pemain terbaiknya pada laga penentuan gelar juara dunia.
Dukungan Politik Berujung Perubahan Keputusan
Menariknya, publik Chile justru berharap Garrincha tetap tampil pada partai final. Banyak suporter ingin menyaksikan salah satu pemain terbaik dunia saat itu bermain di pertandingan terbesar turnamen.
Presiden Chile Jorge Alessandri kemudian memberikan dukungan terhadap upaya pencabutan hukuman tersebut melalui pengajuan petisi resmi. Dukungan serupa juga datang dari Presiden Peru Manuel Prado Ugarteche.
Presiden Peru kabarnya melakukan komunikasi langsung dengan wasit Arturo Yamasaki terkait keputusan kartu merah yang diterima Garrincha. Proses itu akhirnya berujung pada pembatalan hukuman larangan bermain.
Garrincha pun tampil di partai final dan membantu Selecao mengalahkan Cekoslovakia dengan skor 3-1 untuk mengamankan gelar juara dunia. Kasus tersebut kini kembali menjadi perbincangan setelah munculnya kontroversi yang melibatkan Balogun di Piala Dunia 2026.


