Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Italia Vs Turki: Gli Azzurri Menang 3-1 dan Tempel Prancis

Arenabetting – Timnas Italia meraih kemenangan 3-1 saat menjamu Turki dalam lanjutan UEFA Nations League. Bermain di Stadion Dall’Ara, Bologna, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB, Gli Azzurri mampu mengamankan tiga poin meski harus menghadapi perlawanan sengit dari tim tamu. Pelatih Italia Roberto Mancini melakukan perubahan besar dalam susunan pemain dengan merotasi sembilan pemain. Meski banyak melakukan pergantian, Italia tetap mampu tampil efektif dan mencetak tiga gol melalui Gianluca Scamacca, Riccardo Calafiori, serta Pio Esposito. Hasil ini membuat Italia terus menjaga persaingan di Grup 1 UEFA Nations League. Mereka kini mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan dan menempati posisi kedua untuk membuntuti Prancis. Sebaliknya, Turki masih berada di dasar klasemen tanpa meraih satu poin pun. Scamacca Bawa Italia Unggul Lebih Dulu Italia langsung berusaha memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri. Meski Mancini melakukan sembilan perubahan dalam susunan pemain, tuan rumah tetap mampu mengembangkan permainan dan mencari celah di pertahanan Turki. Upaya Italia membuahkan hasil pada menit ke-26. Gianluca Scamacca berhasil membuka keunggulan melalui tendangan voli dari jarak dekat. Penyelesaian tersebut membawa Gli Azzurri memimpin 1-0 dan memberikan dorongan bagi tuan rumah untuk melanjutkan tekanan. Gol Scamacca membuat Italia memiliki modal untuk mengendalikan pertandingan. Namun, keunggulan satu gol belum membuat laga berjalan mudah karena Turki masih berusaha mencari kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Turki Samakan Skor pada Babak Kedua Setelah turun minum, Turki meningkatkan upaya untuk mengejar ketertinggalan. Tim tamu akhirnya berhasil menyamakan skor pada menit ke-61 melalui Aral Simsir. Gol tersebut berawal dari umpan tarik Zeki Celik dari sisi kanan yang sempat mengenai Eren Elmali sebelum diselesaikan Simsir menjadi gol. Kedudukan 1-1 membuat pertandingan kembali terbuka. Turki mendapatkan momentum setelah berhasil mengatasi keunggulan Italia, sedangkan tuan rumah harus segera mencari cara untuk merebut kembali kendali permainan. Namun, Italia tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons gol tersebut. Hanya empat menit setelah Turki menyamakan kedudukan, tuan rumah kembali unggul melalui Riccardo Calafiori. Gol cepat itu menjadi momen penting yang mengubah jalannya pertandingan. Calafiori dan Esposito Pastikan Kemenangan Calafiori mencetak gol pada menit ke-65 lewat sundulan yang meneruskan tendangan bebas Nicolo Barella. Umpan tersebut berhasil dimanfaatkan dengan baik sehingga Italia kembali memimpin dengan skor 2-1. Keunggulan itu membuat Italia memiliki ruang untuk bermain lebih tenang. Mancini juga bisa mengandalkan kontribusi pemain pengganti untuk menjaga intensitas permainan hingga mendekati akhir pertandingan. Gol ketiga Italia akhirnya hadir pada menit ke-87. Pio Esposito mencatatkan namanya di papan skor melalui penyelesaian dari jarak dekat. Gol tersebut memastikan kemenangan tuan rumah dengan skor akhir 3-1 sekaligus mengakhiri peluang Turki untuk membawa pulang hasil positif dari Bologna. Italia Tempel Prancis di Klasemen Grup 1 Tambahan tiga poin membuat Italia mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan di Grup 1 UEFA Nations League. Hasil tersebut menjaga peluang Gli Azzurri untuk terus bersaing dengan Prancis dalam perebutan posisi teratas klasemen. Di sisi lain, Turki menghadapi situasi yang semakin sulit. Kekalahan dari Italia membuat mereka tetap berada di dasar klasemen dengan nol poin setelah menjalani empat pertandingan. Kemenangan ini juga menjadi hasil positif bagi Mancini setelah melakukan rotasi besar dalam susunan pemain. Italia tetap mampu mencetak tiga gol meski komposisi tim mengalami banyak perubahan. Sementara itu, Turki perlu segera memperbaiki performa jika ingin keluar dari posisi terbawah dan mulai mengumpulkan poin pada pertandingan berikutnya.

Italia Vs Turki: Gli Azzurri Menang 3-1 dan Tempel Prancis Read More »

Prancis Vs Belgia: Michael Olise Borong Dua Gol, Les Bleus Menang 4-1

Arenabetting – Timnas Prancis meraih kemenangan meyakinkan saat menghadapi Belgia dalam lanjutan UEFA Nations League A 2026/2027. Bermain di Stade de France, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB, Les Bleus bangkit setelah tertinggal lebih dulu dan menutup pertandingan dengan skor telak 4-1. Michael Olise menjadi sorotan setelah mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut. Selain kontribusinya, Prancis juga mendapatkan gol dari Desire Doue dan Rayan Cherki. Belgia sempat memberikan perlawanan melalui gol Dodi Lukebakio pada babak pertama, tetapi gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir laga. Kemenangan ini membawa Prancis memuncaki klasemen Grup 1 dengan koleksi 10 poin dari empat pertandingan. Sementara itu, Belgia harus puas berada di posisi ketiga dengan enam poin. Hasil tersebut menjadi penutup positif bagi Prancis pada jeda internasional kali ini. Belgia Unggul Lebih Dulu Lewat Lukebakio Prancis melakukan perubahan besar dalam susunan pemain setelah bermain imbang melawan Italia. Sebanyak 10 pergantian dilakukan, termasuk memberikan kesempatan debut kepada Leny Yoro sebagai bek tengah yang berduet dengan Maxence Lacroix. Guillaume Restes juga mendapatkan kesempatan menjadi penjaga gawang utama, sedangkan Andy Diouf mengisi posisi bek kiri. Di lini depan, Esteban Lepaul dipercaya tampil sejak menit awal untuk membantu Prancis membongkar pertahanan Belgia. Les Bleus langsung bermain agresif dengan mengandalkan kecepatan Ousmane Dembele dan Bradley Barcola di sisi sayap. Barcola sempat mendapatkan peluang pada menit ke-16 melalui percobaan bola lambung melewati Marten Vandevoordt, tetapi kiper Belgia mampu menggagalkannya. Meski lebih aktif menyerang, Prancis justru kebobolan pada menit ke-35. Romeo Lavia mengirimkan umpan terobosan dari lapangan tengah kepada Dodi Lukebakio yang berlari menuju kotak penalti. Lukebakio kemudian melepaskan tembakan ke sudut atas gawang Restes dan membawa Belgia unggul 1-0 hingga turun minum. Prancis Tingkatkan Tekanan Setelah Istirahat Memasuki babak kedua, Prancis berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan tekanan. Namun, sejumlah peluang yang tercipta belum mampu menghasilkan gol karena penyelesaian akhir para pemain tuan rumah masih belum maksimal. Pelatih Prancis kemudian memasukkan Michael Olise, Rayan Cherki, dan Lucas De Cunha untuk menambah daya serang. Pergantian tersebut membuat permainan Les Bleus semakin berbahaya dan menghadirkan sejumlah ancaman bagi pertahanan Belgia. Olise hampir mencetak gol setelah bekerja sama dengan Cherki. Namun, Vandevoordt masih mampu menepis tembakan tersebut. Kiper Belgia itu kembali menunjukkan refleksnya ketika menggagalkan percobaan Cherki dari jarak sekitar 20 yard. Tekanan Prancis akhirnya membuahkan hasil menjelang akhir pertandingan. Setelah beberapa kali gagal memaksimalkan peluang, tuan rumah berhasil menemukan celah untuk menyamakan kedudukan sekaligus mengubah jalannya laga. Doue dan Olise Balikkan Keadaan Prancis menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-77 melalui Desire Doue. Berawal dari umpan pendek Da Cunha, Doue menerima bola di dalam kotak penalti, melewati seorang pemain lawan, lalu melepaskan tembakan yang meluncur ke sudut kanan gawang Belgia. Hanya empat menit kemudian, Prancis berbalik unggul 2-1. Olise berperan dalam proses gol tersebut setelah melewati Joaquin Seys sebelum memberikan bola kepada Cherki di sisi kanan kotak penalti. Cherki kemudian menyelesaikan peluang dengan tembakan langsung yang tidak mampu dihentikan Vandevoordt. Olise selanjutnya ikut mencatatkan namanya di papan skor. Ia melakukan pergerakan individu dari sisi kanan, melewati beberapa pemain Belgia, lalu bekerja sama dengan Doue melalui umpan satu-dua sebelum melepaskan tembakan ke tiang jauh. Olise Pastikan Kemenangan Telak Prancis Olise melengkapi penampilan gemilangnya dengan mencetak gol kedua pada menit ke-91. Kali ini, ia menerima umpan dari Doue dan menuntaskan peluang dari jarak dekat untuk membawa Prancis unggul 4-1. Gol tersebut memastikan kemenangan besar Les Bleus setelah mereka sempat tertinggal pada babak pertama. Perubahan strategi dan masuknya sejumlah pemain pengganti terbukti membantu meningkatkan intensitas serangan Prancis pada paruh kedua. Hasil ini membuat Prancis semakin nyaman di puncak Grup 1 UEFA Nations League A dengan 10 poin. Sebaliknya, Belgia masih mengoleksi enam poin dan menempati posisi ketiga. Kemenangan 4-1 ini juga menegaskan kontribusi Olise yang menjadi pembeda dalam kebangkitan Prancis di Stade de France.

Prancis Vs Belgia: Michael Olise Borong Dua Gol, Les Bleus Menang 4-1 Read More »

Indonesia Akhirnya Kalahkan Thailand di Final dan Raih Gelar FIFA ASEAN Cup 2026

Arenabetting – Timnas Indonesia akhirnya berhasil mengalahkan Thailand dalam pertandingan final dan mengakhiri penantian panjang untuk meraih gelar bergengsi di kawasan Asia Tenggara. Skuad Garuda memastikan keberhasilan tersebut setelah melewati pertandingan dramatis melawan Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB. Pertandingan berlangsung sengit hingga 120 menit dengan kedua tim bermain imbang 2-2. Indonesia sempat unggul lebih dulu, tetapi Thailand mampu membalikkan keadaan sebelum Elkan Baggott menyamakan skor. Pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti. Indonesia keluar sebagai pemenang setelah mengamankan kemenangan 4-2 dalam babak tos-tosan. Hasil ini sekaligus mengantarkan Tim Merah Putih menjadi juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 dan mengakhiri catatan panjang kegagalan mengalahkan Thailand dalam pertandingan final turnamen antarnegara Asia Tenggara. Indonesia Buka Keunggulan pada Menit ke-81 Final FIFA ASEAN Cup 2026 mempertemukan dua kekuatan sepak bola Asia Tenggara yang sudah sering berhadapan dalam pertandingan penting. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Indonesia berusaha memanfaatkan kesempatan untuk meraih gelar yang belum pernah didapatkan sebelumnya. Kebuntuan pertandingan baru pecah pada menit ke-81. Indonesia berhasil membuka keunggulan melalui gol bunuh diri Iklas Sanron yang membuat Skuad Garuda berada di atas angin menjelang akhir waktu normal. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Thailand mampu menyamakan kedudukan hanya enam menit kemudian, tepatnya melalui Sanron. Gol itu membuat pertandingan kembali terbuka dan kedua tim harus melanjutkan perjuangan untuk menentukan pemenang. Thailand Sempat Berbalik Unggul Pertandingan semakin menegangkan ketika duel berlanjut ke babak tambahan. Thailand berhasil membalikkan keadaan melalui gol Peeradol Chamrasamee pada menit ke-110. Gol tersebut membuat Indonesia berada dalam tekanan karena waktu pertandingan semakin menipis. Skuad Garuda tidak menyerah meski tertinggal pada fase penting pertandingan. Enam menit setelah gol Thailand, Elkan Baggott berhasil mencetak gol penyama kedudukan yang membuat skor berubah menjadi 2-2. Kedua tim tidak mampu mencetak gol tambahan hingga pertandingan mencapai 120 menit. Hasil imbang itu membuat penentuan gelar juara harus dilanjutkan melalui adu penalti, sebuah momen yang menjadi penentu perjalanan Indonesia di turnamen tersebut. Adu Penalti Memastikan Gelar Juara Indonesia Dalam babak adu penalti, Indonesia tampil sebagai pemenang dengan skor 4-2. Dua penendang Thailand gagal menjalankan tugasnya, sedangkan para pemain Indonesia mampu membawa timnya melewati situasi penentuan tersebut. Kemenangan ini memastikan Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026, sekaligus mencatatkan sejarah pada penyelenggaraan perdana turnamen tersebut. Gelar ini menjadi pencapaian penting bagi Tim Garuda yang selama bertahun-tahun belum mampu menjuarai Piala AFF atau Piala Tiger. Keberhasilan tersebut terasa semakin berarti karena Indonesia harus melewati pertandingan yang penuh perubahan momentum. Sempat unggul, tertinggal, lalu menyamakan skor, Indonesia akhirnya mampu menyelesaikan laga dengan hasil yang diharapkan para pendukungnya. Indonesia Akhiri Catatan Buruk Melawan Thailand Sebelum final FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia memiliki catatan kurang baik ketika menghadapi Thailand di partai puncak turnamen Asia Tenggara. Thailand pernah mengalahkan Indonesia dalam empat final sebelumnya, sehingga pertemuan kali ini menjadi kesempatan penting untuk mengakhiri rekor tersebut. Pada Piala Tiger 2000, Indonesia kalah 1-4. Dua tahun kemudian, kedua tim bermain imbang 2-2 sebelum Thailand menang melalui adu penalti dengan skor 4-2. Indonesia kembali gagal menjadi juara pada Piala AFF 2016 setelah menang 2-1 di leg pertama, tetapi kalah 0-2 pada leg kedua. Catatan serupa terjadi pada Piala AFF 2021. Indonesia kalah 0-4 pada leg pertama dan hanya bermain imbang 2-2 pada leg kedua. Kini, melalui final FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia akhirnya mampu memutus rangkaian hasil buruk tersebut dan membawa pulang gelar juara yang bersejarah.

Indonesia Akhirnya Kalahkan Thailand di Final dan Raih Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 Read More »

Jules Kounde Akui Performa Menurun, Siap Rebut Kembali Posisi Tim Utama di Barcelona

Arenabetting – Jules Kounde mengakui bahwa performanya pada musim lalu belum memenuhi standar yang diharapkan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya kini kehilangan posisi utama sebagai bek kanan Barcelona. Meski begitu, pemain asal Prancis tersebut bertekad memperbaiki penampilannya agar kembali menjadi pilihan utama pelatih Hansi Flick. Situasi Kounde berubah pada musim 2026/2027. Setelah menjadi pemain penting Barcelona dalam dua musim pertama era Flick, ia kini harus bersaing dengan Eric Garcia yang lebih sering dipercaya mengisi posisi bek kanan. Kounde pun mulai lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan. Minimnya kesempatan bermain tidak membuat Kounde menyerah. Pemain berusia 27 tahun itu memahami bahwa keputusan pelatih berkaitan dengan performanya di lapangan. Ia ingin menjadikan situasi tersebut sebagai tantangan untuk kembali mencapai level permainan terbaiknya bersama Blaugrana. Kounde Kehilangan Tempat Utama di Barcelona Kounde sebelumnya menjadi salah satu pemain yang cukup diandalkan Flick sejak pelatih asal Jerman tersebut menangani Barcelona. Dalam dua musim pertama bersama Flick, bek internasional Prancis itu telah tampil sebanyak 100 pertandingan di berbagai kompetisi. Namun, persaingan di dalam skuad Barcelona berubah pada musim ini. Eric Garcia kini lebih sering mendapatkan kepercayaan untuk mengisi posisi bek kanan, sementara Kounde harus menerima berkurangnya kesempatan bermain. Perubahan tersebut terlihat dari catatan penampilannya pada awal musim 2026/2027. Kounde baru bermain selama 261 menit dalam lima dari delapan pertandingan Barcelona. Dengan jumlah waktu tersebut, ia rata-rata tampil sekitar 52 menit setiap kali mendapat kesempatan bermain. Kesempatan Bermain Kounde Semakin Terbatas Situasi Kounde juga terlihat dalam persaingan di Liga Spanyol. Dari pertandingan yang telah dijalani Barcelona, ia baru satu kali menjadi starter di kompetisi tersebut. Catatan ini memperlihatkan bahwa posisinya di dalam tim utama belum kembali seperti sebelumnya. Selain jarang masuk susunan pemain inti, Kounde juga tidak mendapatkan kesempatan bermain dalam tiga pertandingan terakhir Barcelona. Kondisi itu menjadi perubahan cukup besar bagi pemain yang sebelumnya memiliki peran penting di lini pertahanan tim. Meski demikian, Kounde tidak mengaitkan situasinya dengan masalah kebugaran. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak sedang mengalami cedera. Berkurangnya menit bermain merupakan keputusan Flick dalam menentukan susunan pemain yang dianggap paling sesuai untuk setiap pertandingan. Kounde memahami bahwa pelatih memiliki kewenangan untuk memilih pemain berdasarkan kebutuhan tim. Karena itu, ia memilih menerima keputusan tersebut sambil berusaha meningkatkan kualitas permainannya agar kembali mendapatkan kepercayaan. Kounde Mengakui Performa Musim Lalu Belum Maksimal Kounde secara terbuka mengakui bahwa penampilannya pada musim sebelumnya berada di bawah standar yang seharusnya. Ia memandang situasi saat ini sebagai konsekuensi dari performa yang belum cukup baik, bukan sebagai sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa Kounde menyadari aspek yang perlu diperbaiki untuk kembali mendapatkan tempat utama. Ia tidak ingin terus berada dalam situasi yang membuat kesempatan bermainnya terbatas sepanjang musim. Bagi Kounde, meningkatkan performa menjadi tanggung jawab pribadi. Ia mengetahui bahwa peluang bermain secara reguler akan semakin terbuka apabila mampu menunjukkan kualitas terbaiknya saat mendapat kesempatan di lapangan. Dengan persaingan yang semakin ketat, Kounde perlu memanfaatkan setiap menit bermain untuk membuktikan kemampuannya. Konsistensi juga menjadi hal penting agar Flick kembali mempertimbangkannya sebagai pilihan utama di posisi bek kanan. Kounde Bertekad Kembali ke Starting XI Kounde menjadikan persaingan di Barcelona sebagai motivasi untuk memperbaiki penampilannya. Ia menerima tantangan tersebut dan bertekad bekerja keras demi kembali menempati posisi inti dalam skuad Blaugrana. Bek berusia 27 tahun itu percaya bahwa dirinya masih mampu mencapai level permainan yang membuatnya bisa tampil secara reguler. Namun, keyakinan tersebut perlu dibuktikan melalui penampilan yang konsisten ketika mendapatkan kesempatan dari Flick. Untuk saat ini, Kounde masih harus bersaing dengan Eric Garcia demi mendapatkan tempat di lini belakang Barcelona. Performa dalam pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan penting baginya untuk menunjukkan perkembangan sekaligus memperbesar peluang kembali menjadi starter.

Jules Kounde Akui Performa Menurun, Siap Rebut Kembali Posisi Tim Utama di Barcelona Read More »

Zidane Buka Suara soal Ronaldo, Puji Kariernya yang Luar Biasa

Arenabetting – Zinedine Zidane memberikan pujian kepada Cristiano Ronaldo di tengah perselisihan sang megabintang dengan Timnas Portugal. Mantan pelatih Real Madrid itu memilih menyoroti perjalanan karier Ronaldo yang dinilainya luar biasa, tanpa ikut campur dalam masalah antara pemain Al Nassr tersebut dan pelatih Portugal, Jorge Jesus. Konflik Ronaldo dengan Jesus mencuat setelah sang penyerang tidak mendapatkan kesempatan bermain saat Portugal mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 di UEFA Nations League. Keputusan tersebut membuat Ronaldo kecewa hingga akhirnya meninggalkan kamp latihan tim nasional menjelang pertandingan melawan Denmark. Situasi itu memunculkan kabar bahwa Ronaldo sedang mempertimbangkan masa depannya bersama Portugal. Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) juga berupaya mempertemukan kedua pihak untuk meredakan ketegangan. Di tengah persoalan tersebut, Zidane tetap memberikan penghormatan kepada mantan anak asuhnya. Ronaldo dan Jesus Masih Jadi Sorotan Perselisihan antara Ronaldo dan Jesus menjadi perhatian setelah sang kapten Portugal tidak dimainkan dalam pertandingan melawan Norwegia. Padahal, laga tersebut merupakan bagian dari persaingan di UEFA Nations League yang melibatkan tim nasional Portugal. Ronaldo merasa kecewa dengan keputusan Jesus yang tidak memberinya kesempatan tampil. Situasi itu kemudian berlanjut dengan kepergiannya dari kamp latihan Portugal menjelang pertandingan berikutnya melawan Denmark. Peristiwa tersebut memicu spekulasi mengenai kelanjutan karier internasional Ronaldo. Penyerang yang kini memperkuat Al Nassr itu bahkan dikabarkan mulai mempertimbangkan kemungkinan pensiun dari tim nasional, meskipun belum ada keputusan pasti mengenai masa depannya. Zidane Memilih Menghormati Karier Ronaldo Zidane tidak ingin terseret dalam konflik yang melibatkan Ronaldo dan Jesus. Mantan pelatih Real Madrid tersebut lebih memilih memberikan apresiasi atas pencapaian Ronaldo selama menjalani karier profesionalnya, termasuk ketika keduanya bekerja sama di klub Spanyol tersebut. Dalam sebuah konferensi pers, Zidane menilai perjalanan karier Ronaldo sebagai sesuatu yang istimewa. Ia juga merasa beruntung pernah memiliki kesempatan melatih pemain asal Portugal itu karena kontribusinya membantu Real Madrid meraih berbagai gelar bergengsi. Zidane turut menyampaikan penghormatan kepada Ronaldo atas waktu yang pernah mereka habiskan bersama. Baginya, hubungan dengan para pemain yang pernah bekerja sama dengannya tetap memiliki arti penting, terlepas dari situasi yang sedang mereka hadapi. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Zidane tetap menghargai Ronaldo berdasarkan pengalaman mereka selama bekerja bersama. Ia tidak memberikan penilaian terhadap perselisihan yang sedang berlangsung di lingkungan Timnas Portugal. Kerja Sama Zidane dan Ronaldo di Real Madrid Zidane pernah menangani Ronaldo selama sekitar dua setengah tahun di Real Madrid. Dalam periode tersebut, Ronaldo tampil sangat produktif dengan mencetak 112 gol dari 114 pertandingan di seluruh kompetisi. Catatan itu menjadi bagian penting dari perjalanan Real Madrid ketika Zidane memimpin tim. Ronaldo berperan besar dalam lini serang, sementara Zidane mengarahkan skuad untuk bersaing di berbagai ajang domestik dan Eropa. Keduanya juga menikmati kesuksesan besar bersama Los Blancos. Selama bekerja sama, Zidane dan Ronaldo berhasil meraih empat trofi utama, yakni satu gelar Liga Spanyol dan tiga gelar Liga Champions secara beruntun. Pencapaian tersebut menjadi salah satu alasan Zidane memberikan penghormatan khusus kepada Ronaldo. Pengalaman meraih banyak gelar bersama membuat mantan pelatih asal Prancis itu memiliki kenangan positif terhadap kontribusi sang penyerang. Masa Depan Ronaldo Bersama Portugal Jadi Perhatian Di tengah ketegangan dengan Jesus, perhatian kini tertuju pada langkah Ronaldo berikutnya bersama Timnas Portugal. Upaya federasi untuk meredakan konflik menunjukkan bahwa persoalan tersebut masih menjadi perhatian di lingkungan sepak bola Portugal. Namun, belum ada kepastian mengenai keputusan Ronaldo terkait masa depannya di tim nasional. Situasi ini juga belum mengubah pandangan Zidane terhadap mantan anak asuhnya, yang tetap ia hormati karena prestasi dan kontribusinya selama berkarier. Bagi Zidane, pencapaian Ronaldo di lapangan menjadi hal utama yang layak diapresiasi. Terlepas dari persoalan yang sedang terjadi, perjalanan karier sang megabintang tetap meninggalkan catatan penting, termasuk kesuksesan besar yang mereka raih bersama Real Madrid.

Zidane Buka Suara soal Ronaldo, Puji Kariernya yang Luar Biasa Read More »

Survei Portugal Ungkap Dukungan untuk Jorge Jesus Lebih Besar daripada Ronaldo

Arenabetting – Jorge Jesus mendapat dukungan lebih besar dari masyarakat Portugal dibandingkan Cristiano Ronaldo. Hasil survei yang dilakukan di negara tersebut menunjukkan bahwa publik cenderung lebih memihak kepada pelatih dalam perselisihannya dengan kapten Timnas Portugal tersebut. Konflik antara Jesus dan Ronaldo mencuat setelah sang megabintang meninggalkan kamp latihan Portugal menjelang pertandingan melawan Denmark di UEFA Nations League. Ronaldo merasa kecewa karena tidak dimainkan dalam laga sebelumnya melawan Norwegia. Sementara itu, Jesus menegaskan bahwa keputusan menentukan pemain yang tampil merupakan kewenangan pelatih. Perselisihan tersebut kemudian menarik perhatian publik Portugal. Survei yang dilakukan lembaga Pitagorica untuk TVI/CNN Portugal memperlihatkan perbedaan tingkat dukungan terhadap kedua sosok tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa Jesus memperoleh persentase dukungan lebih tinggi daripada Ronaldo. Survei Menunjukkan Jesus Lebih Banyak Didukung Survei Pitagorica melibatkan masyarakat Portugal berusia minimal 18 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan jenis kelamin, kelompok usia, dan wilayah agar hasilnya menggambarkan pandangan responden dari berbagai latar belakang. Pengumpulan data berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 melalui 400 wawancara telepon. Metode yang digunakan adalah CATI atau Computer Assisted Telephone Interviewing, yakni sistem wawancara melalui telepon dengan bantuan komputer. Hasilnya menunjukkan bahwa 42 persen responden memberikan dukungan dan kepercayaan kepada Jesus. Sementara itu, Ronaldo hanya memperoleh dukungan sebesar 14 persen. Responden lainnya tidak secara khusus memihak salah satu pihak dalam perselisihan tersebut. Angka itu memperlihatkan bahwa dukungan terhadap Jesus mencapai tiga kali lipat dibandingkan Ronaldo dalam survei tersebut. Meski demikian, hasil ini menggambarkan pandangan responden pada periode pengumpulan data dan tidak berarti seluruh masyarakat Portugal memiliki sikap yang sama. Pendukung Benfica dan Porto Cenderung Memihak Jesus Perbedaan dukungan juga terlihat ketika hasil survei dikelompokkan berdasarkan klub yang didukung responden. Di kalangan penggemar Benfica, Jesus mendapatkan dukungan sebesar 46 persen. Sebaliknya, hanya tujuh persen responden dari kelompok tersebut yang lebih memihak Ronaldo. Hasil serupa muncul di antara pendukung Porto. Sebanyak 49 persen responden dari kelompok ini mendukung Jesus, sedangkan Ronaldo memperoleh 16 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa pelatih Portugal itu memiliki dukungan lebih besar di kedua kelompok suporter tersebut. Temuan ini menjadi salah satu bagian menarik dari survei karena Jesus pernah memiliki hubungan dengan dunia sepak bola Portugal melalui karier kepelatihannya. Namun, hasil tersebut hanya menunjukkan pilihan responden yang mengikuti survei dan tidak bisa dijadikan gambaran mutlak mengenai sikap seluruh pendukung klub. Penggemar Sporting CP Lebih Terbagi Situasi berbeda terlihat pada kelompok pendukung Sporting CP, klub yang pernah dibela Ronaldo. Dalam kelompok ini, Ronaldo mendapatkan dukungan sebesar 24 persen, menjadi angka tertinggi bagi sang pemain dibandingkan kelompok penggemar klub lain yang tercantum dalam survei. Meski demikian, Jesus tetap memperoleh dukungan lebih besar di kalangan penggemar Sporting CP. Sebanyak 34 persen responden dari kelompok tersebut memihak kepada sang pelatih. Hasil ini menunjukkan bahwa kedekatan dengan klub yang pernah dibela Ronaldo tidak otomatis membuat seluruh pendukung Sporting memilihnya dalam perselisihan tersebut. Perbedaan angka itu juga memperlihatkan bahwa pandangan penggemar sepak bola Portugal tidak sepenuhnya ditentukan oleh hubungan mereka dengan klub tertentu. Sebagian responden masih memilih mendukung Jesus meskipun Ronaldo memiliki ikatan dengan tim yang mereka ikuti. Portugal Tetap Menang Tanpa Ronaldo Di tengah konflik yang menjadi perhatian publik, Timnas Portugal tetap melanjutkan pertandingan melawan Denmark tanpa kehadiran Ronaldo. Tim berjuluk Selecao das Quinas itu berhasil meraih kemenangan dengan skor 4-2. Joao Felix tampil sebagai salah satu pemain yang membantu Portugal mengamankan hasil tersebut. Kemenangan itu menunjukkan bahwa tim tetap mampu menjalani pertandingan meskipun Ronaldo tidak berada di dalam skuad pada laga tersebut. Perselisihan antara Jesus dan Ronaldo pun masih menjadi sorotan setelah hasil survei dirilis. Namun, jajak pendapat tersebut hanya memberikan gambaran mengenai dukungan publik pada awal Oktober 2026, sementara perkembangan hubungan keduanya dan dampaknya terhadap Timnas Portugal masih menjadi perhatian berikutnya.

Survei Portugal Ungkap Dukungan untuk Jorge Jesus Lebih Besar daripada Ronaldo Read More »