Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal? Begini Faktanya Jelang Pramusim Real Madrid

Arenabetting – Prancis dan Inggris harus mengubur mimpi tampil di final Piala Dunia 2026 setelah sama-sama tersingkir di babak semifinal. Les Bleus kalah 0-2 dari Spanyol, sedangkan Tim Tiga Singa menyerah 1-2 dari Argentina setelah sempat unggul lebih dahulu. Hasil tersebut kembali mengingatkan publik pada pernyataan Jose Mourinho sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Pelatih baru Real Madrid itu sempat mengungkapkan harapannya agar para pemain klubnya tidak terlalu lama berada di turnamen sehingga bisa lebih cepat kembali menjalani persiapan musim baru. Meski pernyataan itu kembali ramai dibahas, Mourinho sebenarnya lebih menekankan kepentingan pramusim Real Madrid. Ia ingin seluruh pemain segera berkumpul agar memiliki waktu persiapan yang lebih panjang sebelum kompetisi resmi dimulai. Pernyataan Mourinho Jadi Sorotan Sebelum Piala Dunia berlangsung, Mourinho pernah mengungkapkan harapannya terkait para pemain Real Madrid yang tampil bersama tim nasional masing-masing. Ia menginginkan mereka segera kembali setelah turnamen berakhir. Alasan utamanya berkaitan dengan persiapan menghadapi musim baru. Mourinho ingin seluruh pemain mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum mengikuti program latihan bersama klub. Pernyataan tersebut kini kembali menjadi perhatian setelah Prancis dan Inggris gagal mencapai partai final Piala Dunia 2026. Banyak Pemain Madrid Tersingkir Real Madrid memiliki cukup banyak pemain yang membela Prancis dan Inggris. Dari kubu Prancis terdapat Kylian Mbappe, Aurelien Tchouameni, dan Ibrahima Konate. Sementara itu, Inggris diperkuat Jude Bellingham yang menjadi salah satu pemain penting di lini tengah. Kekalahan kedua negara membuat mereka bisa lebih cepat kembali ke klub. Di sisi lain, Spanyol yang berhasil mencapai final masih memiliki Marc Cucurella, pemain baru Real Madrid yang direkrut dari Chelsea pada bursa transfer musim panas ini. Situasi tersebut membuat Mourinho harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan seluruh pemainnya berkumpul dalam latihan pramusim. Fokus Bangun Tim Sejak Awal Real Madrid sebenarnya sudah memulai latihan pramusim sejak awal pekan di bawah arahan Mourinho. Program tersebut menjadi langkah awal pelatih asal Portugal itu membangun tim sesuai dengan filosofi permainannya. Kehadiran para pemain yang lebih cepat kembali tentu akan mempermudah proses adaptasi. Mourinho ingin seluruh anggota skuad memahami sistem permainan sebelum kompetisi resmi dimulai. Persiapan yang matang dianggap sangat penting karena Real Madrid akan menghadapi jadwal yang padat sepanjang musim. Kekompakan tim sejak awal menjadi salah satu target utama sang pelatih. Dengan waktu latihan yang lebih panjang, Mourinho berharap para pemain dapat mencapai kondisi terbaik sebelum memasuki pertandingan kompetitif. Real Madrid Bersiap Sambut Musim Baru Setelah menjalani latihan pramusim, Real Madrid dijadwalkan melakoni tiga pertandingan uji coba di Eropa pada awal Agustus. Laga tersebut akan dimanfaatkan Mourinho untuk menguji strategi sekaligus melihat perkembangan para pemain. Kembalinya sejumlah pemain dari Piala Dunia diharapkan membuat persiapan tim berjalan lebih maksimal. Mereka akan langsung bergabung dengan program latihan setelah menyelesaikan tugas bersama tim nasional. Meski pernyataannya kembali menjadi perbincangan, fokus utama Mourinho tetap membawa Real Madrid tampil kompetitif sejak awal musim. Kini, seluruh perhatian diarahkan pada proses membangun skuad yang siap bersaing memperebutkan berbagai gelar.

Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal? Begini Faktanya Jelang Pramusim Real Madrid Read More »

Jude Bellingham Buka Suara soal Cekcok dengan Lionel Messi di Semifinal Piala Dunia

Arenabetting – Semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina tidak hanya menghadirkan pertandingan yang sengit, tetapi juga momen yang menjadi perbincangan di media sosial. Salah satunya adalah insiden adu argumen antara Jude Bellingham dan Lionel Messi di tengah jalannya pertandingan. Laga di Atlanta Stadium itu berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Argentina. Tim Tiga Singa sempat unggul lebih dahulu melalui Anthony Gordon, tetapi Tim Tango mampu membalikkan keadaan lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez pada menit-menit akhir. Di balik hasil tersebut, cuplikan percakapan antara Bellingham dan Messi menjadi viral. Banyak yang mengira keduanya terlibat perselisihan serius, namun gelandang Inggris itu memastikan situasi tersebut sama sekali tidak sebesar yang dibayangkan. Momen Adu Argumen Jadi Sorotan Insiden terjadi saat pertandingan berlangsung ketat. Bellingham dan Messi terlihat saling berbicara dengan ekspresi serius sehingga menarik perhatian para pemain lain. Messi bahkan sempat memperlihatkan gestur kurang senang ketika berbicara dengan gelandang Real Madrid tersebut. Meski begitu, situasi tidak berkembang menjadi keributan yang lebih besar. Wasit juga tidak memberikan peringatan kepada kedua pemain karena menilai insiden tersebut masih dalam batas wajar. Pertandingan kemudian kembali berjalan seperti biasa. Bellingham Jelaskan Kejadiannya Usai pertandingan, Bellingham menjelaskan bahwa pembicaraan dengan Messi hanya berkaitan dengan sebuah tekel yang terjadi beberapa saat sebelumnya. Menurutnya, tidak ada kata-kata yang bersifat pribadi maupun berlebihan. Ia menilai banyak orang kemungkinan akan membesar-besarkan kejadian tersebut. Padahal, percakapan itu hanyalah bagian dari tensi pertandingan yang berlangsung sangat ketat. Bellingham mengungkapkan bahwa Messi sempat menyinggung tekel yang terjadi sebelumnya. Ia kemudian memberikan respons santai karena merasa situasi tersebut bukan persoalan besar. Menurut pemain berusia 23 tahun itu, momen seperti itu sangat biasa terjadi dalam pertandingan dengan tekanan tinggi. Karena itu, ia tidak melihat adanya alasan untuk memperpanjang pembahasan mengenai insiden tersebut. Tetap Hormati Lionel Messi Bellingham menegaskan bahwa dirinya memiliki rasa hormat yang sangat besar kepada Lionel Messi. Bermain melawan salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya. Ia memastikan tidak pernah memiliki masalah pribadi dengan kapten Argentina tersebut. Semua yang terjadi di lapangan murni merupakan bagian dari pertandingan. Meski kecewa karena Inggris gagal melaju ke final, Bellingham tetap menganggap kesempatan berbagi lapangan dengan Messi sebagai momen yang istimewa dalam kariernya. Sikap saling menghormati setelah pertandingan juga memperlihatkan bahwa persaingan sengit di lapangan tidak memengaruhi hubungan profesional kedua pemain. Inggris Gagal, Argentina Melaju ke Final Kekalahan 1-2 membuat perjalanan Tim Tiga Singa terhenti di babak semifinal Piala Dunia 2026. Inggris harus puas melanjutkan perjuangan pada laga perebutan tempat ketiga. Sebaliknya, Tim Tango berhasil mengamankan tiket ke final setelah menunjukkan mental kuat dengan membalikkan keadaan pada lima menit terakhir pertandingan. Argentina kini bersiap menghadapi Spanyol dalam laga perebutan gelar juara dunia. Sementara itu, Inggris bertekad menutup turnamen dengan hasil positif dan menjadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Jude Bellingham Buka Suara soal Cekcok dengan Lionel Messi di Semifinal Piala Dunia Read More »

FA Tetap Percaya Thomas Tuchel Meski Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026

Arenabetting – Timnas Inggris harus mengakhiri harapan tampil di final Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Argentina pada laga semifinal. Meski sempat unggul lebih dulu, Tim Tiga Singa gagal mempertahankan keunggulan hingga akhirnya harus mengakui kemenangan lawan. Hasil tersebut membuat Thomas Tuchel menjadi sorotan. Keputusannya mengubah pendekatan permainan dengan bertahan pada akhir pertandingan dinilai menjadi salah satu penyebab Inggris kehilangan kendali hingga kebobolan dua gol. Meski menerima banyak kritik, posisi Tuchel sebagai manajer Inggris dipastikan tetap aman. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) masih memberikan dukungan penuh dan percaya pelatih asal Jerman itu mampu membawa tim meraih prestasi pada turnamen berikutnya. Tuchel Tetap Dapat Kepercayaan Thomas Tuchel menegaskan dirinya akan tetap melanjutkan pekerjaannya bersama Timnas Inggris. Ia baru menandatangani kontrak baru yang berlaku hingga musim panas 2028. Pelatih berusia 52 tahun itu kini mengalihkan fokus untuk mempersiapkan Inggris menghadapi Euro yang akan digelar di kandang sendiri. Menurutnya, meski saat ini rasa kecewa masih terasa, tim harus segera bangkit. Tuchel juga menilai perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 tetap memiliki banyak sisi positif. Mampu mencapai semifinal menjadi pencapaian yang layak diapresiasi meski target utama belum tercapai. Kegagalan Jadi Bahan Evaluasi Inggris sebenarnya sempat berada di atas angin setelah mencetak gol lebih dahulu ke gawang Argentina. Namun, perubahan strategi pada penghujung pertandingan membuat lawan berhasil mengambil alih permainan. Argentina memanfaatkan momentum tersebut untuk mencetak dua gol dan memastikan kemenangan dramatis. Kekalahan itu sekaligus memperpanjang penantian Tim Tiga Singa untuk kembali meraih gelar besar. Tuchel mengakui hasil tersebut sangat mengecewakan. Namun, ia menegaskan bahwa tuntutan tinggi merupakan bagian dari pekerjaan sebagai pelatih tim nasional. Ia berharap pengalaman di Piala Dunia 2026 menjadi pelajaran penting agar Inggris tampil lebih matang pada turnamen-turnamen berikutnya. FA Beri Dukungan Penuh Menurut laporan BBC, pihak FA tetap menilai perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 sebagai pencapaian yang positif. Keberhasilan mencapai semifinal dianggap menunjukkan perkembangan tim di bawah kepemimpinan Tuchel. CEO FA, Mark Bullingham, juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemain, pelatih, dan staf yang telah bekerja keras sepanjang turnamen. Ia memahami rasa kecewa yang dirasakan setelah gagal mencapai final. Bullingham menilai seluruh anggota tim sudah memberikan kemampuan terbaik mereka. Karena itu, dukungan penuh tetap diberikan agar Inggris bisa bangkit pada kompetisi selanjutnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung yang terus memberikan semangat, baik yang hadir langsung di Amerika Serikat maupun yang mendukung dari Inggris. Fokus Menuju Euro 2028 Meski gagal di Piala Dunia 2026, Inggris masih memiliki target besar dalam beberapa tahun ke depan. Euro 2028 yang berlangsung di kandang sendiri menjadi sasaran utama bagi Tim Tiga Singa. Dengan dukungan penuh dari FA, Tuchel memiliki kesempatan membangun skuad yang lebih kuat dan lebih matang. Evaluasi dari kegagalan di semifinal diharapkan menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas tim. Kini Inggris harus menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi laga perebutan tempat ketiga. Setelah itu, Tim Tiga Singa akan mulai menyusun langkah baru demi mengakhiri penantian panjang meraih gelar internasional.

FA Tetap Percaya Thomas Tuchel Meski Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026 Read More »

Iker Casillas Kritik Strategi Inggris, Sebut Permainan Bertahan Jadi Penyebab Kekalahan

Arenabetting – Timnas Inggris gagal melangkah ke final Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Argentina pada laga semifinal di Atlanta Stadium. Kekalahan tersebut semakin menyakitkan karena Tim Tiga Singa sempat unggul lebih dahulu sebelum akhirnya kebobolan dua gol pada menit-menit akhir. Anthony Gordon membuka keunggulan Inggris pada menit ke-55 dan sempat membawa harapan besar bagi tim asuhan Thomas Tuchel. Namun, setelah gol tersebut, Inggris memilih bermain lebih bertahan dan memberikan ruang bagi Argentina untuk menguasai pertandingan. Strategi itu menuai banyak kritik, termasuk dari legenda Timnas Spanyol, Iker Casillas. Mantan kiper Real Madrid tersebut menilai perubahan pendekatan Inggris menjadi penyebab utama kegagalan mereka mengamankan tiket ke final. Inggris Pilih Bertahan Setelah Unggul Usai mencetak gol pembuka, Inggris langsung menurunkan intensitas serangan. Thomas Tuchel bahkan menambah pemain bertahan pada 15 menit terakhir dengan memasukkan Ezri Konsa menggantikan Anthony Gordon. Keputusan tersebut membuat Argentina semakin leluasa menguasai jalannya pertandingan. Tim Tango terus menekan pertahanan Inggris tanpa banyak mendapat perlawanan. Tekanan yang terus meningkat akhirnya menghasilkan dua gol pada penghujung laga. Situasi itu membuat Inggris kehilangan kesempatan tampil di partai final. Argentina Manfaatkan Kesempatan Argentina tidak menyerah meski sempat tertinggal lebih dahulu. Tim Tango terus memainkan gaya menyerang sambil menekan lini belakang Inggris hingga akhir pertandingan. Gol penyeimbang dicetak Enzo Fernandez melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Momentum itu membuat kepercayaan diri Argentina semakin meningkat. Pada masa injury time, Lautaro Martinez memastikan kemenangan lewat sundulan yang memanfaatkan umpan Lionel Messi. Dua gol tersebut menjadi bukti efektivitas permainan Argentina saat lawan memilih bertahan. Keberhasilan membalikkan keadaan juga membawa Argentina melaju ke final untuk menghadapi Spanyol dalam perebutan gelar juara dunia. Casillas Semprot Pendekatan Inggris Iker Casillas mengaku tidak memahami keputusan Inggris yang langsung bermain bertahan setelah unggul. Menurutnya, pendekatan tersebut justru memberikan keuntungan besar bagi Argentina. Ia menilai Inggris terlalu banyak bertahan di sekitar kotak penalti sendiri. Kondisi itu membuat Argentina bebas menguasai bola dan membangun serangan tanpa tekanan berarti. Casillas juga menegaskan bahwa hasil pertandingan menjadi konsekuensi dari strategi yang diterapkan. Dalam pandangannya, Inggris seharusnya tetap berani menyerang dan tidak hanya fokus mempertahankan keunggulan. Mantan kapten Timnas Spanyol itu menyebut Argentina akhirnya bisa melakukan apa yang mereka inginkan di lapangan karena minim tekanan dari lawan. Inggris Harus Belajar dari Kekalahan Kegagalan di semifinal menjadi pelajaran penting bagi Tim Tiga Singa. Perubahan strategi yang terlalu defensif dinilai menghilangkan identitas permainan yang sebelumnya mampu membawa mereka melangkah hingga empat besar. Meski harus mengakhiri harapan menuju final, Inggris masih memiliki kesempatan menutup turnamen dengan hasil positif pada laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis. Sementara itu, Argentina melanjutkan perjuangan menuju partai puncak dengan modal kepercayaan diri tinggi. Tim Tango kini bersiap menghadapi Spanyol dalam laga yang akan menentukan juara Piala Dunia 2026.

Iker Casillas Kritik Strategi Inggris, Sebut Permainan Bertahan Jadi Penyebab Kekalahan Read More »

Persija Perpanjang Kontrak Fabio Calonego, Shin Tae-yong Pertahankan Pilar Lini Tengah

Arenabetting – Persija Jakarta memastikan Fabio Calonego tetap menjadi bagian dari skuad untuk dua musim ke depan. Gelandang asal Brasil itu resmi mendapatkan perpanjangan kontrak setelah tampil konsisten sepanjang musim 2025/2026 bersama Macan Kemayoran. Keputusan tersebut menjadi salah satu langkah penting Persija dalam mempertahankan kerangka tim jelang menghadapi musim 2026/2027. Penampilan Fabio dinilai memberikan pengaruh besar terhadap keseimbangan permainan sehingga manajemen tidak ragu melanjutkan kerja sama. Fabio pun menyambut kabar itu dengan penuh antusias. Ia mengaku sudah merasa nyaman tinggal di Jakarta bersama keluarganya dan ingin membantu Persija kembali meraih trofi serta bersaing di level Asia. Fabio Jadi Andalan di Lini Tengah Fabio bergabung dengan Persija pada awal musim 2025/2026 dan langsung menjadi pilihan utama di sektor gelandang. Adaptasinya yang cepat membuat ia mampu menyatu dengan permainan tim. Kemampuan menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang menjadi nilai lebih yang dimiliki pemain berusia 28 tahun tersebut. Disiplin, kerja keras, dan determinasinya membuat lini tengah Persija tampil lebih solid. Performa konsisten itu akhirnya menjadi salah satu alasan utama manajemen mempertahankannya. Persija menilai Fabio masih memiliki peran penting dalam proyek jangka panjang klub. Kontribusi Bukan Hanya Bertahan Selain kuat dalam menjaga lini tengah, Fabio juga mampu memberikan kontribusi di sektor serangan. Sepanjang Super League 2025/2026, ia mencatatkan tiga gol dan tiga assist. Menariknya, seluruh gol yang dicetak Fabio lahir melalui tembakan dari luar kotak penalti. Catatan tersebut memperlihatkan kualitas tendangan jarak jauhnya yang menjadi salah satu senjata Persija. Fabio mengaku sangat termotivasi melanjutkan perjalanan bersama Macan Kemayoran. Ia berharap dapat membalas kepercayaan klub dengan membantu tim meraih prestasi yang lebih tinggi. Target besarnya adalah membawa Persija kembali menjadi juara sekaligus tampil kompetitif di kompetisi Asia. Ambisi itu menjadi motivasi tambahan untuk menghadapi musim baru. Manajemen Yakin Fabio Makin Berkembang Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menilai Fabio telah membuktikan kualitasnya selama musim lalu. Menurutnya, sang gelandang mampu memberikan stabilitas yang dibutuhkan tim dalam setiap pertandingan. Kontribusi tersebut menjadi pertimbangan utama saat klub memutuskan memperpanjang kontraknya. Persija berharap kerja sama ini mampu menjaga fondasi tim tetap kuat. Prapanca juga berharap Fabio terus berkembang dan tampil lebih konsisten pada musim mendatang. Pengalaman yang dimiliki diyakini akan semakin membantu perkembangan permainan tim. Manajemen optimistis Fabio tetap menjadi salah satu pemain penting dalam upaya mencapai target yang telah ditetapkan untuk musim 2026/2027. Siap Sambut Tantangan Musim Baru Dengan kontrak baru yang telah disepakati, Fabio dipastikan akan kembali menjadi motor permainan Persija di lini tengah. Kehadirannya juga diharapkan mempermudah Shin Tae-yong dalam membangun strategi tim. Persija sendiri sedang menjalani masa persiapan untuk menghadapi kompetisi musim baru. Latihan intensif terus dilakukan agar seluruh pemain siap tampil maksimal sejak pekan pertama. Kombinasi antara pemain berpengalaman dan wajah-wajah baru diharapkan mampu membuat Macan Kemayoran tampil lebih kompetitif. Dengan Fabio tetap bertahan, Persija memiliki modal kuat untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar musim 2026/2027.

Persija Perpanjang Kontrak Fabio Calonego, Shin Tae-yong Pertahankan Pilar Lini Tengah Read More »

Lionel Messi Buktikan Kelasnya, Dua Assist Antar Argentina Singkirkan Inggris

Arenabetting – Lionel Messi kembali menunjukkan kualitasnya saat membawa Argentina menembus final Piala Dunia 2026. Meski tidak mencetak gol, kapten Tim Tango tampil sebagai sosok penentu kemenangan 2-1 atas Inggris pada semifinal yang berlangsung di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Argentina sempat berada dalam tekanan setelah Anthony Gordon membawa Tim Tiga Singa unggul lebih dulu. Namun, ketenangan dan pengalaman Messi menjadi pembeda ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir hingga akhirnya Albiceleste berhasil membalikkan keadaan. Dalam laga tersebut, Messi menyumbang dua assist yang memastikan Argentina melangkah ke final. Penampilannya kembali mendapat pujian dari banyak pihak, termasuk mantan pemain Inggris, Micah Richards, yang menyebutnya sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Dua Assist Jadi Penentu Kemenangan Argentina terus berusaha mencari gol penyeimbang setelah tertinggal dari Inggris. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-85 melalui tendangan jarak jauh Enzo Fernandez. Gol tersebut lahir berkat umpan matang dari Messi yang mampu membuka ruang di pertahanan lawan. Assist itu menjadi awal kebangkitan Argentina menjelang akhir pertandingan. Ketika laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Messi kembali menunjukkan pengaruhnya. Umpan silangnya berhasil disambut sundulan Lautaro Martinez untuk mencetak gol kemenangan pada masa injury time. Messi Tak Selalu Harus Mencetak Gol Dalam dua pertandingan terakhir di Piala Dunia 2026, Messi memang tidak mencatatkan namanya di papan skor. Namun, kontribusinya tetap sangat besar melalui kemampuan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Peran sebagai kreator serangan membuat permainan Argentina tetap berjalan efektif. Pengalaman dan ketenangannya membantu tim menemukan solusi saat menghadapi situasi yang sulit. Kehadiran Messi juga memberi kepercayaan diri kepada seluruh pemain. Tim Tango mampu tetap tenang meski sempat tertinggal dan akhirnya berhasil mengubah jalannya pertandingan. Kontribusi tersebut membuktikan bahwa pengaruh seorang pemain tidak selalu diukur dari jumlah gol yang dicetak. Assist dan kepemimpinannya menjadi nilai penting bagi Argentina. Micah Richards Beri Pujian Tinggi Mantan bek Inggris, Micah Richards, memberikan apresiasi besar terhadap penampilan Messi. Menurutnya, bintang Argentina itu kembali memperlihatkan mengapa banyak orang menganggapnya sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Richards menilai pertandingan sempat memberi harapan kepada Inggris melalui Jude Bellingham dan Harry Kane. Namun, kehadiran Messi menjadi faktor yang akhirnya mengubah hasil pertandingan. Ia juga mengagumi cara Messi bermain dengan tenang sebelum tiba-tiba menciptakan momen penting ketika menguasai bola. Kemampuan tersebut dinilai menjadi kualitas yang hanya dimiliki oleh pemain-pemain istimewa. Menurut Richards, kejeniusan Messi selalu muncul pada saat yang paling dibutuhkan. Hal itu kembali terlihat ketika Argentina memastikan kemenangan dramatis atas Inggris. Argentina Selangkah Lagi Pertahankan Gelar Kemenangan atas Inggris membawa Argentina kembali ke final Piala Dunia 2026. Tim Tango kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar yang mereka raih pada edisi sebelumnya. Performa Messi menjadi salah satu modal terbesar bagi Argentina menjelang partai puncak. Meski tidak selalu mencetak gol, pengaruhnya tetap sangat besar dalam menentukan arah permainan tim. Kini Argentina bersiap menghadapi Spanyol di final. Dengan performa yang terus konsisten dan kepemimpinan Messi, Tim Tango memiliki peluang besar untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia.

Lionel Messi Buktikan Kelasnya, Dua Assist Antar Argentina Singkirkan Inggris Read More »