Arenabetting – Wolverhampton Wanderers diterpa situasi kurang kondusif di tengah persiapan menghadapi musim 2026/2027. Sesi latihan tim terpaksa dibatalkan setelah striker Tolu Arokodare menolak meninggalkan lapangan meski sudah tidak masuk dalam rencana pelatih Cesar Peixoto.
Insiden tersebut terjadi pada Senin (20/7/2026). Arokodare dikabarkan tetap bertahan di lapangan latihan sambil mendesak manajemen Wolves agar melepasnya ke Fiorentina yang menjadi klub tujuan pilihannya.
Situasi itu membuat Cesar Peixoto memutuskan menghentikan sesi latihan tim utama. Keputusan tersebut diambil setelah upaya membujuk sang pemain agar meninggalkan lapangan tidak membuahkan hasil.
Arokodare Ingin Pindah ke Italia
Tolu Arokodare disebut ingin melanjutkan karier di Serie A. Fiorentina menjadi klub yang paling diinginkannya, sementara Torino dan Genoa juga dikabarkan tertarik menggunakan jasanya.
Namun, Wolves memilih mengambil langkah berbeda. Manajemen lebih tertarik melepas striker asal Nigeria tersebut ke Trabzonspor dibanding menerima tawaran dari klub-klub Italia.
Perbedaan keinginan antara pemain dan klub itulah yang kemudian memicu ketegangan hingga berujung pada batalnya sesi latihan tim.
Wolves Perketat Keamanan
Setelah insiden tersebut, Wolves langsung meningkatkan pengamanan di pusat latihan Compton Park. Langkah itu dilakukan untuk mencegah Arokodare memasuki area latihan tim utama sebelum situasinya menemukan titik terang.
Hingga kini, pihak klub belum memberikan pernyataan resmi mengenai kejadian tersebut. Meski begitu, perhatian publik terus tertuju pada perkembangan hubungan antara pemain dan manajemen.
Pelatih Cesar Peixoto sebelumnya memang telah meminta Arokodare tidak bergabung dalam latihan tim utama karena sang pemain sudah tidak masuk dalam rencana skuad musim ini.
Keputusan tersebut menjadi salah satu tantangan awal bagi Peixoto yang baru dipercaya menangani Wolves sejak Juni lalu.
Arokodare Tegaskan Tetap Profesional
Melalui media sosialnya, Arokodare memberikan penjelasan mengenai situasi yang sedang dihadapinya. Ia menegaskan bahwa selama berkarier selalu berusaha menjaga sikap profesional dan menjalani latihan dengan standar terbaik.
Striker berusia 25 tahun itu juga menyampaikan bahwa dirinya masih memiliki kontrak bersama Wolves. Karena itu, ia ingin tetap menjalankan seluruh kewajibannya sebagai pemain selama masih menjadi bagian dari klub.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Arokodare tetap siap berlatih dan memberikan kontribusi apabila dibutuhkan. Di sisi lain, masa depannya masih menjadi tanda tanya selama bursa transfer musim panas belum ditutup.
Aturan FIFA Jadi Sorotan
Kasus yang melibatkan Arokodare turut mengingatkan kembali pada aturan baru FIFA mengenai perlakuan terhadap pemain selama bursa transfer. Regulasi tersebut melarang klub mengasingkan pemain dari tim utama tanpa alasan olahraga yang jelas.
Praktik memisahkan pemain hanya untuk menekan mereka agar menerima kepindahan kini dapat dianggap sebagai tindakan yang melanggar aturan. Klub berpotensi menerima sanksi apabila terbukti melakukan tindakan tersebut tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Situasi di Wolves pun diperkirakan masih akan terus berkembang dalam beberapa pekan ke depan. Selama belum ada kesepakatan transfer, masa depan Tolu Arokodare bersama klub asal Inggris tersebut masih belum menemui kepastian.


