Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Haaland Jadi Penentu, Ancelotti Ungkap Senjata Utama yang Membuat Brasil Tersingkir

Arenabetting – Brasil harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 lebih cepat setelah kalah 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar. Pertandingan yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin dini hari WIB itu berjalan ketat sebelum Erling Haaland muncul sebagai pembeda. Tim Samba sebenarnya mampu menjaga permainan tetap seimbang dalam sebagian besar pertandingan. Namun konsentrasi yang mulai menurun pada menit-menit akhir membuat Norwegia berhasil memanfaatkan peluang penting. Haaland menjadi sosok yang paling menentukan dalam laga tersebut lewat dua gol pada menit ke-79 dan 90. Dua gol itu sekaligus mengakhiri langkah Selecao yang sebelumnya berharap melaju jauh di turnamen ini. Ketajaman Haaland di Momen Penting Striker Manchester City tersebut memang tidak terlalu sering mengancam sepanjang pertandingan. Statistik menunjukkan Haaland hanya melepaskan empat tembakan selama 90 menit berlangsung. Dari empat percobaan itu, hanya tiga yang mengarah ke gawang. Meski begitu, dua di antaranya berbuah gol yang akhirnya menentukan nasib pertandingan. Efektivitas itulah yang membuat Haaland kembali memperlihatkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Ia tidak membutuhkan banyak peluang untuk memberi dampak besar bagi timnya. Penilaian Ancelotti Tentang Haaland Carlo Ancelotti menilai banyak orang terlalu fokus pada kekuatan fisik dan kecepatan yang dimiliki Haaland. Menurut pelatih asal Italia itu, ada kemampuan lain yang jauh lebih berbahaya dari sang penyerang. Ancelotti melihat Haaland memiliki kemampuan membaca situasi pertandingan dengan sangat baik. Ia mampu mengetahui kapan bek lawan mulai kehilangan fokus dan kapan ruang mulai terbuka. Pelatih Brasil itu juga menilai Haaland tidak menghabiskan tenaga untuk terus mengejar bola sepanjang pertandingan. Sang striker lebih memilih menunggu waktu yang tepat untuk bergerak. Saat momen tersebut datang, Haaland mampu bergerak sangat cepat dan sulit dihentikan. Kemampuan memilih waktu inilah yang dianggap menjadi senjata terbesarnya. Bek Sulit Mengantisipasi Pergerakan Ancelotti menjelaskan bahwa seorang bek bisa saja berhasil menjaga Haaland hampir sepanjang pertandingan. Namun hal itu belum tentu cukup untuk menghentikannya mencetak gol. Menurutnya, sepak bola sering kali ditentukan oleh satu atau dua momen penting. Dalam situasi seperti itu, Haaland memiliki kemampuan luar biasa untuk memanfaatkannya. Ia mampu menghilang dari pengawalan lalu muncul di posisi yang tepat hanya dalam hitungan detik. Situasi seperti itu beberapa kali terjadi saat menghadapi Brasil. Tidak mengherankan jika banyak pemain bertahan merasa kesulitan saat berhadapan dengannya. Bahkan ketika permainan terasa sudah terkendali, penyerang Norwegia itu tetap bisa mengubah hasil akhir. Pelajaran untuk Brasil Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Selecao untuk menghadapi turnamen besar berikutnya. Konsentrasi hingga menit akhir menjadi hal yang harus diperbaiki oleh tim asuhan Ancelotti. Di sisi lain, Norwegia mendapatkan modal besar untuk melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Kepercayaan diri tim meningkat setelah mampu menyingkirkan salah satu unggulan turnamen. Haaland kembali membuktikan bahwa seorang penyerang kelas dunia tidak selalu harus mendominasi pertandingan. Terkadang satu momen yang dimanfaatkan dengan sempurna sudah cukup untuk menentukan segalanya.

Haaland Jadi Penentu, Ancelotti Ungkap Senjata Utama yang Membuat Brasil Tersingkir Read More »

Wakil Asia Habis di Piala Dunia 2026, Australia Menyusul Jepang Angkat Koper

Arenabetting – Perjalanan wakil Asia di Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah Australia tersingkir pada babak 32 besar. Kekalahan dari Mesir melalui adu penalti membuat tidak ada lagi negara anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang bertahan di turnamen terbesar dunia tersebut. Australia harus mengakui keunggulan Mesir dengan skor 2-4 pada adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Dallas Stadium, Sabtu (4/7/2026). Hasil itu sekaligus mengakhiri harapan Asia untuk melanjutkan perjuangan di babak 16 besar. Sebelum Australia tersingkir, Jepang lebih dulu mengakhiri langkahnya setelah kalah 1-2 dari Brasil pada babak 32 besar. Dengan hasil tersebut, dua wakil terakhir Asia sama-sama gagal melewati fase gugur pertama di Piala Dunia 2026. Australia Gagal Lewati Adu Penalti Pertandingan melawan Mesir berlangsung sengit sejak awal. The Pharaohs lebih dulu membuka keunggulan melalui Emam Ashour pada babak pertama. Australia mampu bangkit setelah Mohamed Hany mencetak gol bunuh diri yang membuat skor kembali imbang. Kedua tim terus berusaha mencari gol kemenangan, tetapi tidak ada tambahan gol hingga babak tambahan waktu selesai. Pada adu penalti, Australia kehilangan kesempatan setelah Harry Souttar dan Lucas Herrington gagal menjalankan tugasnya. Sebaliknya, seluruh penendang Mesir sukses menaklukkan Mathew Ryan. Jepang Jadi Korban Brasil Sebelum Australia tersingkir, Jepang sudah lebih dahulu mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026. Tim Samurai Biru harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor tipis 1-2. Kekalahan tersebut membuat Jepang gagal melanjutkan tradisi sebagai salah satu wakil Asia yang mampu bertahan hingga fase-fase akhir turnamen. Samurai Biru dan Socceroos menjadi dua negara Asia yang berhasil lolos dari fase grup. Namun, keduanya tidak mampu mempertahankan langkah saat memasuki babak 32 besar. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri harapan Asia untuk menciptakan prestasi lebih baik pada edisi kali ini. Tujuh Wakil Asia Gugur Lebih Awal Selain Jepang dan Australia, tujuh negara Asia lainnya sudah lebih dulu tersingkir pada fase grup. Korea Selatan, Qatar, Iran, Arab Saudi, Irak, Yordania, dan Uzbekistan gagal mengamankan tiket ke babak gugur. Qatar, Arab Saudi, Irak, Yordania, dan Uzbekistan bahkan mengakhiri fase grup sebagai penghuni dasar klasemen masing-masing. Beberapa di antaranya juga gagal meraih satu kemenangan pun selama turnamen berlangsung. Sementara itu, Korea Selatan dan Iran sebenarnya masih memiliki peluang melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Namun, perolehan poin mereka tidak cukup untuk membawa kedua tim melaju ke fase berikutnya. Hasil tersebut menjadi evaluasi besar bagi sepak bola Asia yang sebelumnya berharap mampu berbicara lebih banyak di Piala Dunia 2026. Tantangan Besar untuk Asia Kegagalan seluruh wakil Asia menjadi pengingat bahwa persaingan di Piala Dunia semakin ketat. Meski jumlah peserta bertambah menjadi 48 tim, lolos ke fase gugur tetap bukan pekerjaan yang mudah. Banyak negara Asia sebenarnya menunjukkan perkembangan permainan yang cukup baik. Namun, konsistensi saat menghadapi tim-tim kuat masih menjadi tantangan yang harus segera diperbaiki. Kini perhatian mulai tertuju pada persiapan menuju turnamen berikutnya. Negara-negara Asia diharapkan mampu memanfaatkan pengalaman dari Piala Dunia 2026 agar bisa kembali bersaing dan mengembalikan prestasi mereka di panggung sepak bola dunia.

Wakil Asia Habis di Piala Dunia 2026, Australia Menyusul Jepang Angkat Koper Read More »

Marc-Andre ter Stegen Dikabarkan Merapat ke Ajax, Maarten Paes Terancam Punya Saingan Baru

Arenabetting – Ajax Amsterdam dikabarkan segera mendapatkan tambahan kekuatan di bawah mistar gawang. Klub asal Belanda tersebut disebut telah mencapai kesepakatan secara verbal dengan Barcelona untuk meminjam Marc-Andre ter Stegen selama musim 2026/2027. Kabar tersebut langsung menarik perhatian karena Ter Stegen berpeluang bersaing dengan Maarten Paes, kiper Timnas Indonesia yang lebih dulu bergabung dengan Ajax pada awal tahun 2026. Persaingan memperebutkan posisi utama dipastikan akan semakin ketat apabila proses transfer benar-benar rampung. Meski begitu, kepindahan Ter Stegen masih menunggu penyelesaian beberapa detail sebelum diumumkan secara resmi. Kiper asal Jerman itu juga dikabarkan tertarik menerima tantangan baru demi mendapatkan menit bermain yang lebih banyak. Barcelona Tak Lagi Jadikan Andalan Dalam dua musim terakhir, posisi Ter Stegen di Barcelona terus mengalami penurunan. Cedera yang silih berganti membuatnya kehilangan tempat sebagai penjaga gawang utama. Situasi semakin sulit setelah Barcelona mendatangkan Joan Garcia pada bursa transfer musim panas sebelumnya. Kehadiran kiper baru membuat kesempatan bermain Ter Stegen semakin terbatas. Pelatih Hansi Flick juga dikabarkan sudah tidak memasukkan nama Ter Stegen dalam rencana jangka panjang tim. Padahal, sang kiper masih memiliki kontrak bersama Barcelona hingga tahun 2028. Cedera Hambat Perjalanan Karier Pada paruh kedua musim lalu, Ter Stegen sempat dipinjamkan ke Girona. Namun, perjalanannya di klub tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Ia hanya sempat tampil dalam dua pertandingan sebelum mengalami cedera hamstring. Masalah tersebut membuat musimnya berakhir lebih cepat dan memaksanya menjalani masa pemulihan yang cukup panjang. Cedera itu juga berdampak pada karier internasionalnya. Ter Stegen gagal masuk skuad Jerman untuk Piala Dunia 2026 karena belum pulih sepenuhnya. Barcelona pun kesulitan mencari klub yang bersedia membelinya secara permanen. Karena itu, opsi peminjaman menjadi solusi yang dianggap paling memungkinkan. Persaingan Ketat di Ajax Apabila bergabung dengan Ajax, Ter Stegen akan langsung bersaing dengan Maarten Paes. Kiper Timnas Indonesia itu sudah lebih dahulu menunjukkan kemampuannya bersama klub asal Amsterdam tersebut. Paes tampil dalam 11 pertandingan Liga Belanda pada musim lalu. Penampilannya membantu Ajax finis di peringkat kelima sekaligus mengamankan tiket ke UEFA Conference League musim depan. Dengan pengalaman panjang yang dimiliki Ter Stegen, persaingan di posisi penjaga gawang dipastikan semakin menarik. Kedua pemain sama-sama memiliki kualitas untuk menjadi pilihan utama. Situasi tersebut juga bisa memberikan keuntungan bagi Ajax karena memiliki dua kiper berpengalaman yang siap bersaing secara sehat. Ajax Ingin Bangkit Musim Depan Kehadiran Ter Stegen menjadi bagian dari upaya Ajax memperkuat skuad menjelang musim baru. Klub ingin tampil lebih kompetitif setelah hanya mampu finis di posisi kelima pada musim lalu. Pengalaman Ter Stegen di level tertinggi dinilai dapat memberikan dampak positif bagi tim. Selama bertahun-tahun, ia menjadi salah satu penjaga gawang terbaik Eropa saat membela Barcelona. Sementara itu, Maarten Paes juga dipastikan tidak akan menyerahkan posisinya dengan mudah. Persaingan antara kedua kiper diprediksi menjadi salah satu cerita menarik yang akan menghiasi perjalanan Ajax pada musim 2026/2027.

Marc-Andre ter Stegen Dikabarkan Merapat ke Ajax, Maarten Paes Terancam Punya Saingan Baru Read More »

Resmi! Al Nassr Tunjuk Ange Postecoglou Jadi Pelatih Baru, Kontrak Dua Tahun

Arenabetting – Al Nassr resmi menunjuk Ange Postecoglou sebagai pelatih kepala yang baru untuk menghadapi musim 2026/2027. Klub raksasa Arab Saudi itu mengumumkan perekrutan pelatih asal Australia tersebut pada Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB. The Global Club memberikan kontrak berdurasi dua tahun kepada Postecoglou. Kehadirannya menjadi bagian dari langkah Al Nassr untuk mempertahankan prestasi setelah sukses menjuarai Saudi Pro League pada musim sebelumnya. Postecoglou datang menggantikan Jorge Jesus yang memutuskan mengakhiri masa tugasnya pada akhir pekan lalu. Manajemen Al Nassr berharap pengalaman sang pelatih mampu membawa tim tetap bersaing di level tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Asia. Al Nassr Sambut Era Baru Pengumuman perekrutan Postecoglou disampaikan langsung melalui pernyataan resmi klub. Al Nassr menyambut kedatangan pelatih berusia 60 tahun itu sebagai awal perjalanan baru bagi tim. Manajemen juga menyampaikan doa dan harapan agar Postecoglou bersama seluruh staf pelatih mampu membawa kesuksesan selama bekerja di klub. Penunjukan ini menjadi salah satu keputusan penting Al Nassr menjelang dimulainya musim baru yang diprediksi berlangsung semakin kompetitif. Kembali Melatih Setelah Delapan Bulan Sebelum menerima tawaran Al Nassr, Postecoglou sempat tidak menangani klub selama sekitar delapan bulan. Pekerjaan terakhirnya adalah melatih Nottingham Forest. Namun, kebersamaannya dengan klub Inggris tersebut berlangsung singkat. Ia hanya bertahan selama 39 hari sebelum kerja sama berakhir pada Oktober 2025. Meski demikian, reputasi Postecoglou sebagai pelatih tetap mendapat perhatian banyak klub. Pengalamannya menangani berbagai tim di beberapa negara menjadi salah satu alasan Al Nassr memilihnya. Sebelumnya, ia juga sempat masuk dalam daftar kandidat pelatih Timnas Skotlandia setelah posisi tersebut ditinggalkan Steve Clarke. Pilih Arab Saudi Alih-alih menerima tantangan di level tim nasional, Postecoglou memilih melanjutkan karier di Arab Saudi. Kesempatan menangani salah satu klub terbesar di kawasan tersebut menjadi pilihan yang dianggap paling menarik. Pelatih asal Australia itu memiliki pengalaman menangani klub-klub besar dan pernah membawa Tottenham Hotspur meraih gelar Liga Europa pada tahun 2025. Prestasi tersebut membuat namanya tetap dihormati sebagai salah satu pelatih yang mampu membangun tim dengan gaya bermain menyerang dan penuh determinasi. Kini ia akan mencoba menerapkan filosofi tersebut bersama skuad Al Nassr yang dipenuhi pemain berkualitas. Tantangan Besar Bersama Ronaldo Tugas pertama Postecoglou tidak akan mudah. Ia harus menjaga performa Al Nassr agar mampu mempertahankan gelar Saudi Pro League yang berhasil diraih pada musim lalu. Selain itu, ia juga akan bekerja sama dengan Cristiano Ronaldo yang masih menjadi sosok penting di dalam tim. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman membuat target Al Nassr pada musim depan dipastikan sangat tinggi. The Global Club berharap kombinasi antara kualitas skuad dan pengalaman Postecoglou mampu menghasilkan lebih banyak trofi. Para pendukung pun menantikan bagaimana pelatih baru tersebut membangun tim agar tetap menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Arab Saudi.

Resmi! Al Nassr Tunjuk Ange Postecoglou Jadi Pelatih Baru, Kontrak Dua Tahun Read More »

Real Madrid Buka Suara Soal Enzo Fernandez, Tegaskan Tidak Sedang Kejar Bintang Chelsea

Arenabetting – Rumor kepindahan Enzo Fernandez ke Real Madrid akhirnya mendapat tanggapan langsung dari pihak klub. Los Blancos memilih mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah berbagai spekulasi yang berkembang dalam beberapa hari terakhir mengenai gelandang Timnas Argentina tersebut. Nama Enzo Fernandez memang terus menjadi perbincangan pada bursa transfer musim panas. Masa depannya bersama Chelsea dipertanyakan setelah muncul kabar bahwa sang pemain ingin mencari tantangan baru usai musim yang kurang memuaskan bagi klub asal London tersebut. Situasi itu membuat sejumlah klub besar Eropa mulai dikaitkan dengan Enzo. Real Madrid menjadi salah satu nama yang paling sering muncul dalam berbagai laporan, tetapi kini klub raksasa Spanyol tersebut memastikan bahwa kabar tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Madrid Tegaskan Tidak Ada Negosiasi Melalui pernyataan resmi, Real Madrid menegaskan bahwa mereka tidak pernah melakukan pendekatan kepada Enzo Fernandez. Klub juga memastikan tidak ada komunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, terkait kemungkinan transfer tersebut. Los Blancos menjelaskan bahwa mereka sama sekali tidak memiliki rencana untuk merekrut gelandang berusia 25 tahun itu pada saat ini. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang terus berkembang selama beberapa pekan terakhir. Hormati Chelsea dan Sang Pemain Real Madrid juga menegaskan bahwa mereka memiliki hubungan yang sangat baik dengan Chelsea. Karena alasan itu, klub ingin menjaga sikap profesional dalam setiap aktivitas di bursa transfer. Selain memberikan penghormatan kepada Chelsea, Madrid juga menyampaikan apresiasi terhadap kualitas Enzo Fernandez. Klub mengakui bahwa gelandang asal Argentina tersebut merupakan salah satu pemain terbaik di posisinya. Namun, penghormatan itu tidak berarti Madrid sedang berusaha membawanya ke Santiago Bernabeu. Klub memilih meluruskan isu yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Los Blancos menilai berbagai rumor yang berkembang tidak memiliki dasar yang kuat sehingga perlu diberikan klarifikasi secara terbuka. Masa Depan Enzo Masih Jadi Sorotan Di sisi lain, masa depan Enzo Fernandez bersama Chelsea memang masih menjadi bahan pembicaraan. Sang gelandang beberapa kali dikabarkan ingin meninggalkan Stamford Bridge. Spekulasi semakin berkembang setelah Enzo pernah mengungkapkan keinginannya untuk tinggal di Madrid. Pernyataan tersebut sempat memicu berbagai dugaan mengenai peluang kepindahannya ke Real Madrid. Belum lama ini, agen Enzo juga mengungkapkan bahwa kliennya sedang berusaha mencari jalan keluar dari Chelsea. Meski begitu, pemain tersebut masih memiliki kontrak jangka panjang hingga tahun 2032. Kabarnya, Chelsea hanya bersedia melepas Enzo apabila ada klub yang mampu memenuhi nilai transfer sekitar 120 juta poundsterling. Enzo Tetap Jadi Pemain Penting Sejak bergabung dari Benfica, Enzo Fernandez menjadi salah satu pemain utama Chelsea. Kontribusinya cukup besar di lini tengah dengan torehan gol dan assist yang membantu tim dalam berbagai kompetisi. Gelandang La Albiceleste itu juga ikut mempersembahkan gelar UEFA Conference League serta Piala Dunia Antarklub 2025 untuk Chelsea. Penampilannya yang konsisten membuat banyak klub besar terus memantau situasinya. Meski rumor transfer terus bermunculan, Real Madrid kini sudah memberikan penegasan bahwa mereka tidak sedang mengejar Enzo Fernandez. Dengan klarifikasi tersebut, masa depan sang gelandang untuk sementara masih tetap berada bersama Chelsea hingga ada perkembangan baru di bursa transfer.

Real Madrid Buka Suara Soal Enzo Fernandez, Tegaskan Tidak Sedang Kejar Bintang Chelsea Read More »

Cristiano Ronaldo Peluk Luka Modric, Sebut Sahabatnya Itu Legenda Sepak Bola

Arenabetting – Portugal memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menang dramatis 2-1 atas Kroasia pada babak 32 besar di Toronto Stadium, Kanada, Jumat (3/7/2026). Namun, di balik kemenangan tersebut, perhatian juga tertuju pada momen emosional yang melibatkan Cristiano Ronaldo dan Luka Modric. Kroasia sempat unggul lebih dulu melalui Ivan Perisic pada awal babak kedua. Portugal kemudian bangkit berkat gol penalti Cristiano Ronaldo sebelum Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan pada masa injury time yang memastikan langkah Selecao das Quinas ke babak berikutnya. Bagi Kroasia, kekalahan itu menjadi akhir perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Laga tersebut juga menjadi pertandingan terakhir Luka Modric bersama tim nasional setelah memutuskan mengakhiri pengabdiannya usai hampir dua dekade membela negaranya. Momen Haru Setelah Peluit Akhir Setelah pertandingan selesai, Luka Modric tampak larut dalam suasana emosional. Gelandang berusia 40 tahun itu mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Kroasia dengan kepala tegak meski harus menelan kekalahan. Para pemain Portugal satu per satu menghampiri Modric untuk memberikan dukungan. Mereka menunjukkan rasa hormat kepada salah satu gelandang terbaik dalam sejarah sepak bola. Cristiano Ronaldo menjadi sosok yang paling mencuri perhatian. Kapten Portugal itu memeluk Modric dengan hangat sebelum keduanya berbincang beberapa saat di tengah lapangan. Ronaldo Beri Penghormatan Ronaldo mengaku sangat menghormati Modric karena perjalanan karier yang telah dibangun bersama Timnas Kroasia. Menurutnya, Modric merupakan salah satu legenda sepak bola dunia. Kapten Selecao das Quinas itu juga mengenang kebersamaan mereka saat memperkuat Real Madrid. Selama bertahun-tahun, keduanya meraih banyak gelar bergengsi dan membangun hubungan yang sangat dekat. Ronaldo turut menyampaikan doa terbaik agar Modric tetap menikmati sisa kariernya di level klub. Ia merasa senang masih memiliki kesempatan kembali bertemu dengan sahabat lamanya di atas lapangan. Ucapan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi panjang Modric yang telah mengabdikan diri untuk Kroasia sejak tahun 2006. Rekor Luar Biasa Modric Selama membela Timnas Kroasia, Modric mencatatkan 202 penampilan. Jumlah tersebut menjadikannya sebagai pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah tim nasional. Selain menjadi pemegang rekor penampilan, Modric juga berperan besar membawa Kroasia bersaing di berbagai turnamen internasional. Kepemimpinan dan kualitas permainannya membuat dirinya selalu menjadi sosok penting di lapangan. Meski mengakhiri karier bersama tim nasional, Modric masih berencana melanjutkan karier di level klub. Namun, banyak pihak menilai masa bermainnya sebagai pesepak bola profesional juga sudah mendekati akhir. Dedikasi dan prestasi yang ditorehkannya membuat nama Modric akan selalu dikenang oleh para pendukung Kroasia maupun pencinta sepak bola dunia. Persahabatan yang Tetap Terjaga Pertemuan Ronaldo dan Modric setelah pertandingan menjadi salah satu momen paling berkesan di Piala Dunia 2026. Keduanya memperlihatkan bahwa persaingan di lapangan tidak menghilangkan rasa saling menghormati. Bagi Ronaldo, Modric bukan hanya mantan rekan setim, tetapi juga sosok yang telah memberikan banyak kontribusi dalam dunia sepak bola. Karena itu, ia memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada sang gelandang. Sementara bagi Kroasia, kepergian Modric menandai berakhirnya sebuah era yang penuh prestasi. Meski sudah pensiun dari tim nasional, namanya akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola Kroasia.

Cristiano Ronaldo Peluk Luka Modric, Sebut Sahabatnya Itu Legenda Sepak Bola Read More »