Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Barcelona Ukir Rekor Sempurna usai Sapu Bersih Kemenangan Kandang di LaLiga

Arenabetting – Barcelona menutup laga kandang terakhir musim LaLiga 2025/2026 dengan hasil manis setelah menaklukkan Real Betis. Blaugrana menang 3-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Camp Nou. Kemenangan itu terasa spesial karena membawa Barcelona mencetak rekor sempurna di kandang sepanjang musim liga. Tim asuhan Hansi Flick berhasil memenangi seluruh pertandingan kandang mereka di LaLiga musim ini. Catatan tersebut membuat Barcelona menjadi tim pertama dalam sejarah LaLiga yang mampu mencatat 100 persen kemenangan kandang sepanjang satu musim penuh. Rekor itu semakin menarik karena diraih di tiga stadion berbeda. Sepanjang musim, Blaugrana sempat memainkan laga kandang di Estadi Johan Cruyff, Estadi Olimpic Lluis Companys, dan akhirnya kembali ke Camp Nou pada akhir kompetisi. Camp Nou Jadi Penutup yang Sempurna Pertandingan melawan Real Betis berlangsung dengan atmosfer meriah. Para suporter memenuhi Camp Nou untuk merayakan laga kandang terakhir sekaligus musim luar biasa Barcelona. Raphinha menjadi salah satu bintang kemenangan lewat dua gol penting yang membuat Blaugrana mampu menjaga dominasi hingga laga berakhir. Meski menang cukup nyaman, Barcelona tetap mendapatkan perlawanan sengit dari Betis. Tim tamu beberapa kali mampu menciptakan ancaman yang membuat lini belakang Barca harus bekerja keras. Namun dukungan publik Camp Nou membuat Barcelona tetap tampil agresif sampai menit akhir pertandingan. Hansi Flick Soroti Peran Besar Suporter Hansi Flick mengaku sangat puas dengan mentalitas skuadnya musim ini. Menurutnya, hubungan kuat antara tim dan fans menjadi salah satu alasan utama Barcelona begitu tangguh di kandang. Pelatih asal Jerman itu merasa para suporter selalu mampu memberi energi tambahan ketika tim mengalami tekanan di lapangan. Atmosfer stadion dianggap membantu pemain menjaga intensitas permainan. Flick juga menilai laga melawan Real Betis tidak berjalan mudah. Blaugrana sempat kesulitan menghadapi permainan disiplin tim tamu. Meski begitu, kemampuan bertahan dan menjaga fokus membuat Barcelona akhirnya mampu mengamankan kemenangan penting tersebut. Menang di Tiga Stadion Berbeda Salah satu hal paling unik dari rekor Barcelona musim ini adalah lokasi pertandingan kandang mereka. Blaugrana tidak hanya bermain di satu stadion sepanjang kompetisi. Renovasi Camp Nou membuat Barcelona sempat menggunakan Estadi Olimpic Lluis Companys sebagai markas utama. Beberapa pertandingan lain juga dimainkan di Estadi Johan Cruyff. Meski terus berpindah venue, performa kandang Barcelona tetap sempurna. Situasi itu menunjukkan adaptasi skuad berjalan sangat baik sepanjang musim. Konsistensi tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan Barcelona bukan hanya soal stadion, tetapi juga mentalitas tim dan dukungan suporternya. Barcelona Tutup Musim dengan Dominasi Musim ini menjadi salah satu musim paling impresif bagi Blaugrana dalam beberapa tahun terakhir. Selain tampil tajam di lini depan, mereka juga sangat konsisten saat bermain di kandang. Lamine Yamal dan para pemain muda lainnya terus menunjukkan perkembangan pesat di bawah arahan Hansi Flick. Barcelona juga berhasil menjaga keseimbangan permainan antara lini serang dan pertahanan. Faktor itu membuat mereka sulit dihentikan ketika bermain di depan pendukung sendiri. Dengan rekor sempurna di kandang dan performa stabil sepanjang musim, Blaugrana kini menatap musim berikutnya dengan rasa percaya diri yang semakin tinggi.

Barcelona Ukir Rekor Sempurna usai Sapu Bersih Kemenangan Kandang di LaLiga Read More »

Bruno Fernandes Samai Rekor Assist Henry dan De Bruyne di Premier League

Arenabetting – Bruno Fernandes akhirnya sukses menyamai rekor assist terbanyak dalam satu musim Premier League. Gelandang Manchester United itu kini sejajar dengan dua legenda liga Inggris, Thierry Henry dan Kevin De Bruyne. Catatan bersejarah tersebut lahir saat MU mengalahkan Nottingham Forest dengan skor 3-2 di Old Trafford. Bruno menciptakan assist ke-20 musim ini lewat umpan silang mendatar yang berhasil diselesaikan Bryan Mbeumo pada menit ke-76. Tambahan satu assist membuat kapten Setan Merah resmi masuk daftar elite Premier League. Sebelumnya, rekor itu hanya dimiliki Henry pada musim 2002/2003 bersama Arsenal dan De Bruyne pada musim 2019/2020 bersama Manchester City. Meski angkanya sama, cara Bruno mencapai rekor tersebut ternyata cukup berbeda dibanding dua nama legendaris tadi. Distribusi Assist Bruno Lebih Beragam Data statistik menunjukkan Bruno tidak hanya mengandalkan permainan terbuka untuk menciptakan assist. Justru variasi kontribusinya menjadi hal yang paling menonjol musim ini. Dari total 20 assist yang dikoleksi, sepuluh lahir melalui open play. Sisanya datang dari situasi bola mati yang memang menjadi salah satu kekuatan utama Bruno Fernandes. Enam assist tercipta lewat sepak pojok, sementara empat lainnya berasal dari tendangan bebas. Angka itu memperlihatkan kualitas Bruno dalam membaca situasi dan mengirim umpan akurat dari berbagai kondisi permainan. Distribusi tersebut berbeda cukup jauh dibanding Henry maupun De Bruyne yang lebih dominan menghasilkan assist dari permainan terbuka. Henry dan De Bruyne Lebih Dominan dari Open Play Thierry Henry pada musim 2002/2003 mencatat 18 assist dari open play. Dua assist lainnya berasal dari sepak pojok dan tidak ada kontribusi dari tendangan bebas langsung. Sementara Kevin De Bruyne juga memiliki pola yang hampir serupa saat membuat 20 assist bersama Manchester City. Sebanyak 17 assist datang dari open play, dua dari sepak pojok, dan satu dari tendangan bebas. Hal itu membuat pencapaian Bruno terasa unik. Kreativitasnya muncul bukan hanya ketika permainan berjalan terbuka, tetapi juga saat Manchester United mendapatkan bola mati. Keunggulan tersebut membuat Bruno menjadi salah satu gelandang paling komplet di Premier League musim ini. Rekan Setim Ikut Membantu Bruno Cetak Rekor Bruno mengaku seluruh pemain MU sebenarnya sadar bahwa dirinya sedang mengejar rekor assist. Situasi itu membuat para pemain semakin antusias menyelesaikan peluang dari umpannya. Kapten asal Portugal tersebut merasa semua rekan setimnya mencoba membantu agar dirinya bisa mencapai angka 20 assist sebelum musim berakhir. Bruno bahkan mengaku ada beberapa momen saat melawan Nottingham Forest di mana dirinya mungkin lebih baik mengoper dibanding melepaskan tembakan sendiri. Meski senang berhasil menyamai rekor, Bruno menegaskan kemenangan tim tetap menjadi hal paling penting baginya. Sempat Dikira Pecahkan Rekor Lebih Cepat Sebelumnya Bruno sebenarnya sempat diyakini sudah mencapai assist ke-20 ketika MU menang 3-2 atas Liverpool pada awal Mei lalu. Saat itu sundulan Bruno diteruskan menjadi gol oleh Benjamin Sesko. Namun setelah ditinjau ulang, assist tersebut akhirnya tidak diakui oleh Opta. Penyebabnya karena kiper Liverpool, Freddie Woodman, sempat menyentuh bola sebelum mengarah ke Sesko. Situasi itu membuat Bruno harus menunggu lebih lama untuk menyamai rekor Premier League. Kini namanya resmi masuk dalam daftar pemilik assist terbanyak semusim bersama Thierry Henry dan Kevin De Bruyne, sebuah pencapaian besar untuk kapten Manchester United tersebut.

Bruno Fernandes Samai Rekor Assist Henry dan De Bruyne di Premier League Read More »

Rasmus Hojlund Resmi Tinggalkan Manchester United dan Permanen di Napoli

Arenabetting – Rasmus Højlund akhirnya resmi berpisah dengan Manchester United setelah klausul pembelian permanennya di Napoli aktif secara otomatis. Momen itu terjadi usai Napoli memastikan tiket Liga Champions musim depan. Napoli mengamankan posisi empat besar Serie A setelah menang telak 3-0 atas Pisa pada pekan ke-37. Dalam laga tersebut, Hojlund ikut menyumbang satu gol yang sekaligus terasa spesial bagi perjalanan kariernya. Keberhasilan lolos ke Liga Champions membuat klausul wajib beli dalam kontrak peminjamannya langsung berlaku. Dengan situasi itu, striker asal Denmark tersebut kini resmi menjadi pemain Napoli sepenuhnya. Musim panas lalu, Napoli merekrut Hojlund dari Manchester United dengan status pinjaman. Klub Italia itu membayar biaya peminjaman sebesar 6 juta euro serta menyepakati klausul pembelian permanen senilai 44 juta euro. Gol yang Jadi Simbol Perpisahan Hojlund mengaku golnya ke gawang Pisa terasa sangat emosional. Ia merasa momen itu bukan sekadar membantu Napoli menang, tetapi juga menjadi penanda perubahan besar dalam kariernya. Lewat media sosial, pemain berusia 23 tahun tersebut mengungkapkan bahwa dirinya kini resmi meninggalkan Manchester United. Meski begitu, ia mengaku selama satu musim terakhir sebenarnya sudah merasa menjadi bagian penuh dari Napoli. Perjalanan Hojlund di Italia memang perlahan berubah menjadi cerita kebangkitan. Setelah sempat kesulitan menemukan performa terbaik di Inggris, ia justru tampil lebih nyaman bersama Partenopei. Dukungan fans Napoli juga menjadi faktor penting. Hojlund merasa atmosfer yang diberikan suporter membuatnya kembali percaya diri dan menikmati sepak bola. Old Trafford Tetap Jadi Kenangan Besar Meski kini melanjutkan karier di Serie A, Hojlund tetap menyimpan rasa emosional terhadap Manchester United. Ia menganggap kesempatan bermain di Old Trafford sebagai mimpi masa kecil yang berhasil terwujud. Striker Denmark itu merasa bangga pernah mengenakan jersey merah Setan Merah. Baginya, pengalaman bermain di salah satu klub terbesar dunia akan selalu menjadi bagian penting dalam hidupnya. Hojlund juga menyampaikan rasa terima kasih kepada fans, pemain, dan staf MU yang selama ini mendukung perjalanannya. Ia merasa banyak pelajaran berharga yang diperoleh selama berada di Premier League. Ucapan perpisahan tersebut sekaligus menjadi penutup perjalanan singkatnya bersama The Red Devils sebelum membuka lembaran baru di Italia. Napoli Jadi Tempat Kebangkitan Hojlund Musim ini Hojlund tampil cukup impresif bersama Napoli. Ia berhasil mencetak 11 gol dan enam assist dari 32 pertandingan Serie A. Kontribusinya tidak berhenti di kompetisi domestik. Hojlund juga menyumbangkan tiga gol di Liga Champions serta satu gol di ajang Supercoppa Italiana. Produktivitas itu membuat Napoli yakin mempertahankannya secara permanen. Usianya yang masih muda juga dianggap cocok dengan proyek jangka panjang klub. Kehadiran Hojlund memberi warna baru bagi lini depan Napoli yang musim ini tampil agresif dalam persaingan papan atas Italia. Fokus Mengejar Mimpi Baru di Italia Setelah resmi menjadi pemain Napoli, Hojlund kini ingin fokus penuh menghadapi musim baru bersama klub asal Naples tersebut. Liga Champions menjadi target besar berikutnya. Napoli juga diperkirakan masih akan menjadikan Hojlund sebagai salah satu andalan utama di lini depan. Performa konsisten musim ini membuat posisinya semakin penting dalam skuad. Dengan kepercayaan diri yang kembali muncul, Hojlund berharap bisa terus berkembang di Serie A. Ia merasa Italia menjadi tempat yang tepat untuk menghidupkan kembali potensinya. Perjalanan baru itu kini resmi dimulai, sementara kisahnya bersama Manchester United tinggal menjadi kenangan penting dalam karier sang striker muda Denmark.

Rasmus Hojlund Resmi Tinggalkan Manchester United dan Permanen di Napoli Read More »

Inter Milan Berpotensi Tinggal Banyak Pemain Senior Usai Raih Double Winner

Arenabetting – Inter Milan baru saja menikmati momen manis setelah sukses mengamankan gelar Serie A dan Coppa Italia musim 2025/2026. Perayaan besar pun berlangsung meriah usai laga terakhir kontra Hellas Verona yang berakhir imbang 1-1. Skuad asuhan Cristian Chivu menerima trofi Serie A di hadapan ribuan suporter sebelum melakukan parade bus terbuka di Kota Milan. Atmosfer pesta terasa emosional karena beberapa pemain senior kemungkinan menjalani musim terakhir bersama Nerazzurri. Di balik keberhasilan itu, Inter kini mulai bersiap menghadapi perubahan besar dalam skuad. Sejumlah nama berpengalaman diperkirakan bakal meninggalkan Giuseppe Meazza pada bursa transfer musim panas nanti. Sommer dan Lini Belakang Senior Terancam Pergi Yann Sommer menjadi salah satu pemain yang masa depannya belum jelas. Kiper asal Swiss itu kontraknya habis pada akhir Juni dan hingga kini belum ada kepastian mengenai perpanjangan kerja sama. Sommer yang kini berusia 37 tahun tetap tampil cukup konsisten dalam tiga musim terakhir. Ia mencatat lebih dari seratus penampilan dan menjadi sosok penting saat Inter meraih banyak kemenangan. Selain Sommer, tiga bek senior juga berada dalam situasi serupa. Matteo Darmian, Francesco Acerbi, dan Stefan de Vrij sama-sama habis kontrak pada akhir musim ini. Beberapa laporan media Italia mengabarkan bahwa ketiganya kemungkinan tidak masuk rencana Inter untuk musim depan. Nerazzurri kabarnya ingin mulai memberi ruang lebih besar bagi pemain yang lebih muda. Mkhitaryan Masih Memikirkan Masa Depannya Henrikh Mkhitaryan juga belum memberikan keputusan pasti soal masa depannya. Gelandang veteran asal Armenia itu masih mempertimbangkan apakah akan melanjutkan karier atau memilih pensiun. Dalam wawancara selepas pertandingan, Mkhitaryan mengaku ingin berdiskusi lebih dulu dengan pihak klub sebelum mengambil keputusan akhir. Pemain berusia 37 tahun itu merasa perlu melakukan evaluasi setelah menjalani musim panjang bersama La Beneamata. Peran Mkhitaryan memang masih cukup penting di lini tengah Inter. Pengalamannya membantu menjaga keseimbangan permainan saat tim menghadapi laga-laga besar. Meski begitu, faktor usia membuat Inter mulai memikirkan regenerasi agar skuad tetap kompetitif dalam beberapa musim mendatang. Dumfries dan Frattesi Bisa Jadi Korban Berikutnya Selain para pemain senior, beberapa nama lain juga berpotensi hengkang dari Inter pada musim panas nanti. Denzel Dumfries dikabarkan menarik minat sejumlah klub Eropa. Bek sayap asal Belanda itu memiliki klausul pelepasan dalam kontraknya sehingga peluang transfer masih terbuka. Inter disebut siap melepas Dumfries jika ada tawaran yang sesuai. Situasi berbeda dialami Davide Frattesi. Gelandang Italia tersebut kesulitan mendapat menit bermain reguler sepanjang musim. Frattesi hanya beberapa kali tampil sebagai starter di Serie A. Kondisi itu membuat peluang hengkang semakin besar demi mendapatkan waktu bermain lebih banyak. Lautaro dan Barella Tetap Jadi Fondasi Tim Meski ada potensi perombakan skuad, sebagian besar kerangka utama Inter diperkirakan tetap bertahan musim depan. Lautaro Martínez masih akan menjadi pusat permainan di lini depan. Inter juga masih mengandalkan Marcus Thuram dan Francesco Pio Esposito untuk menjaga produktivitas serangan. Kombinasi ketiganya dianggap cocok dengan gaya permainan Cristian Chivu. Di sektor tengah, Nicolò Barella tetap menjadi motor utama permainan Nerazzurri. Petar Sucic dan Piotr Zieliński juga diperkirakan bertahan. Sementara itu, Hakan Çalhanoğlu yang sempat dikaitkan dengan Galatasaray kabarnya masih nyaman bertahan di Milan untuk musim depan.

Inter Milan Berpotensi Tinggal Banyak Pemain Senior Usai Raih Double Winner Read More »

Manchester United Kunci Posisi Tiga, Liverpool Masih Deg-degan di Zona Liga Champions

Arenabetting – Manchester United sukses memastikan posisi tiga besar klasemen Liga Inggris usai meraih kemenangan dramatis atas Nottingham Forest di Old Trafford. Duel pekan ke-37 itu berlangsung panas karena kedua tim tampil terbuka sejak menit awal. Setan Merah akhirnya menang dengan skor 3-2 setelah sempat mendapatkan tekanan dari tim tamu. Tambahan tiga poin membuat pasukan Erik ten Hag kini mengoleksi 68 poin dari 37 pertandingan musim ini. Hasil itu membuat posisi MU sudah tidak mungkin lagi dikejar Aston Villa yang ada di bawah mereka. Dengan selisih enam poin dan kompetisi tinggal menyisakan satu laga, The Red Devils resmi mengunci peringkat ketiga klasemen akhir. MU Akhirnya Pastikan Tiket Liga Champions Kemenangan ini jadi penegasan bahwa performa MU cukup stabil pada fase akhir musim. Meski sempat naik turun sepanjang kompetisi, Bruno Fernandes dan kolega mampu menjaga momentum saat persaingan papan atas makin ketat. Atmosfer Old Trafford juga terasa berbeda karena para suporter sudah mulai percaya tim kesayangan mereka bakal finis di zona elite. Tiga gol yang tercipta membuat publik tuan rumah puas meski pertahanan MU masih terlihat beberapa kali lengah. The Red Devils kini tinggal menjalani satu laga penutup tanpa tekanan besar. Posisi mereka sudah aman sehingga fokus mulai diarahkan untuk persiapan musim depan. Di sisi lain, Nottingham Forest gagal memanfaatkan peluang untuk memperbaiki posisi klasemen. Kekalahan ini membuat mereka tetap tertahan di papan tengah. Liverpool Belum Aman dari Ancaman Bournemouth Situasi berbeda justru dirasakan Liverpool. The Reds masih belum aman di posisi lima besar setelah kalah dari Aston Villa beberapa hari sebelumnya. Liverpool saat ini mengumpulkan 59 poin dari 37 pertandingan. Posisi mereka masih rawan karena AFC Bournemouth terus memberi tekanan dalam perebutan tiket terakhir Liga Champions. Bournemouth memang masih memainkan 36 pertandingan, artinya mereka punya satu laga ekstra dibanding Liverpool. Jika mampu meraih hasil maksimal, persaingan bakal berlangsung sampai pekan terakhir. Kondisi ini membuat tekanan terhadap skuad Arne Slot semakin besar. Apalagi performa Liverpool belakangan belum benar-benar stabil saat menghadapi tim papan atas maupun papan tengah. Persaingan Zona Bawah Makin Panas Drama tidak hanya terjadi di papan atas. Perebutan posisi aman dari degradasi juga makin menegangkan menjelang akhir musim. West Ham United kini berada dalam situasi berbahaya usai kalah 1-3 dari Newcastle United. Hasil itu membuat The Hammers tertahan di posisi ke-18 dengan 36 poin. Mereka kini terpaut dua angka dari Tottenham Hotspur yang masih memiliki dua pertandingan tersisa. Situasi itu membuat peluang West Ham bertahan di Premier League semakin tipis. Sementara itu, Burnley dan Wolverhampton Wanderers juga belum benar-benar aman meski kondisi mereka lebih sulit untuk keluar dari zona merah. Arsenal dan Manchester City Masih Berebut Gelar Persaingan juara Liga Inggris juga belum selesai. Arsenal masih memimpin klasemen dengan 79 poin dari 36 pertandingan. Namun Manchester City terus membayangi dengan selisih hanya dua angka. Perebutan trofi dipastikan berlangsung sengit hingga laga terakhir musim ini. Arsenal sedikit diunggulkan karena masih menjaga konsistensi dalam beberapa pekan terakhir. Meski begitu, City punya pengalaman besar dalam menghadapi tekanan di akhir kompetisi. Dengan banyaknya persaingan yang belum selesai, pekan terakhir Premier League musim ini dipastikan bakal berlangsung panas di semua lini klasemen.

Manchester United Kunci Posisi Tiga, Liverpool Masih Deg-degan di Zona Liga Champions Read More »

PSIM Tumbangkan Madura United, Nasib Sape Kerrab Kini di Ujung Tanduk

Arenabetting – PSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu Madura United pada pekan ke-33 Super League 2025/2026. Duel yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, menghadirkan tensi tinggi sejak menit awal karena kedua tim sama-sama membutuhkan poin penting di akhir musim. Laskar Mataram tampil lebih agresif di depan pendukung sendiri. Tekanan yang dibangun sejak awal laga membuat tim tuan rumah mampu menguasai jalannya pertandingan dan beberapa kali merepotkan lini pertahanan Madura United. Di sisi lain, Sape Kerrab datang dengan beban cukup berat. Posisi mereka yang masih dekat zona degradasi membuat pertandingan ini terasa krusial. Kekalahan membuat situasi Madura United makin rumit menjelang laga terakhir musim ini. PSIM Tampil Efektif Sejak Babak Pertama PSIM langsung memperlihatkan permainan menyerang sejak peluit awal dibunyikan. Serangan cepat dari sisi sayap beberapa kali membuka ruang bagi lini depan tuan rumah untuk menciptakan peluang berbahaya. Gol pertama akhirnya lahir pada menit ke-18 lewat aksi Ezequiel Vidal. Pemain asal Argentina itu berhasil memanfaatkan celah di pertahanan Madura United dan membawa Laskar Mataram unggul lebih dulu. Keunggulan itu membuat permainan PSIM semakin percaya diri. Aliran bola mereka terlihat lebih rapi dan beberapa kali mampu memutus distribusi serangan lawan di area tengah lapangan. Madura United sebenarnya sempat mencoba keluar dari tekanan. Namun koordinasi lini belakang PSIM tampil cukup disiplin sehingga peluang tim tamu belum mampu menghasilkan gol balasan di babak pertama. Gol Kedua Jadi Pembeda Jalannya Laga Momentum terbaik PSIM kembali hadir pada menit ke-34. Kali ini M Iqbal berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan situasi di depan gawang Madura United. Gol kedua itu membuat atmosfer stadion semakin hidup. Pendukung tuan rumah mulai percaya tim kesayangannya bisa mengamankan tiga poin penting di kandang sendiri. Setelah unggul dua gol, PSIM sedikit menurunkan tempo permainan. Strategi tersebut cukup efektif karena Madura United kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya sepanjang sisa babak pertama. Skor 2-0 akhirnya bertahan hingga turun minum. Keunggulan itu membuat Laskar Mataram berada dalam posisi lebih nyaman memasuki babak kedua. Madura United Sempat Bangkit di Babak Kedua Memasuki paruh kedua pertandingan, Madura United mencoba bermain lebih berani. Intensitas serangan meningkat dan lini pertahanan PSIM mulai mendapat tekanan lebih besar. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-62. Jose Brandao sukses memperkecil ketertinggalan dan membuat skor berubah menjadi 2-1. Gol itu sempat memberi harapan bagi Sape Kerrab untuk membawa pulang poin dari Bantul. Permainan Madura United terlihat lebih agresif setelah berhasil mencetak gol balasan. PSIM beberapa kali dipaksa bertahan lebih dalam. Situasi semakin menegangkan ketika Donny Warmerdam menerima kartu merah pada menit ke-86 dan membuat tuan rumah bermain dengan 10 orang. Nasib Madura United Ditentukan di Pekan Terakhir Meski kalah jumlah pemain, PSIM tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Tambahan tiga poin membuat Laskar Mataram bertahan di posisi ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 45 poin. Sebaliknya, Madura United masih tertahan di posisi ke-15 dengan raihan 32 poin. Jarak mereka dengan Persis Solo yang berada di area merah kini hanya terpaut satu angka saja. Situasi itu membuat pekan terakhir bakal menjadi laga hidup mati bagi Sape Kerrab. Mereka dijadwalkan menghadapi PSM Makassar dalam pertandingan penentuan musim ini. Madura United wajib meraih kemenangan untuk memastikan tempat di Super League musim depan tetap aman. Jika gagal menang dan Persis mampu meraih poin penuh, ancaman degradasi dipastikan menjadi kenyataan bagi tim asal Pulau Madura tersebut.

PSIM Tumbangkan Madura United, Nasib Sape Kerrab Kini di Ujung Tanduk Read More »