Arenabetting – Arsenal harus puas dengan hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Laga yang digelar di BayArena, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB itu berlangsung ketat dan penuh tekanan.
The Gunners sebenarnya punya peluang untuk membawa pulang kemenangan. Namun, mereka justru kebobolan lebih dulu di awal babak kedua.
Gol penyeimbang Arsenal akhirnya datang di menit akhir lewat penalti Kai Havertz. Hasil tersebut setidaknya menyelamatkan mereka dari kekalahan.
Meski begitu, pelatih Mikel Arteta disebut tetap merasa kecewa, terutama karena gol lawan terjadi dari situasi yang sudah diantisipasi.
Gol Leverkusen Berawal dari Skema Cepat
Leverkusen langsung tancap gas sejak awal babak kedua. Mereka memanfaatkan kick-off dengan sangat cepat untuk menekan pertahanan Arsenal.
Peluang pertama datang dari sundulan Martin Terrier yang berhasil ditepis oleh David Raya. Namun, bola keluar dan menghasilkan sepak pojok.
Dari situasi tersebut, Alejandro Grimaldo mengirim umpan yang dimanfaatkan oleh Robert Andrich menjadi gol.
Yang membuat frustrasi, rangkaian serangan itu terjadi hanya dalam hitungan detik setelah babak kedua dimulai.
Arteta Sudah Antisipasi Strategi Lawan
Mikel Arteta disebut sudah membahas potensi serangan cepat Leverkusen saat jeda pertandingan. Ia menyadari pola tersebut dari laga sebelumnya.
Leverkusen memang diketahui beberapa kali menggunakan skema serupa, termasuk dalam pertandingan melawan Freiburg.
Arteta mengaku timnya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi tersebut. Namun, eksekusi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana.
Hal ini yang membuatnya merasa kecewa karena tim tetap kebobolan dari skema yang sebenarnya sudah dipelajari.
Kurang Siap Jadi Penyebab Kebobolan
Menurut Arteta, masalah utama terletak pada kesiapan tim di awal babak kedua. Arsenal dinilai tidak cukup sigap dalam mengantisipasi serangan lawan.
Situasi tersebut membuat Leverkusen mendapatkan momentum dan langsung menciptakan peluang berbahaya.
Arteta menilai bahwa kesalahan kecil seperti ini bisa berakibat besar di level Liga Champions. Lawan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan.
Akibatnya, Arsenal harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan setelah kebobolan.
Tantangan Mental dan Fokus di Leg Kedua
Kebobolan dari situasi seperti itu juga memberikan dampak secara mental bagi tim. Arsenal harus berjuang keras untuk kembali fokus.
Arteta menyebut bahwa setelah kebobolan, pertandingan menjadi lebih sulit secara emosional. Tim harus mengatasi tekanan tambahan.
Kini, Arsenal akan menjamu Leverkusen di leg kedua di Emirates Stadium. Laga tersebut akan menjadi penentu nasib mereka.
Dengan pengalaman dari leg pertama, Arsenal diharapkan bisa tampil lebih siap dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.


