Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Paolo Maldini Mundur dari FIGC, Janji soal Pelatih Italia Jadi Masalah

Arenabetting – Paolo Maldini akhirnya menjelaskan alasan dirinya mundur dari posisi direktur teknik Federasi Sepakbola Italia atau FIGC. Maldini mengaku keputusan tersebut diambil setelah kesepakatan awal dengan presiden FIGC Giovanni Malago mengalami perubahan.

Maldini sebenarnya baru ditunjuk pada Juli lalu. Namun, masa kerjanya tidak bertahan sampai tiga pekan. Ia memilih mengundurkan diri sebelum kontrak empat tahunnya resmi dimulai pada 1 Agustus. Posisi yang ditinggalkannya kemudian diberikan kepada Claudio Ranieri.

Masalah utama berada pada kewenangan memilih pelatih Timnas Italia. Maldini awalnya mendapat jaminan dari Malago bahwa dirinya memiliki hak menentukan pelatih dan akan mendapatkan dukungan penuh dari presiden FIGC. Namun, situasi berubah ketika rencana tersebut mulai berjalan.

Kesepakatan Awal Mulai Berubah

Maldini sejak awal ingin memiliki kendali dalam menentukan sosok pelatih baru Italia. Dalam kesepakatan awal, Malago memberikan ruang kepada Maldini untuk memilih kandidat yang dianggap paling tepat untuk menangani Gli Azzurri.

Pilihan Maldini kemudian mengarah kepada Andrea Pirlo. Mantan gelandang Italia itu dianggap memiliki pengalaman dan karakter yang sesuai untuk memimpin tim nasional.

Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Malago memiliki keberatan terhadap status Pirlo sebagai duta perusahaan judi asal Rusia, Fonbet, sehingga peluang mantan pemain Juventus itu semakin sulit.

Pirlo Jadi Titik Perselisihan

Maldini mengakui kegagalan membawa Pirlo menjadi pelatih memang ikut memengaruhi keputusannya. Ia menilai persoalan tersebut sebenarnya tidak menjadi hambatan hukum karena Pirlo bersedia mengakhiri hubungan dengan perusahaan taruhan tersebut.

Menurut Maldini, persoalan itu terlalu dibesar-besarkan. Ia menilai Pirlo masih bisa menjadi pelatih Italia jika memang ada kemauan serius dari pihak federasi.

Maldini juga merasa tidak ada aturan hukum yang secara otomatis melarang Pirlo menangani tim nasional. Karena itu, perubahan sikap Malago membuat hubungan kerja mereka mulai kehilangan dasar kepercayaan.

Situasi semakin rumit setelah Malago memilih Roberto Mancini sebagai pelatih baru. Keputusan tersebut tidak sesuai dengan rencana Maldini dan menjadi tanda bahwa kesepakatan awal sudah tidak berlaku.

Kewenangan Pelatih Berpindah Tangan

Malago kemudian menyampaikan kepada Maldini dan penasihat teknisnya, Leonardo Araujo, bahwa keputusan memilih pelatih akan berada di tangannya. Maldini hanya akan memiliki tugas untuk memberikan persetujuan terhadap pilihan tersebut.

Perubahan kewenangan itu menjadi persoalan besar bagi Maldini. Ia merasa tanggung jawab yang diberikan kepadanya tidak lagi sejalan dengan wewenang yang sebelumnya telah disepakati.

Bagi mantan kapten AC Milan tersebut, kepercayaan menjadi syarat penting untuk menjalankan pekerjaan besar di federasi. Tanpa kesepakatan yang jelas, ia merasa tidak bisa menjalankan tugas secara maksimal.

Maldini akhirnya mengambil waktu 24 jam sebelum menyerahkan pengunduran dirinya bersama Araujo. Keputusan itu diambil meski kontrak empat tahun mereka bahkan belum resmi dimulai.

Maldini Pilih Pergi

Pengunduran diri Maldini menjadi perubahan besar bagi struktur sepakbola Italia. Sosok yang baru saja dipercaya membantu menentukan arah tim nasional itu kini sudah tidak lagi berada di FIGC.

Claudio Ranieri kemudian dipercaya mengisi posisi yang ditinggalkan Maldini. Federasi kini harus melanjutkan persiapan tim nasional tanpa keterlibatan mantan bek legendaris tersebut.

Bagi Maldini, keputusan pergi menjadi pilihan setelah kepercayaan antara dirinya dan Malago tidak lagi terjaga. Ia memilih mengakhiri kerja sama daripada menjalankan tugas dengan kewenangan yang sudah berbeda dari kesepakatan awal.