Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Luis de la Fuente Minta Lamine Yamal Bermain Lepas Saat Spanyol Hadapi Prancis

Arenabetting – Lamine Yamal kembali menjadi sorotan jelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis. Meski belum tampil sangat tajam sepanjang turnamen, pemain berusia 19 tahun itu tetap dipercaya menjadi salah satu senjata utama La Furia Roja dalam upaya merebut tiket ke final. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Dallas pada Rabu dini hari WIB memiliki makna khusus bagi Yamal. Duel tersebut digelar hanya dua hari setelah dirinya merayakan ulang tahun ke-19, sehingga perhatian publik semakin tertuju kepada penampilan sang bintang muda. Di tengah ekspektasi yang tinggi, pelatih Luis de la Fuente memilih untuk tidak memberikan tekanan tambahan kepada Yamal. Ia berharap pemain mudanya itu tetap menikmati pertandingan dan menunjukkan permainan terbaiknya tanpa terbebani tuntutan besar. De la Fuente Ingin Yamal Tetap Santai Luis de la Fuente menilai usia Yamal masih sangat muda sehingga proses perkembangannya harus dinikmati secara alami. Menurutnya, sang pemain tidak perlu memikirkan tekanan yang datang dari luar lapangan. Pelatih Spanyol itu berharap Yamal bermain dengan penuh rasa percaya diri dan menikmati setiap momen di Piala Dunia 2026. Ia juga berharap laga besar bagi Yamal terjadi pada semifinal atau bahkan ketika Spanyol berhasil melaju ke partai final. Kepercayaan penuh dari pelatih menjadi bukti bahwa Yamal tetap memiliki peran penting meski kontribusi statistiknya belum terlalu mencolok sepanjang turnamen. Kontribusi Yamal Belum Maksimal Hingga babak semifinal, Yamal baru mencetak satu gol untuk Spanyol. Gol tersebut lahir ketika Tim Matador mengalahkan Arab Saudi pada fase grup dengan skor telak 4-0. Setelah pertandingan itu, Yamal belum lagi menyumbang gol maupun assist. Meski begitu, kehadirannya tetap memberikan pengaruh melalui pergerakan dan kemampuannya membuka ruang bagi rekan-rekannya. Spanyol juga tidak terlalu bergantung pada satu pemain dalam urusan mencetak gol. Produktivitas tim tetap terjaga berkat kontribusi dari sejumlah pemain di lini depan. Mikel Oyarzabal menjadi pencetak gol terbanyak Spanyol sejauh ini dengan koleksi empat gol. Catatan tersebut membantu La Furia Roja menjaga konsistensi sepanjang turnamen. Kekuatan Spanyol Hadapi Prancis Selain produktif di lini depan dengan total 11 gol, Spanyol juga tampil sangat solid saat bertahan. Hingga menjelang semifinal, mereka baru kebobolan satu gol sepanjang Piala Dunia 2026. Pertahanan yang kokoh menjadi salah satu modal utama menghadapi Prancis. Lawan mereka datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mampu mencetak total 16 gol di turnamen ini. Pertemuan kedua tim diperkirakan berlangsung sengit karena sama-sama memiliki kualitas di semua lini. Spanyol akan mengandalkan keseimbangan permainan, sedangkan Prancis dikenal berbahaya dalam menyerang. Laga semifinal ini juga menjadi kesempatan bagi Yamal untuk membuktikan bahwa dirinya mampu tampil menentukan pada pertandingan dengan tekanan tinggi. Rekor Pertemuan Beri Kepercayaan Diri Spanyol memiliki catatan yang cukup baik saat menghadapi Prancis. Dari total 38 pertemuan sebelumnya, Tim Matador berhasil meraih 18 kemenangan. Sementara itu, tujuh pertandingan berakhir imbang dan Prancis mencatatkan 13 kemenangan. Statistik tersebut memberikan tambahan kepercayaan diri bagi skuad Spanyol menjelang semifinal. Meski unggul dalam rekor pertemuan, hasil pertandingan tetap akan ditentukan oleh performa di lapangan. Spanyol berharap Yamal dan rekan-rekannya mampu menjaga permainan terbaik demi mengamankan satu tempat di final Piala Dunia 2026.

Luis de la Fuente Minta Lamine Yamal Bermain Lepas Saat Spanyol Hadapi Prancis Read More »

Barcelona Siap Lepas Ferran Torres ke PSG, Hindari Biaya Tambahan ke Manchester City

Arenabetting – Barcelona dikabarkan mulai mempertimbangkan untuk melepas Ferran Torres pada bursa transfer musim panas ini. Paris Saint-Germain muncul sebagai klub yang paling serius mengincar penyerang asal Spanyol tersebut di tengah kebutuhan menambah kekuatan lini depan. Keputusan Barcelona bukan semata-mata karena performa Torres. Manajemen Los Cules justru ingin menghindari kewajiban finansial yang harus dibayarkan kepada Manchester City apabila kontrak sang pemain diperpanjang dalam waktu dekat. Situasi itu membuat masa depan Torres semakin menjadi perhatian. Di satu sisi Barcelona masih membutuhkan kedalaman skuad, tetapi di sisi lain klub harus berhitung dengan kondisi keuangan agar tidak menambah beban pengeluaran. Barcelona Pilih Jalan Jual Ferran Torres Ferran Torres bergabung dengan Barcelona pada Januari 2022 setelah ditebus dari Manchester City. Nilai transfer saat itu mencapai 55 juta euro dengan tambahan bonus yang membuat total kesepakatan bisa mencapai 65 juta euro. Hingga kini belum ada pembicaraan mengenai kontrak baru pemain berusia 26 tahun tersebut. Jika tidak ada perubahan, Torres berpeluang meninggalkan klub secara gratis ketika masa baktinya berakhir tahun depan. Barcelona tentu tidak ingin kehilangan aset berharga tanpa mendapatkan pemasukan. Karena itu, menjual Torres pada musim panas ini dianggap sebagai pilihan yang paling masuk akal. Klausul Manchester City Jadi Pertimbangan Alasan lain yang membuat Barcelona condong melepas Torres adalah adanya klausul dalam kesepakatan transfer dengan Manchester City. Klub asal Catalunya itu wajib membayar sekitar 7 hingga 8 juta euro apabila kontrak Torres diperpanjang. Kondisi tersebut membuat manajemen harus berpikir lebih realistis. Daripada mengeluarkan biaya tambahan, Barcelona lebih memilih mencari pembeli yang bersedia memenuhi nilai transfer sang pemain. Paris Saint-Germain disebut siap membuka negosiasi. Klub asal Prancis itu diyakini tertarik menambah kualitas lini serang dan melihat Torres sebagai pemain yang masih memiliki potensi berkembang. Barcelona sendiri kabarnya mematok harga tidak lebih dari 40 juta euro. Nilai tersebut dinilai masih cukup menarik bagi PSG untuk memulai pembicaraan. Barcelona Masih Dilanda Perbedaan Pendapat Meski peluang transfer semakin terbuka, belum semua pihak di Barcelona sepakat melepas Torres. Sebagian petinggi klub masih berharap sang pemain tetap bertahan karena kebutuhan skuad belum sepenuhnya terpenuhi. Barcelona sudah kehilangan Robert Lewandowski setelah kontraknya berakhir. Selain itu, Marcus Rashford juga tidak dipermanenkan sehingga pilihan di lini depan menjadi berkurang. Untuk mengatasi situasi tersebut, Barcelona telah mendatangkan Anthony Gordon. Klub juga terus berupaya menyelesaikan proses transfer Karim Adeyemi dari Borussia Dortmund agar sektor sayap semakin kuat. Transfer Alvarez Bisa Jadi Penentu Barcelona masih belum berhenti berburu pemain depan. Salah satu nama yang masuk dalam daftar incaran adalah Julian Alvarez dari Atletico Madrid untuk memperkuat daya serang musim depan. Apabila transfer Alvarez berhasil diselesaikan, peluang Torres hengkang ke PSG diperkirakan akan semakin besar. Kehadiran penyerang baru akan membuat persaingan di lini depan semakin ketat. Dalam situasi itu, Los Cules bisa memperoleh dana segar dari penjualan Torres sekaligus menghindari biaya tambahan kepada Manchester City. Keputusan akhir kini bergantung pada perkembangan negosiasi dengan PSG dan langkah Barcelona dalam menyelesaikan target transfer lainnya.

Barcelona Siap Lepas Ferran Torres ke PSG, Hindari Biaya Tambahan ke Manchester City Read More »

Andrea Pirlo Jadi Favorit Paolo Maldini untuk Tangani Timnas Italia

Arenabetting – Federasi Sepakbola Italia (FIGC) mulai bergerak mencari pelatih baru untuk Timnas Italia setelah kursi pelatih kembali menjadi sorotan. Tugas tersebut kini berada di tangan Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, yang sedang mempertimbangkan beberapa nama untuk memimpin Gli Azzurri dalam proyek jangka panjang. Sejumlah kandidat mulai bermunculan, mulai dari Roberto Mancini, Pep Guardiola, hingga Andrea Pirlo. Dari ketiga nama tersebut, Pirlo dikabarkan menjadi sosok yang paling berpeluang mendapatkan kepercayaan karena memiliki hubungan yang sangat baik dengan Maldini. Italia ingin segera menentukan pelatih baru sebelum menghadapi UEFA Nations League pada September mendatang. Selain mengejar hasil positif di turnamen tersebut, target yang lebih besar adalah membangun skuad yang mampu mengakhiri puasa tampil di Piala Dunia dengan lolos ke edisi 2030. Andrea Pirlo Dinilai Paling Cocok Andrea Pirlo saat ini masih menangani klub Uni Emirat Arab, United FC. Kontraknya bersama klub tersebut masih berlaku hingga musim panas 2027 sehingga FIGC harus mempertimbangkan situasi itu jika ingin merekrutnya. Karier kepelatihan Pirlo dimulai bersama Juventus pada 2020. Setelah itu, ia melanjutkan pengalamannya bersama Karagumruk di Turki, kemudian Sampdoria, sebelum menerima tawaran melatih United FC. Selain pengalaman sebagai pelatih, Pirlo juga memiliki status sebagai legenda Timnas Italia. Mantan gelandang itu ikut membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006 dan mencatatkan 116 penampilan bersama tim nasional sepanjang kariernya. Hubungan dengan Maldini Jadi Nilai Tambah Kedekatan Andrea Pirlo dengan Paolo Maldini menjadi salah satu alasan yang membuat peluangnya semakin besar. Keduanya memiliki hubungan baik sejak sama-sama membela Timnas Italia dalam berbagai ajang internasional. Faktor tersebut dinilai dapat mempermudah komunikasi jika Pirlo benar-benar dipercaya memimpin Gli Azzurri. Kesamaan visi dalam membangun tim juga diyakini menjadi pertimbangan penting bagi FIGC. Di sisi lain, Roberto Mancini juga masuk dalam daftar kandidat. Namun, peluangnya dinilai tidak sebesar Pirlo karena hubungannya dengan FIGC masih belum sepenuhnya membaik setelah pengunduran dirinya pada 2023. Situasi itu muncul setelah terjadi perubahan dalam jajaran staf pelatih yang memicu ketidakharmonisan antara kedua pihak. Kondisi tersebut membuat kans Mancini untuk kembali menangani Italia masih dipenuhi tanda tanya. Guardiola Masih Belum Jadi Pilihan Realistis Pep Guardiola juga masuk dalam bursa calon pelatih Timnas Italia berkat rekam jejak luar biasanya di level klub. Prestasinya bersama sejumlah klub elite Eropa membuat namanya selalu menarik perhatian. Meski begitu, peluang Guardiola bergabung belum terlalu besar. Setelah mengakhiri kerja samanya dengan Manchester City pada akhir musim 2025/2026, pelatih asal Spanyol itu diyakini ingin mengambil waktu untuk beristirahat. Karena alasan tersebut, FIGC diperkirakan akan lebih fokus kepada kandidat yang lebih realistis. Kondisi itu membuat posisi Pirlo semakin menguat dibanding dua nama lainnya. Italia Incar Kebangkitan Menuju Piala Dunia 2030 Pelatih baru nantinya akan langsung menghadapi tantangan besar saat Italia tampil di UEFA Nations League pada September. Turnamen itu menjadi awal dari proses membangun kembali kekuatan Tim Matador Biru. Misi utama yang dibebankan bukan hanya meraih hasil positif dalam waktu dekat, tetapi juga melakukan regenerasi skuad agar kembali mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. Italia tentu ingin mengakhiri catatan buruk setelah gagal tampil dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun. Karena itu, keputusan memilih pelatih baru akan menjadi langkah penting untuk membawa Gli Azzurri kembali ke jalur yang tepat.

Andrea Pirlo Jadi Favorit Paolo Maldini untuk Tangani Timnas Italia Read More »

Lamine Yamal Tetap Tenang Meski Minim Gol, Fokus Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026

Arenabetting – Lamine Yamal belum menjadi pemain yang paling menonjol dalam urusan mencetak gol di Piala Dunia 2026. Meski begitu, pemain berusia 19 tahun itu tetap menunjukkan sikap tenang karena Spanyol terus meraih kemenangan dan berhasil melangkah hingga babak semifinal turnamen. Sejauh ini, Yamal sudah tampil selama 454 menit bersama La Furia Roja. Dari catatan tersebut, ia baru mencetak satu gol yang lahir ketika Spanyol menang telak 4-0 atas Arab Saudi pada fase grup. Setelah laga itu, kontribusinya dalam bentuk gol maupun assist memang belum kembali terlihat. Walau statistik individunya belum terlalu mencolok, performa tim justru menjadi hal yang paling penting. Spanyol mampu menjaga tren positif dengan selalu menang dalam empat pertandingan berikutnya sehingga kepercayaan diri tim tetap tinggi menjelang duel besar melawan Prancis. Performa Spanyol Tetap Konsisten Spanyol melanjutkan langkah mereka dengan mengalahkan Uruguay 1-0. Kemenangan itu menjadi awal dari perjalanan yang semakin meyakinkan menuju babak semifinal. Setelah itu, Austria berhasil dikalahkan dengan skor 3-0. Tim Matador kembali menunjukkan permainan yang solid di semua lini sehingga lawan kesulitan mengembangkan permainan. Kepercayaan diri tim semakin meningkat setelah menang 1-0 atas Portugal dan menundukkan Belgia 2-1. Rangkaian hasil tersebut menjadi modal penting sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat. Yamal Tak Terbebani Statistik Menjelang laga semifinal, perhatian publik memang tertuju pada minimnya kontribusi gol dan assist dari Yamal. Namun, pemain muda itu tidak melihat kondisi tersebut sebagai sesuatu yang perlu dirisaukan. Menurutnya, setiap turnamen memiliki cerita yang berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan dengan kompetisi sebelumnya. Ia juga menilai perjalanan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh jumlah gol dari satu pemain. Yamal turut menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan pelatih atas situasi tersebut. Baginya, yang terpenting adalah Spanyol terus meraih kemenangan dan mampu melangkah lebih jauh di turnamen. Ia juga mengingat pengalaman ketika Spanyol gagal melangkah jauh di Piala Dunia edisi sebelumnya. Karena itu, fokus utamanya saat ini adalah membantu tim terus bertahan dalam persaingan menuju gelar juara. Tantangan Berat Menanti di Semifinal Pertandingan antara Prancis dan Spanyol akan berlangsung di Stadion Dallas pada Rabu dini hari WIB. Duel ini diprediksi berjalan ketat karena kedua tim sama-sama tampil konsisten sepanjang turnamen. Bagi Spanyol, kemenangan beruntun memberikan suntikan kepercayaan diri yang besar. La Furia Roja berharap mampu mempertahankan performa positif ketika menghadapi salah satu kandidat kuat juara. Di sisi lain, Prancis juga memiliki kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pertemuan kedua tim diyakini akan berlangsung sengit sejak menit pertama karena sama-sama mengincar tiket ke partai final. Laga ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Yamal untuk kembali menunjukkan kualitasnya. Meski belum banyak mencetak gol, perannya dalam membangun serangan tetap menjadi bagian penting bagi permainan tim. Rekor Pertemuan Berpihak ke Spanyol Semifinal Piala Dunia 2026 akan menjadi pertemuan ke-39 antara Prancis dan Spanyol. Catatan tersebut menunjukkan sejarah panjang persaingan dua tim besar Eropa. Dalam rekor pertemuan, Spanyol masih memiliki keunggulan dengan 18 kemenangan. Sementara itu, Prancis mengoleksi 13 kemenangan dan tujuh pertandingan lainnya berakhir imbang. Statistik tersebut tentu bisa menjadi tambahan kepercayaan diri bagi Tim Matador. Namun, hasil di atas lapangan tetap akan ditentukan oleh performa kedua tim saat pertandingan berlangsung.

Lamine Yamal Tetap Tenang Meski Minim Gol, Fokus Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Read More »

Xabi Alonso Isyaratkan Alejandro Garnacho Segera Tinggalkan Chelsea

Arenabetting – Masa depan Alejandro Garnacho bersama Chelsea semakin tidak menentu. Winger asal Argentina itu dikabarkan tidak masuk dalam rencana pelatih baru Xabi Alonso untuk menghadapi musim 2026/2027. Situasi tersebut semakin terlihat setelah Garnacho tidak mengikuti sesi latihan perdana Chelsea yang dipimpin Alonso pada Minggu (12/7/2026). Ketidakhadirannya memunculkan spekulasi bahwa proses kepindahannya sedang berlangsung. Chelsea juga dikabarkan siap melepas pemain berusia 22 tahun itu pada bursa transfer musim panas. The Blues disebut memasang harga sekitar 50 juta pound untuk Garnacho. Alonso Benarkan Ada Peminat Xabi Alonso mengakui bahwa saat ini sudah ada beberapa klub yang menunjukkan minat kepada Garnacho. Ia menyebut pihak klub telah membahas situasi tersebut bersama direktur olahraga. Menurut Alonso, proses pembicaraan masih terus berjalan. Ia berharap keputusan terbaik bisa segera ditemukan sehingga menguntungkan semua pihak. Pernyataan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa Garnacho memang tidak akan menjadi bagian dari proyek baru Chelsea musim depan. Roma dan Napoli Ikut Mengincar Beberapa klub Serie A dikabarkan siap memanfaatkan situasi Garnacho. AS Roma dan Napoli menjadi dua tim yang disebut paling serius memantau perkembangan sang pemain. Kedua klub itu dilaporkan ingin mendatangkan Garnacho dengan status pinjaman terlebih dahulu. Kesepakatan tersebut kabarnya akan disertai opsi pembelian permanen pada akhir musim. Jika negosiasi berjalan lancar, Garnacho berpeluang melanjutkan kariernya di Liga Italia setelah hanya semusim bermain bersama Chelsea. Kepindahan ke Serie A juga bisa menjadi kesempatan baru bagi pemain muda tersebut untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak. Kesulitan Dapat Tempat di Chelsea Garnacho bergabung dengan Chelsea dari Manchester United pada musim lalu. Namun, ia gagal mengamankan posisi reguler di bawah pelatih sebelumnya. Sepanjang musim 2025/2026, ia tampil dalam 43 pertandingan di semua kompetisi. Meski begitu, hanya 22 laga yang dijalani sebagai pemain inti. Persaingan ketat di lini serang membuat Garnacho kesulitan menunjukkan performa terbaiknya. Kondisi itu diduga menjadi salah satu alasan Chelsea bersedia melepasnya. Di usianya yang masih muda, Garnacho tentu membutuhkan kesempatan bermain secara konsisten agar perkembangan kariernya tidak terhambat. Masa Depan Segera Ditentukan Bursa transfer musim panas menjadi periode penting bagi masa depan Garnacho. Chelsea dan sejumlah klub peminat diperkirakan akan terus melakukan pembicaraan dalam beberapa pekan ke depan. Jika tidak ada perubahan, Garnacho kemungkinan besar akan meninggalkan Stamford Bridge sebelum musim baru dimulai. Xabi Alonso juga telah memberikan sinyal bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan skuad Chelsea. Kini, para penggemar tinggal menunggu klub mana yang akan menjadi pelabuhan berikutnya bagi pemain timnas Argentina tersebut. Yang pasti, Garnacho membutuhkan tempat baru agar bisa kembali mendapatkan kesempatan bermain secara reguler dan mengembangkan potensinya.

Xabi Alonso Isyaratkan Alejandro Garnacho Segera Tinggalkan Chelsea Read More »

Didier Deschamps Ingin Putus Rekor Buruk Saat Prancis Hadapi Spanyol

Arenabetting – Timnas Prancis akan menghadapi ujian berat saat bertemu Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB itu menjadi kesempatan bagi Didier Deschamps untuk memperbaiki catatan buruknya saat menghadapi La Furia Roja. Deschamps sukses membawa Les Bleus tampil konsisten dalam beberapa edisi Piala Dunia. Ia bahkan mengantar Prancis mencapai semifinal untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah sebelumnya tampil di edisi 2018 dan 2022. Namun, statistik pertemuannya melawan Spanyol masih belum memuaskan. Karena itu, laga semifinal kali ini menjadi momen penting bagi Deschamps untuk membalikkan keadaan sekaligus membawa Prancis kembali ke final. Rekor Deschamps Masih Kalah dari Spanyol Sepanjang kariernya sebagai pelatih Prancis, Deschamps sudah tujuh kali menghadapi Spanyol. Hasil yang diraih belum sepenuhnya berpihak kepada pelatih berusia 57 tahun tersebut. Dari tujuh pertandingan, Deschamps hanya mampu meraih dua kemenangan. Sementara itu, empat laga berakhir dengan kekalahan dan satu pertandingan lainnya selesai tanpa pemenang. Catatan tersebut membuat Spanyol menjadi salah satu lawan yang paling sering menyulitkan Prancis di era kepemimpinan Deschamps. Dua Kekalahan Terakhir Masih Membekas Dalam dua pertemuan terakhir, Prancis selalu gagal mengatasi Spanyol. Les Bleus kalah 1-2 pada semifinal Euro 2024 sebelum kembali tumbang 4-5 di semifinal UEFA Nations League 2025. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa La Furia Roja selalu mampu memberikan tekanan besar kepada Prancis dalam pertandingan penting. Meski demikian, kondisi kedua tim kini sudah berbeda. Banyak perubahan terjadi di dalam skuad sehingga Deschamps menilai hasil-hasil sebelumnya tidak bisa dijadikan patokan utama. Ia ingin para pemain hanya fokus pada pertandingan semifinal tanpa memikirkan rekor masa lalu. Prancis Tetap Percaya Diri Les Bleus datang ke semifinal dengan modal yang sangat meyakinkan. Hingga saat ini, mereka selalu memenangkan seluruh pertandingan di Piala Dunia 2026. Lini depan Prancis juga tampil sangat tajam berkat kontribusi Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele. Ketiganya menjadi senjata utama dalam membongkar pertahanan lawan sepanjang turnamen. Di sisi lain, Spanyol juga menunjukkan performa luar biasa dengan pertahanan yang baru kebobolan satu gol sejak awal kompetisi. Pertemuan dua tim dengan performa terbaik tersebut diprediksi menghadirkan pertandingan yang berjalan ketat hingga menit terakhir. Deschamps Fokus ke Laga Semifinal Deschamps menegaskan dirinya tidak ingin terlalu memikirkan catatan buruk saat menghadapi Spanyol. Baginya, seluruh hasil pada masa lalu sudah tidak memiliki pengaruh terhadap pertandingan kali ini. Ia memilih mengalihkan perhatian sepenuhnya kepada persiapan tim agar mampu tampil maksimal di semifinal. Target utamanya adalah membawa Les Bleus kembali melangkah ke partai final. Jika berhasil mengalahkan Spanyol, Prancis akan mencatatkan penampilan ketiga secara beruntun di final Piala Dunia. Kesempatan itu tentu menjadi motivasi besar bagi Deschamps untuk mengakhiri rekor kurang baiknya saat menghadapi La Furia Roja.

Didier Deschamps Ingin Putus Rekor Buruk Saat Prancis Hadapi Spanyol Read More »