Arenabetting – Erik ten Hag kembali melontarkan kritik terhadap Cristiano Ronaldo. Mantan manajer Manchester United itu menilai penurunan performa sang megabintang sudah terlihat sejak membela Juventus, jauh sebelum keduanya bekerja sama di Old Trafford.
Dalam wawancara dengan ESPN, Ten Hag membahas tantangannya menangani Ronaldo ketika melatih MU. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, pemain bintang memang penting, tetapi mereka juga harus mampu bekerja demi kepentingan tim.
Ten Hag tetap mengakui Ronaldo sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Namun, ia menilai penyerang Portugal itu tidak lagi mampu tampil maksimal seperti pada masa puncak kariernya, terutama setelah meninggalkan Real Madrid.
Ten Hag Soroti Penurunan Performa Ronaldo
Ten Hag mengakui para pemain MU menghormati Ronaldo dan ingin bekerja sama dengannya. Namun, ia menilai kekaguman terhadap seorang bintang tidak cukup jika kontribusinya tidak sesuai dengan kebutuhan tim.
Menurut Ten Hag, setiap pemain top harus bersedia bekerja untuk kepentingan kolektif. Hal itu diperlukan agar tim bisa berfungsi dengan baik dan memiliki peluang lebih besar untuk meraih kemenangan.
Ia berpandangan Ronaldo sudah kesulitan mencapai performa terbaiknya selama tujuh hingga delapan tahun terakhir. Ten Hag bahkan menilai penurunan tersebut telah terlihat sejak Ronaldo masih memperkuat Juventus.
Real Madrid Dinilai Tepat Melepas Pemain
Ten Hag juga menyinggung cara Real Madrid mengambil keputusan terkait masa depan para pemainnya. Ia menilai klub raksasa Spanyol itu mampu mengenali waktu yang tepat untuk berpisah dengan pemain yang mulai mengalami penurunan performa.
Menurutnya, keputusan tersebut kerap diambil ketika seorang pemain masih terlihat berada di puncak karier dari sudut pandang publik. Padahal, klub sudah melihat tanda-tanda bahwa performanya tidak lagi maksimal.
Ten Hag menganggap pendekatan itu menjadi salah satu keunggulan Real Madrid dalam menjaga kualitas tim. Melepas pemain pada waktu yang tepat dapat membantu klub menghindari penurunan kontribusi yang berlarut-larut.
Hubungan Ronaldo dan Ten Hag Memburuk di MU
Ronaldo kembali ke Manchester United pada 2021 setelah meninggalkan Juventus. Namun, periode keduanya bersama Setan Merah tidak berjalan mulus, dengan catatan 27 gol dari 54 penampilan selama sekitar satu setengah musim.
Hubungan Ronaldo dan Ten Hag memburuk pada 2022. Ronaldo merasa tidak puas karena kerap dicadangkan, sementara Ten Hag menilai sang pemain tidak menunjukkan sikap yang sesuai dengan tuntutan tim.
Perselisihan itu semakin terbuka setelah Ronaldo menjalani wawancara bersama Piers Morgan. Dalam wawancara tersebut, Ronaldo mengungkapkan bahwa dirinya tidak menaruh respek kepada Ten Hag karena merasa tidak mendapatkan penghormatan dari sang manajer.
Situasi tersebut berujung pada kepergian Ronaldo dari MU. Ia kemudian melanjutkan kariernya di Arab Saudi bersama Al Nassr, sedangkan perselisihan dengan Ten Hag masih sesekali muncul melalui pernyataan publik.
Kritik terhadap Etos Kerja Ronaldo Berlanjut
Pernyataan terbaru Ten Hag bukan kali pertama ia mengkritik mantan anak asuhnya. Sebelumnya, ia juga menyinggung etos kerja Ronaldo selama berada di Manchester United, termasuk kebiasaannya dalam menjalani latihan.
Ten Hag bahkan menilai persoalan tersebut bisa menjadi beban bagi tim nasional Portugal. Kritik itu menunjukkan bahwa perbedaan pandangan keduanya tidak hanya berkaitan dengan keputusan pemilihan pemain, tetapi juga menyangkut sikap profesional dan kontribusi terhadap tim.
Di sisi lain, Ronaldo tetap memiliki reputasi besar berkat pencapaiannya sepanjang karier. Namun, bagi Ten Hag, nama besar tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran untuk menilai kontribusi seorang pemain dalam sebuah tim.
Perselisihan keduanya pun masih menjadi bahan pembicaraan di dunia sepak bola. Kritik Ten Hag kembali menegaskan bahwa hubungan mereka di MU berakhir dengan perbedaan pandangan yang belum sepenuhnya mereda.


