Arenabetting – Kebersamaan Xabi Alonso dan Real Madrid harus berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan. Datang dengan ekspektasi tinggi pada musim panas 2025, Alonso hanya bertahan sekitar delapan bulan sebelum akhirnya berpisah dengan klub ibu kota Spanyol tersebut.
Banyak yang menyayangkan keputusan itu, tapi tidak semua orang terkejut. Salah satu yang menganggap situasi ini cukup bisa diprediksi adalah Gareth Bale. Mantan winger Real Madrid itu menilai tekanan di klub sebesar Madrid memang sering kali terlalu berat, bahkan untuk pelatih yang punya reputasi bagus sekalipun.
Tekanan di Madrid Tak Main-Main
Menurut Bale, melatih Real Madrid bukan cuma soal strategi dan taktik di lapangan. Di klub sebesar Los Blancos, pelatih juga harus siap menghadapi dinamika ruang ganti yang penuh pemain bintang dengan karakter kuat.
Ia menilai tantangan terbesar justru datang dari bagaimana seorang pelatih mengelola ego, menjaga keseimbangan tim, dan tetap membuat semua pemain merasa penting. Hal itu tidak selalu mudah, apalagi ketika ekspektasi publik dan media selalu berada di level tertinggi.
Dalam situasi seperti itu, kesalahan kecil bisa langsung diperbesar. Itulah yang membuat banyak pelatih di Madrid sulit bertahan lama, meskipun sebenarnya punya kualitas yang bagus secara teknis.
Rekam Jejak Alonso Sebenarnya Tak Buruk
Bale juga menegaskan bahwa kemampuan Alonso sebagai pelatih tidak perlu diragukan. Sebelum ke Madrid, Alonso sukses besar bersama Bayer Leverkusen dengan membawa klub tersebut meraih gelar Bundesliga, sebuah prestasi yang sangat dihargai di Jerman.
Di sana, Alonso dikenal mampu mengembangkan pemain muda, membangun sistem permainan rapi, dan membuat tim tampil konsisten. Namun, kondisi di Madrid jelas sangat berbeda dibandingkan klub mana pun.
Ekspektasi untuk selalu menang, tuntutan gelar di setiap kompetisi, serta sorotan global membuat situasi di Madrid jauh lebih kompleks. Bale menilai kegagalan bertahan lama di Santiago Bernabeu bukan berarti Alonso pelatih yang buruk.
Bukan Soal Taktik, Tapi Soal Manajemen Tim
Bale menilai masalah utama Alonso di Madrid bukan terletak pada kualitas kepelatihan atau pemahaman taktik, melainkan pada aspek kepemimpinan di ruang ganti. Mengatur pemain bertabur bintang dengan status dan reputasi besar membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Di Madrid, pelatih harus bisa menjadi sosok manajer penuh, bukan sekadar perancang strategi. Ketika keseimbangan itu tidak tercapai, situasi bisa cepat berubah jadi sulit dikendalikan.
Bagi Bale, cepatnya perpisahan Alonso dengan Madrid adalah gambaran betapa kerasnya lingkungan kerja di klub tersebut. Banyak pelatih hebat yang juga pernah merasakan hal serupa.
Kini, masa depan Alonso kembali jadi bahan spekulasi. Dengan reputasi yang masih kuat di Eropa, peluang untuk kembali melatih klub besar tetap terbuka. Sementara itu, Real Madrid kembali memulai siklus baru, mencari sosok yang bukan hanya jago taktik, tapi juga kuat mengelola tekanan dan ego di ruang ganti.


