Arenabetting – Pau Cubarsi menjadi salah satu cerita paling menarik di balik keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Di usianya yang baru 19 tahun, bek muda Barcelona itu tampil luar biasa dan berhasil mengantar negaranya berdiri di puncak dunia.
Di tengah sorotan terhadap pemain-pemain bintang Spanyol, perjalanan hidup Cubarsi juga ikut mencuri perhatian. Ia bukan berasal dari keluarga pesepak bola terkenal ataupun kehidupan yang serba mewah, melainkan anak seorang tukang kayu dari sebuah desa kecil di Girona.
Kesuksesan yang diraih Cubarsi menjadi bukti bahwa kerja keras dan kesederhanaan bisa membawa seseorang mencapai impian terbesar. Kini, namanya tak hanya dikenal sebagai bek berbakat, tetapi juga sosok yang tetap rendah hati meski sudah menjadi juara dunia.
Tampil Gemilang Bersama Timnas Spanyol
Pelatih Luis de la Fuente memberikan kepercayaan besar kepada Cubarsi untuk mengisi posisi bek tengah sepanjang Piala Dunia 2026. Ia berduet dengan Aymeric Laporte yang jauh lebih berpengalaman di lini belakang.
Duet keduanya tampil sangat solid selama turnamen berlangsung. Pertahanan La Furia Roja hanya kebobolan satu gol, sekaligus menjadi salah satu lini belakang terbaik di ajang tersebut.
Cubarsi juga memperlihatkan kualitasnya saat membangun serangan dari belakang. Akurasi umpannya mencapai sekitar 90 persen, membuatnya menjadi bagian penting dalam permainan Spanyol sepanjang turnamen.
Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik
Penampilan impresif Cubarsi berbuah penghargaan sebagai pemain muda terbaik Piala Dunia 2026. Pengakuan tersebut menjadi hadiah atas performa konsisten yang ditunjukkannya sejak fase awal hingga partai final.
Sebelum bersinar bersama tim nasional, Cubarsi sudah lebih dulu menjadi bagian penting Barcelona sejak 2024. Bersama klub asal Catalunya itu, ia telah merasakan berbagai gelar domestik.
Meski kariernya terus menanjak, kehidupan Cubarsi tidak banyak berubah. Ia memilih menjalani hidup sederhana dan tidak larut dalam kemewahan yang biasanya melekat pada pesepak bola papan atas.
Sikap rendah hati itulah yang membuat banyak rekan setim maupun penggemar semakin mengagumi sosok bek muda tersebut.
Tetap Sederhana Meski Sudah Jadi Bintang
Cubarsi lahir di Estanyol, sebuah desa kecil di wilayah Girona. Orang tuanya bekerja sebagai tukang kayu dan menjadi sosok yang selalu mendukung perjalanan kariernya sejak kecil.
Menurut laporan The Athletic, Cubarsi memberikan sebagian besar penghasilannya kepada kedua orang tuanya. Ia juga masih menyempatkan diri membantu usaha keluarga ketika memiliki waktu luang.
Saat mampu membeli mobil pertamanya, Cubarsi justru memilih membelikan kendaraan baru untuk orang tuanya. Sementara dirinya tetap menggunakan mobil keluarga tanpa merasa gengsi.
Di luar lapangan, pemain Barcelona itu juga dikenal sebagai sosok yang disiplin. Ia tetap menyelesaikan pendidikan dengan baik dan mendapat dukungan dari teman-temannya ketika harus meninggalkan kelas karena membela klub maupun tim nasional.
Selalu Rindu Pulang ke Kampung Halaman
Setiap kali memasuki masa libur kompetisi, Cubarsi memilih kembali ke kampung halamannya dibanding menikmati kehidupan mewah di kota besar. Ia lebih senang berkumpul bersama keluarga dan sahabat yang telah mengenalnya sejak kecil.
Warga desa pun memperlakukan Cubarsi seperti biasa. Bagi mereka, bek muda itu tetap sosok sederhana yang tumbuh di lingkungan tersebut, bukan seorang bintang sepak bola dunia.
Cubarsi juga mengaku selalu merasa tenang ketika kembali ke desanya. Momen berkumpul bersama keluarga menjadi cara terbaik untuk mengisi energi sebelum kembali menjalani aktivitas sebagai pesepak bola profesional.
Di usia yang masih sangat muda, perjalanan karier Cubarsi masih terbuka lebar. Jika mampu mempertahankan performa dan sikap rendah hatinya, bek Barcelona itu berpeluang menjadi salah satu pemain terbaik dunia dalam beberapa tahun ke depan.


