Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Benjamin Sesko Tumpul, Ruben Amorim Angkat Koper dari Manchester United

Arenabetting – Sorotan tajam mengarah ke Manchester United dalam beberapa hari terakhir. Bukan cuma soal performa tim yang naik turun, tapi juga kisah pahit Benjamin Sesko yang belum juga meledak. Di tengah situasi tersebut, MU akhirnya mengambil keputusan besar dengan memecat Ruben Amorim dari kursi manajer pada awal Januari 2026. Drama pun makin panas karena muncul kabar bahwa Sesko sejatinya bukan penyerang yang benar-benar diinginkan Amorim sejak awal.

Sesko dan Ekspektasi Mahal di Old Trafford

Benjamin Sesko datang ke Old Trafford dengan label mahal. MU rela merogoh kocek hingga 74 juta pound sterling untuk memboyongnya dari RB Leipzig di akhir bursa transfer musim panas lalu. Harapannya jelas, Sesko bisa menjadi mesin gol baru Setan Merah. Namun realita di lapangan jauh dari kata ideal.

Di bawah arahan Amorim, striker asal Slovenia itu belum mampu menunjukkan potensi terbaiknya. Dari 10 kali menjadi starter di Liga Inggris, Sesko hanya lima kali bermain penuh. Kontribusinya pun masih minim, baru dua gol yang berhasil ia sarangkan. Lebih parah lagi, sejak terakhir kali mencetak gol ke gawang Sunderland pada Oktober, Sesko tercatat puasa gol dalam sembilan laga beruntun.

Pemecatan Amorim dan Fakta di Balik Layar

Manchester United secara resmi mengumumkan pemberhentian Ruben Amorim pada 5 Januari 2026. Laporan media Inggris menyebutkan bahwa ada perbedaan visi dalam urusan penyerang utama. Disebutkan bahwa Sesko bukanlah sosok yang diinginkan Amorim untuk menggantikan peran Rasmus Hojlund di lini depan.

Amorim kabarnya lebih mengincar Ollie Watkins dari Aston Villa. Pelatih asal Portugal itu menginginkan striker yang sudah terbukti tajam di Premier League. Watkins dinilai memenuhi kriteria tersebut dengan catatan 82 gol dan 37 assist dari lebih 200 penampilan di liga, termasuk tujuh gol di musim berjalan. Sayangnya, keinginan itu tak pernah terwujud.

Dukungan Terakhir untuk Sesko

Meski bukan pilihan idealnya, Amorim tetap menunjukkan sikap profesional hingga akhir. Dalam konferensi pers terakhirnya sebagai manajer MU, usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, Amorim masih memberikan pembelaan kepada Sesko. Pada laga itu, Sesko sempat menyia-nyiakan dua peluang emas yang seharusnya bisa mengubah hasil pertandingan.

Amorim menilai bahwa karakter Sesko berbeda dengan Hojlund dan ia percaya sang pemain sebenarnya sudah bekerja dengan cara yang benar. Menurutnya, kritik akan selalu datang ketika seorang striker gagal memanfaatkan peluang. Amorim meyakini Sesko hanya membutuhkan satu gol saja untuk mengangkat beban mentalnya, dan setelah itu performanya bisa meningkat drastis.

Kini, tanpa Amorim di pinggir lapangan, masa depan Sesko di Manchester United kembali jadi tanda tanya besar. Apakah ia akhirnya bisa bangkit, atau justru tenggelam di tengah ekspektasi tinggi Old Trafford? Waktu yang akan menjawab.