Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

AC Milan Siap Cuci Gudang, Luka Modric hingga Rafael Leao Terancam Pergi

Arenabetting – AC Milan dikabarkan siap melakukan perombakan besar pada skuad mereka di bursa transfer musim panas 2026. Rossoneri disebut bakal melepas sejumlah pemain penting demi menyusun ulang kekuatan tim musim depan. Langkah besar itu kabarnya sangat bergantung pada nasib Milan di Serie A. Sampai pekan ke-37, pasukan Massimiliano Allegri masih berada di posisi ketiga klasemen dengan 70 poin. Namun posisi mereka belum sepenuhnya aman dalam perebutan tiket Liga Champions. Milan wajib meraih kemenangan pada laga terakhir musim ini agar tidak tergeser dari zona empat besar. Jika gagal lolos ke Liga Champions, perombakan skuad diperkirakan akan berjalan lebih agresif dibanding rencana awal klub. Luka Modric Terancam Pergi Lebih Cepat Salah satu nama besar yang masuk daftar pemain potensial dilepas adalah Luka Modrić. Gelandang veteran asal Kroasia itu sebenarnya masih memiliki opsi perpanjangan kontrak satu musim lagi. Meski begitu, situasi finansial dan proyek baru klub membuat masa depan Modric mulai dipertanyakan. Milan disebut tidak akan mempertahankannya jika gagal tampil di Liga Champions musim depan. Cedera tulang pipi yang sempat dialami Modric beberapa waktu lalu juga membuat kontribusinya sedikit terganggu pada akhir musim ini. Walau begitu, pengalaman dan pengaruh besar Modric di ruang ganti tetap mendapat apresiasi dari internal Rossoneri. Tomori dan Loftus-Cheek Juga Masuk Daftar Jual Selain Modric, Milan juga siap melepas Fikayo Tomori dan Ruben Loftus-Cheek. Kedua pemain tersebut sama-sama masih memiliki kontrak hingga musim panas 2027. Namun hingga kini belum ada pembicaraan serius mengenai perpanjangan kerja sama baru. Situasi itu membuat Milan mulai membuka peluang untuk menjual mereka pada musim panas nanti. Tomori sebenarnya masih cukup sering bermain di lini belakang. Akan tetapi performanya dinilai belum benar-benar stabil dalam beberapa musim terakhir. Sementara Loftus-Cheek cukup kesulitan menjaga konsistensi akibat masalah kebugaran dan persaingan ketat di lini tengah Rossoneri. Rafael Leao dan Pulisic Ikut Terancam Kabar paling mengejutkan datang dari lini serang Milan. Rafael Leão dan Christian Pulisic juga disebut berpotensi dilepas. Leao kabarnya tidak terlalu cocok dengan skema 3-5-2 yang mulai diterapkan Allegri. Situasi itu membuat peran winger asal Portugal tersebut tidak lagi seistimewa musim-musim sebelumnya. Padahal Leao selama ini menjadi salah satu ikon penting Rossoneri di lini depan. Namun perubahan taktik membuat masa depannya mulai dipenuhi tanda tanya. Di sisi lain, kontrak Pulisic juga tinggal menyisakan satu musim dan belum ada tanda-tanda kesepakatan baru dengan klub. Milan Siapkan Wajah Baru untuk Musim Depan Selain nama-nama tadi, Christopher Nkunku juga masuk daftar pemain yang siap dilepas Milan. Rossoneri tampaknya ingin membangun ulang skuad dengan komposisi berbeda. Manajemen klub diyakini ingin menghadirkan tim yang lebih cocok dengan gaya bermain Allegri. Faktor finansial juga menjadi pertimbangan penting dalam proyek perombakan tersebut. Jika berhasil lolos ke Liga Champions, Milan kemungkinan tetap aktif di bursa transfer dengan mendatangkan beberapa pemain baru berkualitas. Rossoneri kini berada dalam fase penting yang akan menentukan arah klub untuk beberapa musim ke depan, termasuk apakah mereka mampu kembali bersaing di level tertinggi Eropa.

AC Milan Siap Cuci Gudang, Luka Modric hingga Rafael Leao Terancam Pergi Read More »

Arsenal Dinilai Sering Bikin Tegang, Tapi Tetap di Jalur Juara Premier League

Arenabetting – Arsenal kembali meraih kemenangan penting dalam perburuan gelar Premier League usai mengalahkan Burnley dengan skor tipis 1-0 di Emirates Stadium. Gol tunggal kemenangan The Gunners dicetak Kai Havertz pada laga yang berlangsung Selasa dini hari WIB. Hasil tersebut membuat Arsenal semakin dekat dengan trofi liga yang sudah lama mereka nantikan. Pasukan Mikel Arteta kini mengoleksi 82 poin dari 37 pertandingan dan masih memimpin klasemen sementara. Meski begitu, persaingan belum benar-benar selesai. Manchester City masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit dan berpotensi memangkas jarak jika mampu mengalahkan AFC Bournemouth. Situasi itu membuat perebutan gelar kemungkinan besar tetap berlangsung hingga pekan terakhir musim ini. Arsenal Kembali Menang Tipis Kemenangan atas Burnley kembali menunjukkan pola permainan Arsenal musim ini. Mereka memang tidak selalu menang dengan skor besar, tetapi mampu menjaga hasil hingga peluit akhir. Kai Havertz menjadi pembeda lewat gol penting yang membawa tiga poin untuk Meriam London. Performa pemain asal Jerman itu juga terus membaik pada fase akhir musim. Meski mendominasi permainan, Arsenal beberapa kali terlihat kesulitan memaksimalkan peluang. Situasi tersebut membuat pertandingan tetap terasa menegangkan sampai menit akhir. Namun lini belakang The Gunners kembali tampil solid dan sukses mempertahankan clean sheet yang sangat penting dalam momen krusial seperti sekarang. Gary Neville Nilai Arsenal Suka Persulit Diri Mantan pemain Manchester United, Gary Neville, menilai Arsenal sebenarnya berada di jalur yang tepat menuju gelar juara. Meski demikian, Neville merasa Arsenal sering membuat situasi menjadi lebih rumit daripada yang seharusnya. Menurutnya, The Gunners punya kebiasaan membiarkan pertandingan tetap hidup meski sedang unggul. Neville justru kagum dengan kemampuan Arsenal menjaga konsentrasi dalam tekanan tinggi. Ia melihat pasukan Mikel Arteta sangat disiplin mempertahankan bentuk permainan dan organisasi lini belakang. Kemampuan menjaga kemenangan tipis seperti itu dianggap mulai jarang ditemukan dalam sepak bola modern saat ini. Clean Sheet Jadi Senjata Utama Arsenal Salah satu faktor terbesar yang membuat Arsenal bertahan di puncak klasemen adalah kekuatan pertahanan mereka. The Gunners berkali-kali menang dengan margin tipis tetapi tetap aman karena pertahanan yang sangat disiplin. Neville bahkan menilai kemampuan Arsenal mempertahankan skor 1-0 menjadi modal besar untuk meraih gelar musim ini. Konsistensi di lini belakang dianggap lebih penting dibanding permainan atraktif semata. Kiper dan lini pertahanan Arsenal juga terus tampil tenang dalam momen-momen kritis. Situasi itu membantu tim tetap stabil saat tekanan mulai meningkat menjelang akhir musim. Solidnya pertahanan membuat Arsenal mampu mengatasi pertandingan sulit meski tidak selalu tampil dominan sepanjang laga. Penentuan Gelar Masih Menunggu City Meski memimpin lima poin, Arsenal belum bisa benar-benar santai. Nasib perebutan gelar masih bergantung pada hasil pertandingan Manchester City melawan Bournemouth. Jika City berhasil menang, maka persaingan juara akan ditentukan pada pekan terakhir Premier League. Situasi itu tentu membuat tekanan terhadap kedua tim semakin besar. Namun Arsenal setidaknya sudah melakukan tugas mereka dengan baik lewat kemenangan atas Burnley. Kini The Gunners tinggal berharap Manchester City terpeleset dalam laga sisa. Bagi para pendukung Meriam London, harapan untuk melihat klub kembali menjadi juara liga kini terasa semakin nyata setelah penantian panjang selama bertahun-tahun.

Arsenal Dinilai Sering Bikin Tegang, Tapi Tetap di Jalur Juara Premier League Read More »

Luka Modric Belum Habis, Siap Main di Piala Dunia Kelima Bersama Kroasia

Arenabetting – Luka Modrić kembali membuktikan bahwa usia belum menghentikan kualitasnya di level tertinggi. Meski sudah menginjak 40 tahun, sang gelandang veteran tetap masuk skuad Croatia national football team untuk 2026 FIFA World Cup. Pelatih Zlatko Dalić resmi mengumumkan daftar 26 pemain Kroasia untuk turnamen yang berlangsung di Amerika Utara. Nama Modric tetap menjadi bagian penting dalam skuad meski sebelumnya sempat mengalami cedera tulang pipi pada April lalu. Kondisi tersebut bahkan membuat musim Modric bersama AC Milan berakhir lebih cepat. Namun tim medis Kroasia optimistis sang kapten sudah pulih saat turnamen dimulai. Jika tampil nanti, Modric akan menjalani Piala Dunia kelima sepanjang karier internasionalnya. Sebuah pencapaian luar biasa untuk pemain yang sudah membela Kroasia sejak tahun 2006. Modric Kejar 200 Caps Bersama Kroasia Perjalanan Modric bersama tim nasional memang sudah masuk kategori legendaris. Hingga saat ini, ia tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah Kroasia. Gelandang elegan itu sudah mengoleksi 196 caps bersama negaranya. Jika Kroasia berhasil lolos dari fase grup Piala Dunia 2026, peluang Modric mencapai angka 200 penampilan internasional terbuka sangat lebar. Pengalaman Modric juga masih sangat dibutuhkan di lini tengah Kroasia. Meski usianya terus bertambah, visi bermain dan kemampuan mengatur tempo permainan tetap menjadi senjata utama Vatreni. Perannya tidak hanya penting di lapangan, tetapi juga dalam menjaga mentalitas skuad yang dihuni kombinasi pemain muda dan senior. Kroasia Tetap Andalkan Pemain Berpengalaman Selain Modric, Kroasia masih mempertahankan sejumlah nama senior yang sudah lama menjadi tulang punggung tim nasional. Ivan Perišić kembali mendapat tempat dalam skuad. Perisic bahkan berpeluang mencetak sejarah tersendiri jika mampu mencetak gol di empat edisi Piala Dunia secara beruntun. Pengalaman winger veteran itu dianggap masih sangat penting bagi Kroasia. Di samping para pemain senior, Kroasia juga membawa banyak nama yang tampil konsisten di klub masing-masing. Joško Gvardiol akan menjadi andalan di lini belakang. Sementara lini tengah tetap diperkuat Mateo Kovačić dan Mario Pašalić yang sudah berpengalaman bermain di kompetisi elite Eropa. Grup Berat Sudah Menanti Kroasia Kroasia tergabung di Grup L bersama England national football team, Panama national football team, dan Ghana national football team. Laga pertama langsung menghadirkan tantangan berat karena Kroasia akan menghadapi Inggris pada 17 Juni 2026. Duel tersebut diperkirakan menjadi penentu penting dalam perebutan posisi puncak grup. Meski begitu, Kroasia punya modal kepercayaan diri yang cukup tinggi. Dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, mereka selalu tampil mengejutkan. Vatreni sukses menjadi runner-up pada Piala Dunia 2018 sebelum finis di posisi ketiga pada edisi 2022. Modric Masih Jadi Simbol Generasi Emas Kroasia Nama Luka Modric sudah identik dengan era emas sepak bola Kroasia. Ia menjadi sosok sentral ketika negaranya mencapai final Piala Dunia 2018 di Rusia. Pada tahun yang sama, Modric juga berhasil meraih Ballon d’Or setelah memutus dominasi panjang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Kini, di usia 40 tahun, Modric masih dipercaya memimpin Kroasia di panggung terbesar sepak bola dunia. Kehadirannya menjadi bukti bahwa kualitas, pengalaman, dan mental juara tetap sangat berharga dalam sepak bola modern.

Luka Modric Belum Habis, Siap Main di Piala Dunia Kelima Bersama Kroasia Read More »

Pep Guardiola Dikabarkan Tinggalkan Manchester City, Para Pemain Sudah Bersiap

Arenabetting – Kabar mengejutkan datang dari Manchester City menjelang akhir musim 2025/2026. Pep Guardiola disebut-sebut bakal meninggalkan Etihad Stadium meski kontraknya sebenarnya masih berlaku sampai musim panas 2027. Rumor tersebut langsung membuat publik sepak bola Inggris heboh. Guardiola selama ini menjadi sosok penting di balik era paling sukses Manchester City dalam sejarah modern klub. Meski belum ada pengumuman resmi dari pihak klub maupun Guardiola, laporan media Inggris menyebut internal City sebenarnya sudah mengetahui rencana tersebut. Para pemain bahkan dikabarkan mulai bersiap menghadapi kemungkinan ditinggal sang manajer di akhir musim. Situasi itu membuat suasana di lingkungan Manchester City sedikit berbeda di tengah persaingan sengit perebutan gelar Premier League musim ini. Pemain City Kabarnya Sudah Tahu Beberapa laporan menyebut para pemain Manchester City sudah mendapat gambaran soal masa depan Guardiola. Informasi itu kabarnya beredar dalam lingkungan internal klub sejak beberapa pekan terakhir. Tidak hanya pemain, beberapa staf pelatih Guardiola juga mulai bersiap meninggalkan klub. Kondisi tersebut semakin memperkuat rumor bahwa era Guardiola di Etihad memang mendekati akhir. Meski begitu, skuad The Citizens tetap berusaha menjaga fokus penuh di lapangan. Para pemain masih ingin menutup musim dengan gelar juara Liga Inggris sebelum kemungkinan memasuki era baru. Mentalitas itu dianggap penting karena City masih punya peluang mengejar Arsenal di papan klasemen. Laga Lawan Bournemouth Jadi Penentuan Manchester City kini berada dalam tekanan besar menjelang duel melawan AFC Bournemouth. Pertandingan tersebut menjadi laga yang sangat menentukan dalam perburuan gelar Premier League. City saat ini mengoleksi 77 poin dari 36 pertandingan. Mereka masih tertinggal dari Arsenal yang sudah mengumpulkan 82 poin dari 37 laga. Situasinya cukup jelas bagi pasukan Guardiola. Jika City gagal menang atas Bournemouth, maka gelar juara otomatis jatuh ke tangan Arsenal. Karena itu, fokus skuad Manchester Biru saat ini masih tertuju penuh pada upaya mempertahankan peluang juara sebelum memikirkan masa depan sang pelatih. Era Guardiola Ubah Sejarah Manchester City Pep Guardiola datang ke Manchester City pada tahun 2016 dan langsung mengubah wajah klub secara total. Dalam hampir satu dekade, pelatih asal Spanyol itu berhasil membawa City menjadi kekuatan dominan di Inggris maupun Eropa. Total 17 trofi berhasil dipersembahkan Guardiola untuk The Citizens. Koleksi tersebut termasuk enam gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions yang sangat bersejarah bagi klub. Selain prestasi, Guardiola juga mengubah identitas permainan City menjadi salah satu tim paling atraktif di dunia. Gaya bermain berbasis penguasaan bola membuat mereka sulit disaingi dalam banyak musim terakhir. Kesuksesan itu membuat Guardiola dianggap sebagai pelatih terbaik dalam sejarah Manchester City. City Bersiap Hadapi Era Baru Jika Guardiola benar-benar pergi pada akhir musim ini, Manchester City dipastikan menghadapi perubahan besar. Klub harus segera mencari sosok yang mampu melanjutkan standar tinggi yang sudah dibangun selama bertahun-tahun. Beberapa nama mulai dikaitkan sebagai calon pengganti, meski hingga kini belum ada kepastian resmi dari manajemen klub. City diyakini akan sangat berhati-hati menentukan arah proyek berikutnya. Para pemain senior juga diperkirakan bakal memiliki peran penting menjaga stabilitas ruang ganti ketika pergantian pelatih terjadi nanti. Untuk saat ini, seluruh fokus Manchester City masih tertuju pada perebutan trofi Premier League sebelum kemungkinan mengucapkan selamat tinggal kepada Pep Guardiola di akhir musim.

Pep Guardiola Dikabarkan Tinggalkan Manchester City, Para Pemain Sudah Bersiap Read More »

Mourinho Dikabarkan Dekat ke Real Madrid, Legenda Klub Ini Cocok Jadi Asisten?

Arenabetting – Nama José Mourinho kembali ramai dikaitkan dengan Real Madrid menjelang musim baru. Pelatih asal Portugal itu kabarnya masuk dalam salah satu opsi untuk kembali ke Santiago Bernabeu setelah situasi internal klub mulai memanas. Rumor tersebut langsung memancing perhatian publik sepak bola Eropa. Mourinho memang punya hubungan yang cukup kuat dengan Los Blancos sejak menangani klub itu pada periode 2010 hingga 2013. Menariknya, kabar terbaru menyebut Mourinho ingin membawa sosok legenda Real Madrid sebagai asistennya jika benar kembali ke Spanyol. Situasi itu membuat banyak nama mulai dikaitkan dengan kursi staf kepelatihan Madrid musim depan. Beberapa mantan pemain besar dinilai cocok mendampingi Mourinho karena punya pengalaman, kharisma, dan hubungan kuat dengan ruang ganti Los Blancos. Raul Gonzalez Jadi Nama Paling Masuk Akal Raúl González menjadi salah satu nama yang paling sering muncul dalam rumor tersebut. Legenda Real Madrid itu saat ini memang sudah lama berada di lingkungan akademi klub. Raul punya pengalaman melatih Real Madrid Castilla dan dianggap memahami filosofi klub dengan sangat baik. Kedekatannya dengan pemain muda juga bisa menjadi keuntungan besar jika Mourinho datang membawa proyek baru. Selain itu, Raul dikenal punya karakter tenang yang bisa melengkapi gaya Mourinho yang penuh tekanan. Kombinasi keduanya dinilai berpotensi menciptakan keseimbangan dalam ruang ganti. Publik Madrid juga diyakini bakal menyambut positif kehadiran Raul di bangku pelatih utama sebagai asisten karena statusnya yang sangat dihormati di Bernabeu. Xabi Alonso Juga Sempat Masuk Pembicaraan Nama Xabi Alonso sebenarnya juga cukup menarik jika dikaitkan dengan Mourinho. Mantan gelandang elegan Real Madrid itu pernah bekerja sama langsung dengan Mourinho saat masih aktif bermain. Hubungan keduanya dikenal cukup baik selama berada di Madrid. Xabi juga punya pemahaman taktik yang tinggi dan kini mulai sukses membangun reputasi sebagai pelatih. Namun peluang Xabi menjadi asisten terasa cukup kecil. Karier kepelatihannya sudah berkembang pesat sehingga ia lebih mungkin mengambil posisi pelatih utama dibanding duduk sebagai pendamping Mourinho. Meski begitu, namanya tetap menarik dibahas karena punya aura kepemimpinan kuat dan dihormati banyak pemain Madrid. Sergio Ramos Bisa Jadi Opsi Mengejutkan Nama lain yang cukup menarik adalah Sergio Ramos. Mantan kapten Los Blancos itu dikenal memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Real Madrid. Ramos juga pernah merasakan langsung atmosfer kerja bersama Mourinho dalam salah satu periode paling panas di klub. Pengalaman itu bisa menjadi modal penting jika suatu hari masuk staf kepelatihan. Karakter keras Ramos dinilai cocok dengan pendekatan Mourinho yang sangat disiplin. Kehadirannya juga bisa membantu menjaga mentalitas ruang ganti Madrid yang selalu penuh tekanan. Meski masih aktif bermain dalam beberapa musim terakhir, Ramos tetap dianggap punya potensi besar menjadi pelatih atau staf penting di masa depan. Mourinho dan Madrid Selalu Punya Cerita Besar Kembalinya Mourinho ke Real Madrid tentu bakal menjadi cerita besar di sepak bola Eropa. The Special One masih dianggap sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah modern klub tersebut. Pada periode pertamanya di Madrid, Mourinho berhasil mengubah mentalitas tim dan memberi perlawanan sengit terhadap dominasi Barcelona era Pep Guardiola. Hubungannya dengan fans Madrid juga terbilang unik. Meski sempat memicu kontroversi, banyak suporter tetap menghormati keberaniannya menghadapi tekanan besar di Spanyol. Jika rumor itu benar terjadi, kehadiran legenda klub sebagai asisten bisa menjadi langkah penting untuk membantu Mourinho membangun kembali chemistry di Santiago Bernabeu musim depan.

Mourinho Dikabarkan Dekat ke Real Madrid, Legenda Klub Ini Cocok Jadi Asisten? Read More »

Roma Dekati Liga Champions Usai Tumbangkan Lazio di Derby Panas

Arenabetting – AS Roma membuka peluang besar untuk tampil di Liga Champions musim depan setelah meraih kemenangan penting atas Lazio dalam Derby della Capitale. Hasil tersebut membuat I Lupi kini berada di posisi yang sangat menguntungkan menjelang pekan terakhir Serie A 2025/2026. Pertandingan di Stadion Olimpico berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal laga. Atmosfer derby membuat kedua tim tampil agresif, tetapi Roma terlihat lebih siap memanfaatkan momentum penting dalam pertandingan krusial tersebut. Kemenangan Roma terasa semakin spesial karena hadir di saat Juventus justru terpeleset. Situasi itu membuat persaingan perebutan empat besar berubah drastis hanya satu pekan sebelum kompetisi berakhir. Gianluca Mancini Jadi Pahlawan I Lupi Roma tampil efektif sepanjang pertandingan dan berhasil mengendalikan tekanan derby dengan cukup baik. Sosok Gianluca Mancini menjadi pembeda besar dalam laga penuh gengsi tersebut. Bek asal Italia itu mencetak dua gol yang memastikan kemenangan 2-0 untuk Giallorossi. Penampilannya tak hanya solid di lini belakang, tetapi juga sangat menentukan saat membantu serangan. Lazio sebenarnya beberapa kali mencoba memberikan perlawanan. Namun organisasi permainan Roma terlihat lebih disiplin sehingga lawan kesulitan menciptakan peluang bersih di depan gawang. Hasil itu membuat Stadion Olimpico dipenuhi euforia pendukung Roma. Derby kemenangan ini terasa semakin penting karena datang di fase paling menentukan musim. Kekalahan Juventus Jadi Bonus Besar Di waktu yang bersamaan, Juventus justru mengalami hasil buruk setelah kalah 0-2 dari Fiorentina di kandang sendiri. Kekalahan tersebut langsung mengubah peta persaingan zona Liga Champions. Roma kini naik ke posisi empat klasemen sementara Serie A. Mereka unggul dua poin atas Como dan Juventus yang masih terus membayangi di bawahnya. Situasi itu membuat nasib Roma kini berada sepenuhnya di tangan mereka sendiri. I Lupi tidak lagi bergantung pada hasil tim lain untuk memastikan tiket ke kompetisi elite Eropa musim depan. Keuntungan tersebut menjadi modal besar menjelang laga terakhir. Roma hanya perlu menjaga fokus agar tidak kehilangan momentum yang sudah dibangun dengan susah payah sepanjang musim. Gasperini Minta Tim Tetap Tenang Pelatih Gian Piero Gasperini langsung mengingatkan pemainnya agar tidak terlalu terlena dengan kemenangan derby. Ia menilai pekerjaan Roma belum selesai karena masih ada satu laga penentuan. Menurut Gasperini, persaingan Serie A musim ini sangat ketat. Jarak poin yang tipis membuat situasi klasemen bisa berubah dalam waktu singkat jika tim kehilangan konsentrasi. Pelatih berpengalaman itu juga mengaku senang karena Roma akhirnya bisa menentukan nasib sendiri. Ia menilai kemenangan atas Lazio menjadi hasil penting setelah sebelumnya berharap rival-rival mereka terpeleset. Meski begitu, Gasperini tetap meminta skuadnya menjaga fokus penuh. Ia tidak ingin euforia derby justru mengganggu persiapan menuju pertandingan terakhir musim ini. Verona Jadi Penentuan Tiket Liga Champions Pada pekan terakhir Serie A, Roma akan bertandang ke markas Hellas Verona yang sudah dipastikan terdegradasi. Di atas kertas, situasi itu membuat I Lupi lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan. Namun Gasperini menilai laga tersebut tetap tidak akan mudah. Tim yang sudah terdegradasi sering kali tampil tanpa tekanan dan bisa menjadi lawan berbahaya. Roma kini hanya membutuhkan satu langkah lagi untuk memastikan tiket Liga Champions. Jika mampu menjaga performa seperti saat derby, peluang mereka finis di empat besar terbuka sangat lebar. Pendukung Giallorossi tentu berharap momentum positif ini bisa berakhir manis. Setelah melalui perburuan panjang dan ketat sepanjang musim, Roma kini berada sangat dekat dengan panggung Liga Champions musim depan.

Roma Dekati Liga Champions Usai Tumbangkan Lazio di Derby Panas Read More »