Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Sassuolo Kesulitan Menang Sejak Jay Idzes Absen karena Cedera

Arenabetting – Sassuolo belum mampu meraih kemenangan lagi di Serie A sejak kehilangan Jay Idzes akibat cedera. Bek Timnas Indonesia itu absen dalam tiga pertandingan terakhir, sementara timnya justru mengalami penurunan performa dengan catatan dua kekalahan dan satu hasil imbang. Idzes mengalami cedera saat Sassuolo mengalahkan Juventus dengan skor 3-2 pada pertengahan September 2026. Dia didiagnosis mengalami robekan sedang pada otot quadriceps paha kiri yang membuatnya harus menepi cukup lama. Cedera tersebut diperkirakan membuat Idzes absen selama satu setengah hingga dua bulan. Dia menjalani perawatan di Amsterdam, Belanda, sedangkan Sassuolo harus berjuang menghadapi pertandingan tanpa salah satu pemain penting di lini belakang. Sassuolo Kehilangan Kemenangan Setelah Idzes Cedera Sassuolo belum menemukan hasil positif sejak Idzes menepi. Dalam tiga pertandingan Serie A tanpa bek asal Indonesia itu, tim asuhan Alberto Aquilani hanya mampu meraih satu hasil imbang dan menelan dua kekalahan. Hasil terburuk mereka datang pada akhir pekan lalu ketika menghadapi Frosinone. Sassuolo kalah 2-4 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadio Benito Stirpe. Kekalahan tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan Sassuolo sekaligus memperlihatkan sulitnya mereka menjaga konsistensi. Tim berjuluk I Neroverdi itu belum berhasil menemukan solusi untuk kembali meraih tiga poin. Catatan Sassuolo Berbeda Saat Jay Idzes Bermain Performa Sassuolo terlihat berbeda ketika Idzes masih bisa tampil di lapangan. Dalam tiga pertandingan sebelum cedera, mereka berhasil meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang. Sassuolo membuka catatan tersebut dengan kemenangan 2-1 atas Torino. Setelah itu, mereka bermain imbang 2-2 saat menghadapi Bologna sebelum menutup rangkaian pertandingan dengan mengalahkan Juventus 3-2. Sebaliknya, tiga laga tanpa Idzes menghasilkan kekalahan 1-2 dari Monza, hasil imbang 1-1 melawan AC Milan, dan kekalahan 2-4 dari Frosinone. Perbedaan hasil ini menjadi perhatian di tengah upaya Sassuolo memperbaiki performa. Meski catatan tersebut memperlihatkan perbedaan hasil, absennya Idzes bukan satu-satunya faktor yang bisa menentukan performa sebuah tim. Namun, kehilangan pemain bertahan penting tentu menjadi tantangan bagi Aquilani dalam menjaga keseimbangan permainan. Jay Idzes Dinilai Penting bagi Lini Belakang Media Italia, Sassuolonews, menyoroti pengaruh absennya Idzes terhadap penampilan Sassuolo. Bek tengah itu dinilai memiliki kemampuan membaca permainan dan karakter kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menjaga pertahanan tetap terorganisasi. Menurut laporan tersebut, kehadiran Idzes memberikan rasa aman bagi lini belakang. Dia juga dianggap mampu membantu tim menghadapi situasi sulit ketika lawan memberikan tekanan. Sassuolo kini menantikan kepulangan sang bek setelah menjalani proses pemulihan. Kembalinya Idzes diharapkan bisa membantu Aquilani memperkuat barisan pertahanan dan mengembalikan kestabilan permainan tim. Sassuolo Menunggu Kabar Pemulihan Idzes Idzes diperkirakan baru bisa kembali bermain dalam beberapa minggu mendatang. Durasi pemulihan tersebut membuat Sassuolo masih harus menjalani pertandingan tanpa kehadirannya untuk sementara waktu. Situasi ini menjadi tantangan bagi Aquilani untuk mencari susunan pertahanan yang mampu memberikan hasil lebih baik. Sassuolo perlu segera memperbaiki performa setelah gagal menang dalam tiga pertandingan terakhir. Bagi Idzes, fokus utama saat ini adalah menjalani pemulihan agar bisa kembali memperkuat tim. Sementara itu, Sassuolo berharap bisa segera keluar dari periode sulit dan kembali meraih kemenangan di Serie A.

Sassuolo Kesulitan Menang Sejak Jay Idzes Absen karena Cedera Read More »

AC Milan Menang atas Atalanta, Rabiot Kesal Tim Kehilangan Fokus

Arenabetting – AC Milan berhasil mengalahkan Atalanta dengan skor 3-2 dalam lanjutan Liga Italia. Meski mengamankan tiga poin di San Siro, kemenangan tersebut tidak sepenuhnya memuaskan Adrien Rabiot yang kecewa dengan penampilan timnya pada babak kedua. Milan tampil meyakinkan pada awal pertandingan yang berlangsung Senin (19/10/2026) dini hari WIB. Rossoneri mampu mencetak tiga gol melalui Goncalo Ramos, Adrien Rabiot, dan Mario Gila, sehingga sempat berada dalam posisi nyaman. Namun, keunggulan itu justru membuat Milan kehilangan kendali permainan. Atalanta memanfaatkan situasi tersebut untuk memperkecil ketertinggalan melalui gol Gianluca Gaetano dan Nikola Krstovic. Milan akhirnya tetap menang, tetapi Rabiot menilai timnya tidak boleh mengulangi kesalahan serupa. Milan Kehilangan Kendali Setelah Unggul AC Milan mengawali pertandingan dengan penampilan yang meyakinkan. Serangan mereka mampu menghasilkan tiga gol dan membuat Atalanta harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. Rabiot menjadi salah satu pencetak gol Milan dalam pertandingan tersebut. Golnya ikut membantu Rossoneri membangun keunggulan sebelum situasi berubah pada babak kedua. Setelah unggul, Milan justru mulai kehilangan kendali. Atalanta berhasil mencetak dua gol balasan dan membuat pertandingan kembali menegangkan hingga peluit akhir. Adrien Rabiot Kecewa dengan Penampilan Tim Rabiot mengaku marah melihat perubahan permainan Milan setelah sempat tampil bagus. Gelandang asal Prancis itu menilai timnya mampu bermain dengan baik, tetapi kemudian kehilangan kontrol pada bagian akhir pertandingan. Menurut Rabiot, situasi tersebut menjadi masalah karena penampilan positif sebelumnya tidak diikuti konsistensi sepanjang laga. Ia merasa Milan seharusnya mampu menjaga kualitas permainan meski sudah unggul. Rabiot juga menilai kemenangan saja tidak cukup untuk menutupi kekurangan tersebut. Baginya, Milan harus belajar mempertahankan fokus agar lawan tidak mendapat kesempatan untuk kembali masuk ke dalam pertandingan. Atalanta Manfaatkan Kelengahan Milan Atalanta tidak menyerah meski tertinggal tiga gol. Gianluca Gaetano dan Nikola Krstovic berhasil mencetak gol yang membuat jarak kedua tim semakin tipis. Dua gol tersebut memperlihatkan bahwa Milan masih memberikan ruang bagi lawan untuk membangun serangan. Keunggulan yang semula terlihat nyaman pun berubah menjadi situasi yang membuat tuan rumah harus berjuang mempertahankan hasil. Milan pada akhirnya tetap mengamankan kemenangan 3-2. Namun, respons Atalanta setelah tertinggal menjadi perhatian karena Rossoneri hampir kehilangan keuntungan dari keunggulan yang sudah mereka bangun. Rabiot Minta Milan Lebih Konsisten Rabiot menegaskan bahwa Milan tidak boleh bermain bagus pada satu bagian pertandingan, lalu kehilangan kendali pada bagian lainnya. Ia ingin tim menjaga intensitas dan fokus dari awal hingga akhir laga. Meski kecewa, Rabiot tetap mengakui pentingnya tiga poin yang berhasil didapatkan Milan. Kemenangan tersebut memberikan tambahan poin bagi Rossoneri, tetapi masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Bagi Milan, hasil melawan Atalanta menjadi pengingat bahwa keunggulan besar tidak menjamin pertandingan akan berjalan mudah. Tim perlu memperbaiki konsistensi permainan agar tidak kembali menghadapi tekanan serupa pada laga berikutnya.

AC Milan Menang atas Atalanta, Rabiot Kesal Tim Kehilangan Fokus Read More »

Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Sempurna, Madrid Dekati Atletico

Arenabetting – Barcelona masih kokoh di puncak klasemen Liga Spanyol 2026 setelah menyapu bersih sembilan pertandingan pertama. Catatan sempurna itu membuat Blaugrana semakin menjauh dari para pesaingnya dalam persaingan menuju gelar juara LaLiga. Barcelona kini mengoleksi 27 poin, unggul lima angka dari Atletico Madrid yang berada di posisi kedua. Sementara itu, Real Madrid terus berusaha mengejar setelah meraih kemenangan telak 4-1 atas Sevilla pada pertandingan terbarunya. Hasil tersebut membuat persaingan di papan atas tetap menarik. Atletico masih berada di atas Madrid, tetapi jarak kedua tim hanya satu poin. Real Betis juga mengamankan posisi keempat dan melengkapi zona empat besar klasemen sementara. Barcelona Belum Kehilangan Poin Barcelona memimpin klasemen dengan 27 poin dari sembilan pertandingan. Mereka mencatatkan sembilan kemenangan tanpa hasil imbang maupun kekalahan, dengan selisih gol mencapai plus 30. Catatan tersebut memperlihatkan produktivitas Barcelona sepanjang awal musim. Keunggulan lima poin atas Atletico membuat mereka memiliki ruang lebih besar di puncak klasemen, meski kompetisi masih panjang. Konsistensi menjadi modal penting bagi Blaugrana untuk mempertahankan posisi teratas. Barcelona kini berusaha melanjutkan tren positif agar para pesaing tidak memiliki kesempatan memangkas jarak dalam perebutan gelar. Atletico Madrid Masih Dibayangi Real Madrid Atletico Madrid menempati posisi kedua dengan 22 poin dari sembilan laga. Mereka telah meraih tujuh kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan, dengan selisih gol plus 11. Real Madrid berada tepat di bawah Atletico dengan 21 poin. Los Blancos mengoleksi tujuh kemenangan dan dua kekalahan dari sembilan pertandingan, serta memiliki selisih gol plus 14. Kemenangan 4-1 atas Sevilla menjadi hasil penting bagi Madrid setelah mereka mengalami dua kekalahan dalam sembilan laga pertama. Tambahan tiga poin itu membuat Madrid tetap menjaga jarak dari Barcelona sekaligus terus menekan Atletico. Real Betis Melengkapi Empat Besar Real Betis berada di peringkat keempat dengan koleksi 19 poin. Mereka mencatatkan enam kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan dari sembilan pertandingan yang telah dimainkan. Posisi tersebut menempatkan Betis dalam zona empat besar, bersama Barcelona, Atletico Madrid, dan Real Madrid. Mereka kini memiliki keunggulan dua poin atas Real Sociedad yang berada di urutan kelima. Real Sociedad mengumpulkan 16 poin dari sembilan pertandingan. Sementara itu, Sevilla berada di posisi keenam dengan 14 poin meski baru saja menelan kekalahan telak dari Real Madrid. Persaingan Papan Tengah Masih Ketat Alavés menempati posisi ketujuh dengan 11 poin, sama seperti Celta Vigo, Deportivo, dan Osasuna. Keempat tim tersebut memiliki jumlah poin yang sama, tetapi menempati posisi berbeda berdasarkan selisih gol dan catatan klasemen lainnya. Athletic Club berada di peringkat ke-11 dengan sembilan poin dari tujuh pertandingan. Villarreal juga mengoleksi sembilan poin, tetapi telah memainkan sembilan laga dan menempati posisi ke-12. Di bagian bawah klasemen, Valencia berada di peringkat ke-19 dengan enam poin dari sembilan pertandingan. Málaga menempati posisi terakhir dengan empat poin setelah belum meraih kemenangan dalam sembilan laga yang tercantum pada klasemen. Barcelona masih menjadi pemimpin dengan catatan sempurna, sedangkan Atletico dan Real Madrid bersaing ketat di belakangnya. Kemenangan Madrid atas Sevilla turut menjaga persaingan papan atas, sementara Real Betis berusaha mempertahankan tempat di empat besar LaLiga.

Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Sempurna, Madrid Dekati Atletico Read More »

Arsenal Bangkit Usai Dibantai Brighton, Arteta Puas dengan Respons Tim

Arenabetting – Arsenal menunjukkan kebangkitan positif setelah kalah telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion pada September lalu. Pasukan Mikel Arteta kini kembali meraih kemenangan dan mulai menunjukkan konsistensi di Liga Inggris maupun Liga Champions. Kekalahan dari Brighton sempat menjadi pukulan bagi The Gunners. Namun, setelah jeda internasional, Arsenal mampu memperbaiki penampilan dengan mengalahkan Leeds United 2-1 di Liga Inggris dan menundukkan Lille 3-0 di Liga Champions. Kemenangan terbaru Arsenal datang saat bertandang ke markas Nottingham Forest, Minggu (18/10/2026) malam WIB. Gol Noni Madueke memastikan The Gunners menang 1-0 sekaligus melanjutkan tren positif setelah kekalahan dari Brighton. Arsenal Langsung Bangkit Setelah Kekalahan Kekalahan 0-3 dari Brighton menjadi hasil mengecewakan bagi Arsenal sebelum jeda internasional pada September lalu. Tim asuhan Arteta kemudian berusaha memperbaiki permainan ketika kembali menjalani pertandingan kompetitif. Respons itu terlihat saat Arsenal menjamu Leeds United di Emirates Stadium. The Gunners berhasil menang 2-1 dan kembali mendapatkan hasil positif di Liga Inggris. Arsenal kemudian melanjutkan tren tersebut di Liga Champions. Mereka mengalahkan Lille dengan skor 3-0, memperlihatkan kemampuan tim untuk kembali tampil meyakinkan setelah mengalami kekalahan yang cukup berat. Arteta Puas dengan Respons Para Pemain Mikel Arteta mengaku sangat puas dengan cara para pemainnya merespons kekalahan dari Brighton. Ia menilai Arsenal telah menunjukkan perkembangan positif dengan meraih tiga kemenangan setelah hasil buruk tersebut. Arteta juga menyoroti catatan 11 pertandingan dengan 10 kemenangan setelah 18 pemain Arsenal kembali dari Piala Dunia. Menurutnya, tim berada dalam posisi yang baik, meski masih memiliki ruang untuk berkembang. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa Arsenal harus terus berusaha meningkatkan kualitas permainan. Ia ingin para pemain mencapai performa terbaik sekaligus menikmati proses yang sedang dijalani tim. Kemenangan atas Nottingham Menambah Keyakinan Arsenal kembali membuktikan perkembangan tersebut ketika menghadapi Nottingham Forest. Bermain di kandang lawan, The Gunners harus bekerja keras sebelum akhirnya mengamankan kemenangan tipis 1-0. Noni Madueke menjadi penentu hasil pertandingan lewat gol pada menit ke-80. Gol tersebut memastikan Arsenal membawa pulang tiga poin setelah menghadapi perlawanan dari Nottingham. Kemenangan ini memperpanjang tren positif Arsenal sejak kekalahan dari Brighton. Hasil tersebut juga menjadi bukti bahwa tim mampu menemukan cara untuk menang, termasuk ketika pertandingan berlangsung sulit dan peluang tidak mudah didapatkan. David Raya Ingatkan Arsenal untuk Terus Berkembang Kiper Arsenal, David Raya, turut menilai respons tim setelah kekalahan dari Brighton sangat positif. Ia merasa cara para pemain bangkit dan menjalani pertandingan berikutnya menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Meski puas dengan penampilan tim, Raya menegaskan bahwa Arsenal masih memiliki sejumlah hal yang perlu diperbaiki. Ia ingin tim tetap mengambil sisi positif dari setiap pertandingan sambil terus meningkatkan kualitas permainan. Arsenal kini berusaha menjaga momentum tersebut untuk menghadapi tantangan berikutnya. Arteta juga menilai timnya berada dalam posisi yang baik, tetapi konsistensi dan kemauan untuk terus berkembang tetap menjadi hal penting bagi The Gunners.

Arsenal Bangkit Usai Dibantai Brighton, Arteta Puas dengan Respons Tim Read More »

Carrick Akui Kepercayaan Diri MU Menurun Usai Gagal Menang Lagi

Arenabetting – Manchester United kembali gagal meraih kemenangan setelah bermain imbang 1-1 melawan Leeds United. Hasil ini membuat manajer Michael Carrick mengakui bahwa kepercayaan diri para pemainnya sedang menurun di tengah rentetan hasil kurang memuaskan. MU sebenarnya sempat berada di posisi menguntungkan saat Bryan Mbeumo mencetak gol pembuka dalam pertandingan di markas Leeds. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir setelah Dominic Calvert-Lewin menyamakan kedudukan pada babak kedua. Meski melihat semangat juang yang cukup baik dari anak asuhnya, Carrick tidak menutup mata terhadap masalah yang sedang dihadapi tim. Ia menilai MU masih menunjukkan kerapuhan, terutama ketika kepercayaan diri pemain belum berada pada level terbaik. MU Sempat Menunjukkan Permainan Positif Manchester United tidak sepenuhnya tampil buruk saat menghadapi Leeds United. Meski lebih sering berada di bawah tekanan, Bruno Fernandes dan rekan-rekannya sempat memiliki beberapa periode ketika mampu mengambil kendali permainan. MU juga sempat memanfaatkan peluang untuk unggul melalui gol Mbeumo pada babak pertama. Gol tersebut memberikan harapan bagi Setan Merah untuk mengakhiri rentetan hasil buruk dan membawa pulang kemenangan dari Elland Road. Namun, Leeds berhasil membalas setelah jeda melalui Calvert-Lewin. Gol tersebut membuat MU kembali kehilangan keunggulan dan harus puas membawa pulang satu poin dari pertandingan yang berlangsung ketat. Carrick Soroti Kepercayaan Diri Pemain Carrick menilai para pemainnya sudah berusaha menghadapi pertandingan dengan baik, meski penampilan tim belum sempurna. Ia melihat ada sejumlah momen ketika MU bermain bagus, tetapi kondisi mental pemain masih menjadi tantangan. Menurut Carrick, kepercayaan diri skuadnya memang belum berada pada tingkat terbaik. Situasi itu terlihat dalam beberapa bagian pertandingan dan menjadi salah satu hal yang perlu diperbaiki oleh Manchester United. Penilaian tersebut muncul di tengah rangkaian hasil yang belum memuaskan. Ketika tim kesulitan meraih kemenangan, menjaga keyakinan pemain menjadi pekerjaan penting agar mereka tetap mampu menunjukkan permainan terbaik. Pertahanan dan Semangat Juang Tetap Mendapat Apresiasi Di balik hasil imbang tersebut, Carrick tetap melihat sisi positif dari penampilan timnya. Ia menilai para pemain mampu bertahan dengan baik sebagai sebuah tim dalam sejumlah momen dan memberikan usaha maksimal sepanjang pertandingan. Carrick juga mengakui bahwa Leeds merupakan lawan yang bisa memberikan tekanan besar. Menurutnya, tim yang tidak siap menghadapi intensitas permainan Leeds akan kesulitan mengimbangi pertandingan. Meski demikian, upaya bertahan dan semangat juang itu belum cukup untuk membawa MU meraih kemenangan. Mereka masih perlu memperbaiki sejumlah aspek permainan agar bisa mengubah penampilan positif menjadi hasil yang lebih baik. MU Belum Menang dalam Enam Laga Terakhir Hasil imbang melawan Leeds memperpanjang catatan tanpa kemenangan Manchester United menjadi enam pertandingan di semua kompetisi. Dalam periode tersebut, Setan Merah meraih tiga hasil imbang dan menelan tiga kekalahan. Rentetan ini menjadi tantangan besar bagi Carrick untuk mengembalikan kepercayaan diri skuadnya. MU membutuhkan hasil positif agar para pemain kembali memiliki keyakinan ketika menghadapi pertandingan berikutnya. Kegagalan mengamankan tiga poin di Elland Road menunjukkan bahwa masalah MU belum sepenuhnya teratasi. Carrick kini perlu mencari cara untuk memperkuat permainan tim sekaligus membantu para pemain keluar dari periode sulit tersebut.

Carrick Akui Kepercayaan Diri MU Menurun Usai Gagal Menang Lagi Read More »

Klasemen Liga Italia: Lazio Tempel Inter, Juventus Turun ke Posisi Delapan

Arenabetting – Persaingan papan atas klasemen Liga Italia 2026 semakin menarik setelah Lazio meraih kemenangan besar atas Juventus. Hasil tersebut membuat Lazio terus menempel Inter Milan yang masih berada di puncak klasemen sementara. Lazio tampil meyakinkan saat bertandang ke Allianz Stadium, Senin (19/10/2026) dini hari WIB. Mereka mengalahkan Juventus dengan skor 3-0 melalui gol Oliver Provstgaard, Gustav Isaksen, dan Fisayo Dele-Bashiru. Kemenangan ini memperkuat posisi Lazio sebagai salah satu pesaing serius dalam perebutan gelar. Mereka belum menelan kekalahan hingga pekan ketujuh dan kini memiliki jumlah poin yang sama dengan Inter Milan. Inter Milan dan Lazio Sama-sama Mengoleksi 19 Poin Inter Milan masih memimpin klasemen Liga Italia dengan koleksi 19 poin dari tujuh pertandingan. Lazio menempati posisi kedua dengan jumlah poin yang sama, tetapi berada di bawah Inter karena kalah dalam selisih gol. Kedua tim sama-sama belum terkalahkan sepanjang tujuh pekan awal kompetisi. Kondisi tersebut membuat persaingan di puncak klasemen semakin ketat karena satu hasil pertandingan saja bisa memengaruhi posisi mereka. Lazio kini memiliki alasan kuat untuk membidik posisi teratas. Kemenangan telak di kandang Juventus menunjukkan bahwa mereka mampu menghadapi lawan besar sekaligus menjaga konsistensi dalam persaingan papan atas. AS Roma Terus Membayangi Dua Teratas AS Roma menempati posisi ketiga dengan koleksi 17 poin. Mereka hanya tertinggal dua angka dari Inter Milan dan Lazio, sehingga masih memiliki peluang untuk merebut posisi yang lebih tinggi. Roma juga belum menelan kekalahan hingga pekan ketujuh. Catatan tersebut membuat mereka tetap berada dalam persaingan dan menjaga tekanan terhadap dua tim teratas klasemen. Sementara itu, AC Milan melengkapi empat besar dengan 15 poin. Perolehan tersebut membuat Milan tertinggal empat poin dari Inter dan Lazio, tetapi masih memiliki posisi yang cukup baik untuk bersaing di papan atas. Juventus Melorot Setelah Kekalahan Telak Juventus mengalami hasil mengecewakan setelah kalah 0-3 dari Lazio di hadapan pendukung sendiri. Tiga gol tim tamu membuat Bianconeri gagal menambah poin dan harus menerima kekalahan dalam pertandingan penting tersebut. Kekalahan itu berdampak pada posisi Juventus di klasemen sementara. Mereka kini berada di peringkat kedelapan dengan koleksi 11 poin setelah melewati tujuh pekan kompetisi. Posisi tersebut menempatkan Juventus di bawah Como, Cagliari, dan Frosinone yang menempati urutan kelima hingga ketujuh. Juventus pun perlu segera memperbaiki hasil agar tidak semakin tertinggal dari kelompok teratas. Persaingan Papan Atas Masih Terbuka Como, Cagliari, dan Frosinone saat ini berada di posisi kelima, keenam, dan ketujuh. Ketiganya menempati peringkat lebih tinggi daripada Juventus, yang harus turun ke urutan kedelapan setelah kekalahan dari Lazio. Situasi ini memperlihatkan ketatnya persaingan di Liga Italia, bukan hanya di puncak klasemen, tetapi juga di kelompok tim yang mengejar posisi lebih baik. Selisih poin antarklub membuat perubahan peringkat masih mungkin terjadi pada pekan-pekan berikutnya. Bagi Lazio, kemenangan atas Juventus menjadi modal penting untuk terus menekan Inter Milan. Sementara itu, Inter harus menjaga konsistensi agar tetap berada di puncak, sedangkan Juventus perlu bangkit jika ingin kembali mendekati persaingan papan atas.

Klasemen Liga Italia: Lazio Tempel Inter, Juventus Turun ke Posisi Delapan Read More »