Mainbolaonline.org – Real Madrid mengawali musim LaLiga 2026/2027 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Espanyol di Stadion RCDE, Sabtu (22/8/2026). Namun, perhatian justru tertuju pada keputusan Jose Mourinho yang menempatkan Trent Alexander-Arnold di bangku cadangan.
Mourinho memilih Denzel Dumfries sebagai bek kanan sejak menit awal. Alexander-Arnold baru mendapatkan kesempatan bermain pada 10 menit terakhir setelah masuk menggantikan pemain asal Belanda tersebut.
Situasi itu memunculkan kekhawatiran mengenai masa depan Alexander-Arnold di skuad Madrid. Jika terus menjadi pelapis Dumfries, menit bermainnya bisa berkurang. Karena itu, muncul saran agar Mourinho mencoba peran baru untuk sang pemain.
Alexander-Arnold Mulai Kehilangan Tempat
Alexander-Arnold sebelumnya menjadi salah satu pilihan utama di posisi bek kanan. Namun, kedatangan Dumfries dari Inter Milan membuat persaingan di posisi tersebut semakin ketat.
Keputusan Mourinho pada laga kontra Espanyol menunjukkan bahwa Dumfries saat ini lebih dipercaya untuk mengisi posisi tersebut. Alexander-Arnold harus bekerja keras jika ingin kembali menjadi starter.
Padahal, Alexander-Arnold memiliki catatan tujuh assist dari 35 pertandingan pada musim lalu. Pengalaman dan kemampuan umpannya tetap menjadi modal penting untuk membantu permainan Madrid.
Situasi ini membuat Andy Brassell menilai Mourinho perlu mencari posisi lain untuk Alexander-Arnold. Menurutnya, kemampuan pemain berusia 27 tahun itu masih terlalu berharga jika hanya digunakan sebagai pelapis.
Posisi Gelandang Bisa Jadi Solusi
Brassell menyarankan Alexander-Arnold dimainkan sebagai gelandang bertahan. Posisi tersebut dinilai cocok karena Madrid sedang membutuhkan pemain yang mampu mengatur permainan dari area tengah.
Pada laga melawan Espanyol, Madrid menggunakan Federico Valverde dan Bernardo Silva sebagai jangkar lini tengah. Keduanya bukan gelandang bertahan murni sehingga pilihan Mourinho di posisi tersebut cukup terbatas.
Madrid sebenarnya masih memiliki Eduardo Camavinga untuk menjalankan tugas sebagai gelandang bertahan. Namun, opsi itu menjadi lebih terbatas karena Aurelien Tchouameni sedang mengalami cedera.
Los Blancos juga sempat mengincar Rodri untuk mengisi posisi tersebut. Namun, rencana itu tidak terwujud setelah Rodri memilih melanjutkan karier bersama Barcelona.
Pengalaman Trent Bisa Dimanfaatkan
Alexander-Arnold bukan pemain asing dengan peran di lini tengah. Saat masih memperkuat Liverpool dan Timnas Inggris, ia beberapa kali dimainkan lebih ke tengah untuk memanfaatkan kemampuan distribusi bolanya.
Umpan panjang menjadi salah satu keunggulan utama Alexander-Arnold. Kemampuan tersebut bisa membantu Madrid membangun serangan dari area belakang sekaligus memberikan variasi dalam mengalirkan bola.
Peran sebagai gelandang bertahan juga bisa memberinya ruang lebih besar untuk membaca permainan. Ia dapat membantu pertahanan sekaligus menjadi penghubung antara lini belakang dan lini depan.
Brassell menilai Alexander-Arnold memang tidak akan memberikan karakter yang sama seperti Rodri. Namun, keberadaannya tetap bisa menjadi solusi untuk kebutuhan Madrid di area tengah.
Mourinho Punya Opsi Baru
Mourinho kini memiliki pilihan untuk mempertahankan Alexander-Arnold sebagai pelapis Dumfries atau mencoba memindahkannya ke lini tengah. Pilihan kedua berpotensi membuat kemampuannya lebih banyak digunakan.
Jika eksperimen tersebut berhasil, Madrid bisa mendapatkan keuntungan besar. Alexander-Arnold tetap mendapat menit bermain tanpa harus menggeser Dumfries dari posisi bek kanan.
Bagi The Special One, keputusan tersebut juga dapat menjadi cara untuk memaksimalkan kedalaman skuad. Alexander-Arnold memiliki pengalaman, kualitas umpan, dan kemampuan membaca permainan yang bisa membantu Madrid sepanjang musim.


