Arenabetting – Liverpool harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris. Namun, hasil di Anfield itu menyisakan kontroversi setelah Virgil van Dijk menilai timnya seharusnya mendapatkan hadiah penalti akibat tarikan Jurrien Timber terhadap Alexander Isak.
Pertandingan pada Minggu (2/11/2026) tersebut ditentukan oleh gol Kai Havertz pada menit ke-16. Arsenal berhasil mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir dan membawa pulang tiga poin penting dari markas Liverpool.
Van Dijk menyoroti insiden di depan gawang Arsenal ketika Isak berusaha menyambut umpan silang Bradley Barcola. Menurut kapten Liverpool itu, tarikan Timber menghalangi pergerakan Isak sehingga penyerang tersebut gagal menjangkau bola.
Insiden Isak dan Timber Picu Kontroversi
Momen yang dipermasalahkan terjadi ketika Liverpool mencoba membangun serangan ke area pertahanan Arsenal. Isak bergerak untuk menyambut umpan silang Barcola, tetapi Timber terlihat menarik tubuhnya sehingga pergerakannya terganggu.
Liverpool menilai tindakan tersebut cukup untuk menghasilkan tendangan penalti. Tarikan itu dianggap menghambat kesempatan Isak menjangkau bola di depan gawang, padahal situasi tersebut berpotensi membahayakan pertahanan Arsenal.
Namun, wasit Andy Madley tidak menunjuk titik putih. Setelah insiden tersebut ditinjau melalui VAR, keputusan untuk tidak memberikan penalti tetap dipertahankan, sehingga Liverpool kehilangan kesempatan memperoleh peluang dari titik putih.
Van Dijk Nilai Liverpool Layak Dapat Penalti
Van Dijk secara terbuka menyampaikan ketidakpuasannya terhadap keputusan wasit. Bek asal Belanda itu menilai tarikan Timber terhadap Isak merupakan pelanggaran yang semestinya berujung penalti bagi Liverpool.
Ia juga mengaku telah melihat tayangan ulang insiden tersebut. Menurut Van Dijk, kejadian serupa pernah menghasilkan penalti dalam pertandingan lain, sehingga ia merasa keputusan kali ini sulit dipahami.
Van Dijk menolak anggapan bahwa Isak harus terjatuh terlebih dahulu agar pelanggaran bisa diberikan. Baginya, tarikan yang menghambat pergerakan pemain tetap perlu dinilai berdasarkan dampaknya terhadap kesempatan bermain, bukan semata-mata apakah pemain tersebut jatuh.
Kapten Liverpool itu turut mempertanyakan mengapa tayangan dari berbagai sudut kamera tidak cukup membantu proses peninjauan. Ia merasa insiden tersebut terlihat jelas, tetapi keputusan akhir tetap tidak berpihak kepada timnya.
Liverpool Gagal Manfaatkan Peluang di Anfield
Terlepas dari kontroversi penalti, Liverpool tetap harus menerima kenyataan kehilangan poin di kandang sendiri. Gol Havertz pada menit ke-16 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Arsenal.
Hasil tersebut membuat Liverpool tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan 15 poin. Mereka gagal menambah koleksi angka untuk mendekati tim-tim yang berada di posisi teratas.
Sebaliknya, Arsenal memperoleh keuntungan besar dari kemenangan tandang ini. Tambahan tiga poin membawa The Gunners ke puncak klasemen dengan 24 poin, unggul tiga angka dari Manchester City yang berada di posisi kedua.
Bagi Liverpool, kekalahan ini menjadi pukulan karena mereka tidak hanya gagal meraih hasil positif, tetapi juga harus menerima keputusan kontroversial yang dipersoalkan kapten mereka.
Arsenal Makin Kokoh di Puncak Klasemen
Kemenangan di Anfield memperkuat posisi Arsenal dalam persaingan Liga Inggris musim ini. Mereka mampu mengamankan hasil maksimal di kandang lawan sekaligus menjaga jarak dari Manchester City dalam perebutan posisi teratas.
Sementara itu, Liverpool perlu segera bangkit agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan papan atas. Perolehan 15 poin membuat mereka masih memiliki pekerjaan besar untuk memperbaiki posisi klasemen.
Protes Van Dijk menunjukkan kekecewaan Liverpool terhadap keputusan wasit, tetapi hasil pertandingan tidak berubah. Arsenal tetap membawa pulang kemenangan 1-0, sedangkan Liverpool harus mengevaluasi performa mereka untuk menghadapi laga berikutnya.


