Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Cristiano Ronaldo Ukir 3 Rekor Baru di Piala Dunia 2026, Bukti CR7 Masih Belum Habis

Arenabetting – Cristiano Ronaldo kembali membuktikan kualitasnya di panggung terbesar sepak bola dunia. Setelah sempat mendapat kritik usai gagal mencetak gol pada pertandingan pertama, kapten Portugal itu bangkit dengan penampilan luar biasa saat menghadapi Uzbekistan di laga kedua Grup K Piala Dunia 2026. Portugal berhasil menang telak 5-0 dan Ronaldo menyumbang dua gol. Penampilan tersebut langsung menghapus keraguan banyak pihak terhadap kemampuannya yang kini sudah memasuki usia 41 tahun. Berkat dua gol itu, Ronaldo bukan hanya membantu Selecao das Quinas meraih kemenangan penting. Ia juga kembali mencatatkan namanya dalam buku sejarah Piala Dunia dengan beberapa rekor baru yang semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Jadi Pemain Tertua yang Mencetak Gol di Piala Dunia Cristiano Ronaldo resmi menjadi pemain tertua yang mampu mencetak gol di ajang Piala Dunia. Rekor tersebut lahir setelah dua golnya ke gawang Uzbekistan membawa Portugal tampil dominan sepanjang pertandingan. Pencapaian itu menunjukkan bahwa usia tidak mengurangi kualitas sang penyerang. Ronaldo masih mampu tampil kompetitif dan menjadi pembeda di level tertinggi sepak bola dunia. Keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa kerja keras menjaga kondisi fisik selama bertahun-tahun masih membuahkan hasil yang luar biasa. Cetak Gol dalam Enam Edisi Piala Dunia Rekor berikutnya bahkan lebih istimewa. Ronaldo menjadi pemain pertama yang berhasil mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun. Gol-gol itu tercipta mulai edisi 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, hingga Piala Dunia 2026. Belum ada pemain lain yang mampu mencatatkan pencapaian serupa. Konsistensi selama dua dekade menjadi bukti betapa luar biasanya perjalanan karier Ronaldo bersama Timnas Portugal. Rekor tersebut diperkirakan akan sangat sulit dipecahkan karena membutuhkan karier yang panjang sekaligus kemampuan menjaga performa di level tertinggi. Bangkit Setelah Sempat Dikritik Sebelum menghadapi Uzbekistan, Ronaldo menjadi sorotan setelah tampil kurang maksimal saat Portugal bermain imbang melawan Kongo pada pertandingan pertama fase grup. Namun ia memberikan jawaban terbaik lewat dua gol yang dicetaknya. Ketajaman sang kapten kembali terlihat dan membuktikan bahwa dirinya masih menjadi andalan utama Selecao das Quinas. Kebangkitan itu juga meningkatkan kepercayaan diri Portugal dalam menghadapi pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026. Di saat yang sama, performa Ronaldo kembali memanaskan rivalitas panjangnya dengan Lionel Messi yang juga sedang tampil impresif bersama Argentina. Portugal Semakin Percaya Diri Menatap Fase Gugur Kemenangan besar atas Uzbekistan membuat Portugal semakin dekat dengan babak gugur. Selecao das Quinas tampil solid di semua lini dan menunjukkan kualitas sebagai salah satu tim yang layak diperhitungkan. Ronaldo kembali menjadi sosok sentral berkat pengalaman dan naluri mencetak gol yang masih sangat tajam. Kehadirannya tetap memberikan pengaruh besar terhadap permainan Portugal. Dengan tiga rekor baru yang berhasil diukir, Cristiano Ronaldo sekali lagi membuktikan bahwa dirinya belum habis. Kini fokus utamanya adalah membawa Portugal melangkah sejauh mungkin dan mewujudkan impian meraih gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah negara tersebut.

Cristiano Ronaldo Ukir 3 Rekor Baru di Piala Dunia 2026, Bukti CR7 Masih Belum Habis Read More »

Inggris Pecahkan Rekor Buruk di Piala Dunia 2026, Dominan Tapi Gagal Cetak Gol

Arenabetting – Timnas Inggris mencatat hasil yang kurang memuaskan saat menghadapi Ghana pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026. Meski tampil dominan sepanjang pertandingan, The Three Lions harus puas bermain imbang tanpa gol pada duel yang berlangsung Rabu (24/6/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat Inggris tetap menjaga peluang lolos ke babak 32 besar. Namun, kegagalan memanfaatkan dominasi permainan menjadi perhatian karena lini depan belum mampu menunjukkan ketajaman yang diharapkan. Selain kehilangan dua poin penting, Inggris juga harus menerima catatan yang tidak membanggakan. Mereka resmi menjadi tim dengan penguasaan bola tertinggi dalam sejarah Piala Dunia tanpa mampu mencetak satu gol pun. Penguasaan Bola Sangat Dominan Inggris menguasai jalannya pertandingan dengan catatan penguasaan bola mencapai 78,8 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah turnamen untuk tim yang gagal mencetak gol. Dominasi itu juga terlihat dari jumlah peluang yang berhasil diciptakan. The Three Lions melepaskan 19 tembakan sepanjang pertandingan, tetapi hanya empat yang benar-benar mengarah ke gawang Ghana. Statistik tersebut menunjukkan Inggris mampu mengendalikan permainan. Namun efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki. Lini Depan Belum Maksimal Thomas Tuchel kembali menurunkan sejumlah pemain andalannya di sektor serang. Harry Kane, Anthony Gordon, Noni Madueke, dan Jude Bellingham diharapkan mampu membongkar pertahanan Ghana. Namun harapan itu belum terwujud. Dari beberapa pemain depan yang tampil, hanya Kane dan Gordon yang mampu mencatat masing-masing satu tembakan tepat sasaran. Minimnya ancaman yang benar-benar membahayakan membuat Ghana mampu mempertahankan gawangnya tetap aman hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini memunculkan pertanyaan mengenai komposisi lini serang Inggris menjelang pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026. Rekor Buruk Gantikan Catatan Turki Sebelum Inggris, rekor penguasaan bola tertinggi tanpa mencetak gol di Piala Dunia 2026 dipegang oleh Turki. Saat menghadapi Paraguay, Turki menguasai bola hingga 78,5 persen tetapi tetap kalah dengan skor 0-1. Kini catatan tersebut berpindah ke Inggris setelah mencatat angka yang sedikit lebih tinggi. Meski hanya selisih tipis, rekor itu tetap menjadi sorotan karena menggambarkan kurang efektifnya permainan mereka di depan gawang. The Three Lions sebenarnya tampil lebih dominan dibanding lawannya. Akan tetapi, penguasaan bola yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah gol yang tercipta. Situasi tersebut menjadi evaluasi penting bagi tim pelatih sebelum memasuki pertandingan berikutnya. Tuchel Punya Pekerjaan Rumah Besar Hasil imbang tanpa gol membuat Thomas Tuchel diperkirakan akan mengevaluasi strategi menyerang timnya. Efektivitas penyelesaian akhir menjadi aspek yang paling membutuhkan perhatian. The Three Lions masih memiliki kualitas pemain yang sangat baik di semua lini. Namun dominasi permainan harus diimbangi dengan kemampuan memanfaatkan peluang agar tidak kembali kehilangan poin. Dengan fase grup yang memasuki tahap penentuan, Inggris membutuhkan performa yang lebih tajam di lini depan. Jika mampu memperbaiki penyelesaian akhir, peluang mereka melangkah jauh di Piala Dunia 2026 tetap terbuka lebar.

Inggris Pecahkan Rekor Buruk di Piala Dunia 2026, Dominan Tapi Gagal Cetak Gol Read More »

Kylian Mbappe Tak Kejar Lionel Messi, Gelar Juara Piala Dunia Jadi Prioritas Prancis

Arenabetting – Kylian Mbappe kembali menunjukkan ketajamannya di Piala Dunia 2026 setelah mencetak dua gol saat membawa Prancis mengalahkan Irak dengan skor 3-0. Tambahan gol tersebut membuat koleksi gol sang penyerang kini mencapai empat, sehingga namanya semakin sering dibandingkan dengan Lionel Messi. Persaingan keduanya memang kembali menjadi perhatian setelah sama-sama tampil impresif di turnamen ini. Messi masih memimpin daftar pencetak gol sementara dengan lima gol, sedangkan Mbappe hanya terpaut satu gol dan terus menjaga peluang untuk menambah koleksinya. Meski demikian, Mbappe menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu memikirkan persaingan individu. Bintang Les Bleus itu memilih fokus membantu tim meraih target terbesar, yaitu menjadi juara Piala Dunia 2026. Mbappe Pilih Fokus untuk Tim Mbappe mengaku tidak menjadikan gelar pencetak gol terbanyak sebagai target utama selama turnamen berlangsung. Menurutnya, keberhasilan tim jauh lebih penting dibanding pencapaian pribadi. Penyerang berusia 27 tahun itu menilai kekuatan kolektif menjadi kunci agar Prancis mampu melangkah sejauh mungkin. Karena itu, seluruh pemain diminta tetap menjaga kekompakan dalam setiap pertandingan. Baginya, kemenangan tim akan selalu menjadi prioritas. Jika permainan Prancis terus berkembang, peluang meraih trofi juga akan semakin besar. Persaingan dengan Messi Bukan Prioritas Nama Mbappe kembali dikaitkan dengan Lionel Messi setelah keduanya tampil tajam di Piala Dunia 2026. Apalagi, mereka pernah bersaing memperebutkan gelar top skor pada edisi 2022. Saat itu, Mbappe keluar sebagai pencetak gol terbanyak turnamen. Namun trofi juara justru berhasil diraih Albiceleste setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti di partai final. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi Mbappe. Ia kini lebih memilih mengejar gelar juara bersama Les Bleus daripada sekadar memenangkan persaingan individu. Meski terus mencetak gol, Mbappe menegaskan bahwa dirinya tidak merasa terbebani dengan perbandingan bersama Messi. Prancis Semakin Percaya Diri Kemenangan atas Irak memastikan Prancis melanjutkan tren positif di fase grup. Les Bleus tampil solid dan berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar lebih awal. Performa tim yang semakin konsisten membuat rasa percaya diri para pemain terus meningkat. Mbappe juga menilai perkembangan permainan tim menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya. Ia menyadari bahwa setiap pertandingan di fase gugur akan berlangsung lebih sulit. Karena itu, seluruh pemain harus terus meningkatkan kualitas permainan agar mampu mengatasi lawan-lawan yang lebih kuat. Menurut Mbappe, hanya tim terbaik yang mampu bertahan hingga akhir turnamen dan mengangkat trofi juara. Target Besar Les Bleus Masih Terbuka Prancis kini menjadi salah satu tim yang dijagokan melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Kedalaman skuad serta pengalaman para pemain membuat mereka kembali masuk dalam daftar kandidat kuat peraih gelar. Mbappe diyakini tetap menjadi andalan di lini depan berkat ketajamannya yang terus terjaga. Namun ia ingin seluruh pemain memberikan kontribusi agar beban tim tidak hanya berada di pundaknya. Dengan tiket ke babak gugur sudah diamankan, Les Bleus kini mengalihkan fokus untuk menjaga konsistensi. Bagi Mbappe, membawa Prancis kembali menjadi juara dunia akan jauh lebih berharga daripada sekadar menambah koleksi gol atau mengalahkan Messi dalam perebutan gelar top skor.

Kylian Mbappe Tak Kejar Lionel Messi, Gelar Juara Piala Dunia Jadi Prioritas Prancis Read More »

Fulham vs Chelsea Berpotensi Hadirkan Duel Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa di Premier League

Arenabetting – Laga Fulham melawan Chelsea dipastikan menjadi salah satu pertandingan yang paling menarik pada pekan pembuka Liga Inggris 2026/27. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Agustus pukul 02.00 WIB itu berpotensi mempertemukan dua pelatih yang pernah menangani Real Madrid. Chelsea memasuki musim baru dengan semangat berbeda setelah menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih kepala. Mantan gelandang Spanyol tersebut diharapkan mampu membawa The Blues kembali bersaing di papan atas setelah menjalani sejumlah perubahan dalam skuad. Sementara itu, Fulham juga dikabarkan segera memiliki pelatih baru. Klub asal London tersebut disebut sedang menyelesaikan tahap akhir negosiasi dengan Alvaro Arbeloa yang diproyeksikan menggantikan Marco Silva. Arbeloa Semakin Dekat ke Fulham Alvaro Arbeloa dikabarkan tertarik menerima tantangan baru di Liga Inggris. Mantan bek Real Madrid itu disebut siap menandatangani kontrak berdurasi tiga musim bersama Fulham. Jika proses negosiasi berjalan lancar, Arbeloa akan langsung memimpin persiapan tim menghadapi musim baru. Kehadirannya diharapkan mampu membawa warna baru bagi permainan Fulham. Manajemen klub juga diyakini optimistis dengan pengalaman yang dimiliki Arbeloa sebagai pelatih. Meski masih tergolong muda dalam karier kepelatihan, ia dinilai memiliki potensi untuk berkembang di kompetisi sekelas Premier League. Duel Dua Mantan Pelatih Real Madrid Apabila Arbeloa resmi bergabung, laga melawan Chelsea akan menghadirkan cerita menarik. Ia bakal berhadapan langsung dengan Xabi Alonso yang kini menangani The Blues. Keduanya sama-sama pernah menjadi pelatih Real Madrid dalam periode yang berbeda. Xabi Alonso lebih dulu memimpin tim sebelum posisinya digantikan oleh Arbeloa. Perjalanan mereka di Santiago Bernabeu tidak berlangsung lama. Setelah Real Madrid gagal meraih gelar pada musim sebelumnya, Arbeloa juga tidak mendapatkan perpanjangan kontrak. Posisi pelatih kemudian beralih kepada Jose Mourinho yang dipercaya memulai proyek baru bersama klub raksasa Spanyol tersebut. Chelsea dan Fulham Siap Sambut Musim Baru Chelsea berharap kehadiran Xabi Alonso mampu meningkatkan performa tim sejak pekan pertama. Mantan pelatih Real Madrid itu memiliki tugas membangun skuad yang lebih kompetitif untuk bersaing memperebutkan gelar. Di sisi lain, Fulham juga ingin membuka musim dengan hasil positif. Jika Arbeloa benar-benar datang sebelum kompetisi dimulai, ia akan langsung menghadapi ujian berat melawan salah satu tim kuat di Liga Inggris. Pertemuan ini diperkirakan tidak hanya menarik dari sisi persaingan antartim, tetapi juga adu strategi di pinggir lapangan. Pengalaman keduanya sebagai mantan pemain dan pelatih di level tertinggi menjadi nilai tambah tersendiri. Para pendukung pun menantikan bagaimana duel taktik antara kedua pelatih tersebut akan berlangsung. Laga Pembuka yang Layak Dinanti Pertandingan Fulham kontra Chelsea diprediksi menjadi salah satu laga yang paling banyak mendapat perhatian pada pekan pertama Premier League 2026/27. Kedua tim sama-sama membawa ambisi besar untuk mengawali musim dengan kemenangan. Chelsea datang dengan proyek baru di bawah arahan Xabi Alonso, sedangkan Fulham berpeluang memulai era baru bersama Arbeloa apabila proses penunjukannya rampung tepat waktu. Jika semua rencana berjalan sesuai perkiraan, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Duel dua mantan pelatih Real Madrid itu juga akan menjadi salah satu cerita menarik yang membuka kompetisi Liga Inggris musim 2026/27.

Fulham vs Chelsea Berpotensi Hadirkan Duel Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa di Premier League Read More »

Zlatan Ibrahimovic Yakin Amerika Serikat Bisa Juara Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Arenabetting – Timnas Amerika Serikat tampil meyakinkan pada fase grup Piala Dunia 2026. Dua kemenangan beruntun membawa mereka memastikan tiket ke babak 32 besar sekaligus memuncaki klasemen Grup D dengan koleksi enam poin. Performa tersebut membuat optimisme terhadap peluang Amerika Serikat terus meningkat. Salah satu sosok yang ikut memberikan dukungan adalah legenda Swedia, Zlatan Ibrahimovic, yang kini menjadi analis pertandingan selama Piala Dunia 2026. Menurut Ibrahimovic, Amerika Serikat memiliki peluang untuk melangkah jauh. Bahkan, ia percaya tim tuan rumah mampu menciptakan kejutan dengan meraih gelar juara apabila mampu menjaga konsistensi permainan. Ibrahimovic Percaya Amerika Serikat Bisa Juara Saat dimintai pendapat mengenai peluang Amerika Serikat menjadi juara dunia, Ibrahimovic memberikan jawaban yang penuh keyakinan. Ia menilai peluang tersebut tetap terbuka meski persaingan di turnamen sangat ketat. Legenda Swedia itu melihat skuad Amerika Serikat memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing dengan negara-negara besar. Selain itu, kehadiran pelatih Mauricio Pochettino juga menjadi nilai tambah berkat pengalaman yang dimilikinya. Menurut Ibrahimovic, kombinasi pemain berkualitas dan pelatih berpengalaman membuat Amerika Serikat layak diperhitungkan sebagai salah satu kandidat yang bisa memberikan kejutan. Dukungan Suporter Jadi Senjata Utama Ibrahimovic juga menyoroti keuntungan besar yang dimiliki Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. Bermain di depan pendukung sendiri dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Atmosfer stadion yang dipenuhi suporter diyakini bisa memberikan tekanan kepada lawan. Kondisi tersebut sering kali menjadi faktor penting dalam pertandingan besar. Ia menilai tim yang mendapat dukungan penuh dari publik sendiri akan jauh lebih sulit dikalahkan. Karena itu, Amerika Serikat memiliki modal tambahan yang tidak dimiliki sebagian besar peserta lain. Meski demikian, Ibrahimovic mengingatkan bahwa perjalanan menuju gelar juara tetap tidak akan mudah karena masih banyak lawan kuat yang harus dihadapi. Momentum Harus Terus Dijaga Menurut Ibrahimovic, Amerika Serikat sudah memulai turnamen dengan sangat baik. Kini yang terpenting adalah menjaga performa tersebut hingga memasuki fase gugur. Ia juga menilai kepercayaan diri para pendukung akan terus meningkat apabila tim mampu mempertahankan hasil positif. Dukungan publik diyakini akan menjadi energi tambahan dalam setiap pertandingan. Amerika Serikat masih memiliki satu laga tersisa di fase grup melawan Turki. Meski lawannya sudah dipastikan tersingkir, pertandingan itu tetap penting untuk menjaga ritme permainan. Kemenangan pada laga tersebut akan menjadi bekal berharga sebelum memasuki babak 32 besar yang dipastikan berlangsung lebih berat. Peluang Mencetak Sejarah Baru Amerika Serikat sudah tampil dalam 10 edisi Piala Dunia. Prestasi terbaik mereka terjadi pada tahun 1930 ketika berhasil finis di peringkat ketiga. Sejak saat itu, perjalanan mereka di ajang Piala Dunia belum mampu menyamai pencapaian tersebut. Namun performa pada edisi 2026 mulai memunculkan harapan baru bagi para pendukung. Dengan status sebagai tuan rumah, kualitas skuad yang semakin matang, serta kepercayaan dari sosok seperti Ibrahimovic, Amerika Serikat kini memiliki peluang untuk mencatat sejarah baru. Tantangan memang masih panjang, tetapi momentum positif menjadi modal penting untuk terus melangkah di Piala Dunia 2026.

Zlatan Ibrahimovic Yakin Amerika Serikat Bisa Juara Piala Dunia 2026, Ini Alasannya Read More »

Atletico Madrid Murka Usai Julian Alvarez Ingin Pergi, Barcelona Terancam Dilaporkan ke FIFA

Arenabetting – Masa depan Julian Alvarez semakin menjadi sorotan pada bursa transfer musim panas 2026. Setelah secara terbuka mengungkapkan keinginannya meninggalkan Atletico Madrid, situasi kini berkembang menjadi konflik yang melibatkan Barcelona. Pernyataan Alvarez muncul saat dirinya sedang memperkuat Argentina di Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 26 tahun itu mengaku sudah berbicara dengan pihak Atletico Madrid dan menilai kepindahan menjadi jalan terbaik bagi semua pihak. Ucapan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Atletico Madrid. Klub berjuluk Los Colchoneros itu menilai ada campur tangan Barcelona yang membuat situasi semakin memanas. Alvarez Tegaskan Ingin Cari Tantangan Baru Julian Alvarez mengakui dirinya tidak ingin terus menutupi situasi yang sedang dihadapi. Menurutnya, pembicaraan dengan pihak klub sudah dilakukan dan ia berharap bisa mewujudkan impian dalam kariernya. Meski tidak mengungkapkan secara langsung klub tujuan, nama Barcelona menjadi yang paling sering dikaitkan dengan penyerang Timnas Argentina tersebut. Klub asal Catalunya itu memang sedang mencari penyerang baru untuk memperkuat lini depan. Pernyataan Alvarez semakin memperkuat spekulasi bahwa kepindahannya hanya tinggal menunggu proses negosiasi antara kedua klub. Atletico Madrid Tuding Barcelona Tak Menghormati Klub Pihak Atletico Madrid tidak menyembunyikan kekecewaannya. Manajemen klub menilai Barcelona telah melakukan pendekatan terhadap Alvarez ketika sang pemain masih terikat kontrak. CEO Atletico Madrid, Miguel Angel Gil, menilai sikap Barcelona tidak menghormati hubungan antarklub. Ia juga menganggap rivalnya itu telah memberikan gambaran yang keliru kepada publik mengenai peluang transfer tersebut. Menurutnya, Barcelona berusaha membangun keyakinan bahwa kesepakatan dapat diwujudkan, padahal proses tersebut belum tentu bisa terlaksana sesuai aturan yang berlaku. Kemarahan Atletico semakin besar karena mereka merasa situasi ini bukan pertama kalinya terjadi dalam dunia sepak bola. Ancam Bawa Kasus ke FIFA Atletico Madrid memastikan akan mengambil langkah resmi untuk melindungi kepentingan klub. Salah satu opsi yang disiapkan adalah mengajukan pengaduan kepada FIFA terkait dugaan pendekatan yang dilakukan Barcelona terhadap Alvarez. Los Colchoneros menilai proses negosiasi dengan pemain yang masih berada dalam masa kontrak seharusnya mengikuti aturan yang berlaku. Karena itu, mereka ingin persoalan ini mendapat perhatian dari otoritas sepak bola dunia. Pihak Atletico juga menyinggung kasus serupa yang pernah dikaitkan dengan Barcelona pada bursa transfer sebelumnya. Mereka menganggap pola yang sama kembali terulang dalam usaha merekrut Alvarez. Kini perhatian publik tertuju pada langkah FIFA apabila laporan tersebut benar-benar diajukan oleh Atletico Madrid. Transfer Alvarez Masih Jadi Teka-teki Meski situasi semakin memanas, peluang kepindahan Alvarez pada musim panas ini masih terbuka. Barcelona tetap dikabarkan menjadi klub terdepan yang ingin mendapatkan tanda tangannya. Namun proses transfer diperkirakan tidak akan berjalan mudah. Atletico Madrid diyakini tetap memasang harga tinggi sekaligus mempertahankan sikap tegas terhadap setiap proses negosiasi. Di tengah polemik tersebut, Alvarez masih fokus membela Albiceleste di Piala Dunia 2026. Setelah turnamen berakhir, keputusan mengenai masa depannya diperkirakan akan menjadi salah satu cerita terbesar di bursa transfer musim panas.

Atletico Madrid Murka Usai Julian Alvarez Ingin Pergi, Barcelona Terancam Dilaporkan ke FIFA Read More »