Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Berita Bola

Sunderland Bangkit di Markas Everton, The Black Cats Menang Dramatis 3-1

Arenabetting – Sunderland akhirnya mengakhiri periode sulit mereka di Premier League dengan kemenangan meyakinkan atas Everton. Bermain di Hill Dickinson Stadium, The Black Cats tampil penuh karakter dan sukses membalikkan keadaan untuk menang 3-1. Hasil ini terasa sangat penting bagi Sunderland setelah sebelumnya gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir. Tekanan mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir, tetapi respons tim justru terlihat luar biasa saat menghadapi Everton. Pertandingan berjalan cukup ketat sejak menit awal. Everton sempat tampil lebih nyaman di babak pertama, namun Sunderland menunjukkan perubahan besar setelah turun minum dan berhasil mendominasi jalannya laga. Everton Sempat Unggul Lebih Dulu Tuan rumah membuka keunggulan menjelang akhir babak pertama. Merlin Rohl berhasil memanfaatkan situasi di depan gawang dan membawa Everton unggul pada menit ke-42. Gol tersebut membuat Sunderland terlihat kesulitan mengembangkan permainan sepanjang paruh pertama. Distribusi bola dari lini tengah beberapa kali gagal berjalan lancar karena tekanan Everton cukup agresif. Everton sebenarnya memiliki peluang untuk memperbesar keunggulan sebelum jeda. Namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap bertahan 1-0 hingga turun minum. Situasi itu membuat Sunderland harus mencari cara baru agar bisa kembali masuk ke dalam pertandingan pada babak kedua. Sunderland Tampil Lebih Berani Setelah Jeda Memasuki babak kedua, Sunderland langsung memperlihatkan perubahan pendekatan permainan. Intensitas serangan meningkat dan mereka mulai berani mengambil risiko lebih besar. Penguasaan bola Sunderland terlihat jauh lebih baik dibanding babak pertama. Aliran permainan dari lini tengah ke depan berjalan rapi dan membuat Everton mulai kehilangan kendali pertandingan. Efektivitas serangan The Black Cats menjadi pembeda utama dalam laga ini. Meski tidak menciptakan terlalu banyak peluang, Sunderland mampu tampil sangat klinis saat mendapatkan kesempatan. Gol penyeimbang akhirnya lahir lewat Brian Brobbey pada menit ke-58. Striker andalan Sunderland itu sukses memanfaatkan celah di pertahanan Everton dan membuat momentum pertandingan berubah total. Le Fée dan Isidor Lengkapi Comeback Setelah berhasil menyamakan kedudukan, kepercayaan diri Sunderland meningkat drastis. Everton mulai kehilangan ritme permainan dan kesulitan keluar dari tekanan lawan. Gol kedua Sunderland hadir pada menit ke-80 melalui aksi Enzo Le Fée. Pemain asal Prancis itu sukses menyelesaikan serangan cepat yang membuat tim tamu berbalik unggul 2-1. Everton mencoba merespons di sisa pertandingan, tetapi lini belakang Sunderland tampil cukup disiplin dalam menjaga keunggulan. The Toffees juga terlihat mulai frustrasi menghadapi organisasi permainan lawan. Wilson Isidor akhirnya memastikan kemenangan Sunderland lewat gol pada menit ke-90. Gol tersebut menutup malam sempurna The Black Cats di markas Everton. Regis Le Bris Puji Mentalitas Timnya Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, mengaku puas dengan reaksi para pemainnya setelah tertinggal di babak pertama. Ia menilai timnya berhasil menunjukkan keberanian dan karakter kuat di lapangan. Le Bris mengungkapkan bahwa Sunderland sengaja mengambil lebih banyak risiko setelah jeda pertandingan. Pergantian pemain juga dianggap memberi energi tambahan yang sangat membantu permainan tim. Menurutnya, kekuatan terbesar Sunderland saat ini adalah mentalitas ruang ganti yang solid. Meski terkadang emosional, karakter para pemain justru muncul ketika tim berada dalam tekanan. Kemenangan comeback ini menjadi sinyal positif bagi Sunderland untuk menutup musim dengan lebih baik. Setelah melewati periode sulit, The Black Cats kini kembali menemukan kepercayaan diri mereka di Premier League.

Sunderland Bangkit di Markas Everton, The Black Cats Menang Dramatis 3-1 Read More »

PSG Tersandung di Derbi Paris, Luis Enrique Langsung Nyalakan Alarm Jelang Final Liga Champions

Arenabetting – Paris Saint-Germain menutup musim Ligue 1 dengan hasil yang kurang meyakinkan setelah kalah dari Paris FC pada pekan terakhir kompetisi. Kekalahan itu memang tidak mengubah status PSG sebagai juara Liga Prancis, tetapi tetap memunculkan kekhawatiran menjelang final Liga Champions melawan Arsenal. Laga yang berlangsung di Stade Jean-Bouin menghadirkan kejutan besar. PSG sempat terlihat mengendalikan pertandingan setelah unggul lebih dulu, namun akhirnya gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan. Hasil tersebut langsung menjadi perhatian karena pertandingan itu merupakan laga kompetitif terakhir Les Parisiens sebelum tampil di partai final Eropa. Situasi itu membuat Luis Enrique tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap performa tim. PSG Kehilangan Intensitas Permainan PSG sebenarnya sempat berada di jalur kemenangan setelah Bradley Barcola mencetak gol pembuka pada awal babak kedua. Gol tersebut membuat tim tamu terlihat lebih percaya diri dalam mengontrol pertandingan. Namun situasi berubah drastis memasuki akhir laga. Paris FC mulai bermain lebih agresif dan mampu memanfaatkan penurunan tempo permainan PSG yang terlihat kehilangan fokus. Alimami Gory akhirnya menjadi mimpi buruk bagi juara Ligue 1 tersebut. Dua golnya pada menit ke-75 dan masa injury time memastikan kemenangan dramatis bagi Paris FC. Luis Enrique secara terbuka mengkritik performa timnya, terutama pada babak pertama. Ia merasa para pemain tampil tanpa intensitas dan kehilangan ambisi yang seharusnya tetap dijaga meski gelar juara sudah aman. Luis Enrique Tak Mau Cari Alasan Pelatih asal Spanyol itu mengakui pertandingan seperti ini memang sulit secara mental. Menurutnya, motivasi pemain sering menurun ketika posisi juara sudah dipastikan sebelum laga dimainkan. Meski begitu, Enrique tetap menolak menjadikan situasi tersebut sebagai alasan. Ia menilai pemain PSG harus tetap menjaga standar permainan karena mereka membela salah satu klub terbesar di Eropa. Baginya, profesionalisme bukan hanya soal memenangkan trofi, tetapi juga menjaga kualitas permainan di setiap pertandingan. Enrique merasa timnya gagal menunjukkan mentalitas tersebut saat menghadapi Paris FC. Nada kecewa Enrique terlihat jelas dalam komentarnya usai pertandingan. Ia menilai niat para pemain sebenarnya ada, tetapi tanpa intensitas yang cukup, permainan PSG kehilangan kualitas terbaiknya. Kekalahan yang Jadi Peringatan Sebelum Hadapi Arsenal Ini bukan kali pertama PSG dipermalukan Paris FC musim ini. Sebelumnya Les Parisiens juga tersingkir dari Piala Prancis usai kalah dari rival sekota mereka tersebut pada Januari lalu. Situasi itu membuat banyak pihak mulai menyoroti konsistensi PSG saat menghadapi pertandingan besar. Apalagi Arsenal sudah menunggu di final Liga Champions yang akan berlangsung di Budapest. Kekalahan ini otomatis menjadi alarm serius bagi Luis Enrique dan staf pelatih. Mereka harus segera menemukan kembali ritme permainan terbaik sebelum menghadapi laga paling penting musim ini. Arsenal sendiri sedang berada dalam performa yang cukup stabil. Karena itu PSG tidak punya banyak waktu untuk memperbaiki kelemahan yang terlihat jelas saat menghadapi Paris FC. Joao Neves Janji PSG Akan Bangkit Gelandang muda PSG, Joao Neves, memahami alasan kemarahan sang pelatih setelah pertandingan. Ia mengakui timnya tampil jauh dari standar yang biasanya mereka tunjukkan sepanjang musim. Neves menegaskan skuad PSG akan menjadikan kekalahan ini sebagai pelajaran penting. Menurutnya, kesalahan yang sama tidak boleh kembali muncul saat menghadapi Arsenal nanti. Pemain asal Portugal itu juga memastikan seluruh tim kini fokus penuh menatap final Liga Champions. Mereka ingin datang ke Budapest dengan kondisi terbaik dan mental yang lebih siap. Meski kalah di laga terakhir Ligue 1, PSG masih memiliki kesempatan menutup musim dengan pencapaian terbesar mereka. Final melawan Arsenal kini menjadi ujian sesungguhnya bagi proyek Luis Enrique bersama Les Parisiens.

PSG Tersandung di Derbi Paris, Luis Enrique Langsung Nyalakan Alarm Jelang Final Liga Champions Read More »

Barcelona Ukir Rekor Sempurna usai Sapu Bersih Kemenangan Kandang di LaLiga

Arenabetting – Barcelona menutup laga kandang terakhir musim LaLiga 2025/2026 dengan hasil manis setelah menaklukkan Real Betis. Blaugrana menang 3-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Camp Nou. Kemenangan itu terasa spesial karena membawa Barcelona mencetak rekor sempurna di kandang sepanjang musim liga. Tim asuhan Hansi Flick berhasil memenangi seluruh pertandingan kandang mereka di LaLiga musim ini. Catatan tersebut membuat Barcelona menjadi tim pertama dalam sejarah LaLiga yang mampu mencatat 100 persen kemenangan kandang sepanjang satu musim penuh. Rekor itu semakin menarik karena diraih di tiga stadion berbeda. Sepanjang musim, Blaugrana sempat memainkan laga kandang di Estadi Johan Cruyff, Estadi Olimpic Lluis Companys, dan akhirnya kembali ke Camp Nou pada akhir kompetisi. Camp Nou Jadi Penutup yang Sempurna Pertandingan melawan Real Betis berlangsung dengan atmosfer meriah. Para suporter memenuhi Camp Nou untuk merayakan laga kandang terakhir sekaligus musim luar biasa Barcelona. Raphinha menjadi salah satu bintang kemenangan lewat dua gol penting yang membuat Blaugrana mampu menjaga dominasi hingga laga berakhir. Meski menang cukup nyaman, Barcelona tetap mendapatkan perlawanan sengit dari Betis. Tim tamu beberapa kali mampu menciptakan ancaman yang membuat lini belakang Barca harus bekerja keras. Namun dukungan publik Camp Nou membuat Barcelona tetap tampil agresif sampai menit akhir pertandingan. Hansi Flick Soroti Peran Besar Suporter Hansi Flick mengaku sangat puas dengan mentalitas skuadnya musim ini. Menurutnya, hubungan kuat antara tim dan fans menjadi salah satu alasan utama Barcelona begitu tangguh di kandang. Pelatih asal Jerman itu merasa para suporter selalu mampu memberi energi tambahan ketika tim mengalami tekanan di lapangan. Atmosfer stadion dianggap membantu pemain menjaga intensitas permainan. Flick juga menilai laga melawan Real Betis tidak berjalan mudah. Blaugrana sempat kesulitan menghadapi permainan disiplin tim tamu. Meski begitu, kemampuan bertahan dan menjaga fokus membuat Barcelona akhirnya mampu mengamankan kemenangan penting tersebut. Menang di Tiga Stadion Berbeda Salah satu hal paling unik dari rekor Barcelona musim ini adalah lokasi pertandingan kandang mereka. Blaugrana tidak hanya bermain di satu stadion sepanjang kompetisi. Renovasi Camp Nou membuat Barcelona sempat menggunakan Estadi Olimpic Lluis Companys sebagai markas utama. Beberapa pertandingan lain juga dimainkan di Estadi Johan Cruyff. Meski terus berpindah venue, performa kandang Barcelona tetap sempurna. Situasi itu menunjukkan adaptasi skuad berjalan sangat baik sepanjang musim. Konsistensi tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan Barcelona bukan hanya soal stadion, tetapi juga mentalitas tim dan dukungan suporternya. Barcelona Tutup Musim dengan Dominasi Musim ini menjadi salah satu musim paling impresif bagi Blaugrana dalam beberapa tahun terakhir. Selain tampil tajam di lini depan, mereka juga sangat konsisten saat bermain di kandang. Lamine Yamal dan para pemain muda lainnya terus menunjukkan perkembangan pesat di bawah arahan Hansi Flick. Barcelona juga berhasil menjaga keseimbangan permainan antara lini serang dan pertahanan. Faktor itu membuat mereka sulit dihentikan ketika bermain di depan pendukung sendiri. Dengan rekor sempurna di kandang dan performa stabil sepanjang musim, Blaugrana kini menatap musim berikutnya dengan rasa percaya diri yang semakin tinggi.

Barcelona Ukir Rekor Sempurna usai Sapu Bersih Kemenangan Kandang di LaLiga Read More »

Bruno Fernandes Samai Rekor Assist Henry dan De Bruyne di Premier League

Arenabetting – Bruno Fernandes akhirnya sukses menyamai rekor assist terbanyak dalam satu musim Premier League. Gelandang Manchester United itu kini sejajar dengan dua legenda liga Inggris, Thierry Henry dan Kevin De Bruyne. Catatan bersejarah tersebut lahir saat MU mengalahkan Nottingham Forest dengan skor 3-2 di Old Trafford. Bruno menciptakan assist ke-20 musim ini lewat umpan silang mendatar yang berhasil diselesaikan Bryan Mbeumo pada menit ke-76. Tambahan satu assist membuat kapten Setan Merah resmi masuk daftar elite Premier League. Sebelumnya, rekor itu hanya dimiliki Henry pada musim 2002/2003 bersama Arsenal dan De Bruyne pada musim 2019/2020 bersama Manchester City. Meski angkanya sama, cara Bruno mencapai rekor tersebut ternyata cukup berbeda dibanding dua nama legendaris tadi. Distribusi Assist Bruno Lebih Beragam Data statistik menunjukkan Bruno tidak hanya mengandalkan permainan terbuka untuk menciptakan assist. Justru variasi kontribusinya menjadi hal yang paling menonjol musim ini. Dari total 20 assist yang dikoleksi, sepuluh lahir melalui open play. Sisanya datang dari situasi bola mati yang memang menjadi salah satu kekuatan utama Bruno Fernandes. Enam assist tercipta lewat sepak pojok, sementara empat lainnya berasal dari tendangan bebas. Angka itu memperlihatkan kualitas Bruno dalam membaca situasi dan mengirim umpan akurat dari berbagai kondisi permainan. Distribusi tersebut berbeda cukup jauh dibanding Henry maupun De Bruyne yang lebih dominan menghasilkan assist dari permainan terbuka. Henry dan De Bruyne Lebih Dominan dari Open Play Thierry Henry pada musim 2002/2003 mencatat 18 assist dari open play. Dua assist lainnya berasal dari sepak pojok dan tidak ada kontribusi dari tendangan bebas langsung. Sementara Kevin De Bruyne juga memiliki pola yang hampir serupa saat membuat 20 assist bersama Manchester City. Sebanyak 17 assist datang dari open play, dua dari sepak pojok, dan satu dari tendangan bebas. Hal itu membuat pencapaian Bruno terasa unik. Kreativitasnya muncul bukan hanya ketika permainan berjalan terbuka, tetapi juga saat Manchester United mendapatkan bola mati. Keunggulan tersebut membuat Bruno menjadi salah satu gelandang paling komplet di Premier League musim ini. Rekan Setim Ikut Membantu Bruno Cetak Rekor Bruno mengaku seluruh pemain MU sebenarnya sadar bahwa dirinya sedang mengejar rekor assist. Situasi itu membuat para pemain semakin antusias menyelesaikan peluang dari umpannya. Kapten asal Portugal tersebut merasa semua rekan setimnya mencoba membantu agar dirinya bisa mencapai angka 20 assist sebelum musim berakhir. Bruno bahkan mengaku ada beberapa momen saat melawan Nottingham Forest di mana dirinya mungkin lebih baik mengoper dibanding melepaskan tembakan sendiri. Meski senang berhasil menyamai rekor, Bruno menegaskan kemenangan tim tetap menjadi hal paling penting baginya. Sempat Dikira Pecahkan Rekor Lebih Cepat Sebelumnya Bruno sebenarnya sempat diyakini sudah mencapai assist ke-20 ketika MU menang 3-2 atas Liverpool pada awal Mei lalu. Saat itu sundulan Bruno diteruskan menjadi gol oleh Benjamin Sesko. Namun setelah ditinjau ulang, assist tersebut akhirnya tidak diakui oleh Opta. Penyebabnya karena kiper Liverpool, Freddie Woodman, sempat menyentuh bola sebelum mengarah ke Sesko. Situasi itu membuat Bruno harus menunggu lebih lama untuk menyamai rekor Premier League. Kini namanya resmi masuk dalam daftar pemilik assist terbanyak semusim bersama Thierry Henry dan Kevin De Bruyne, sebuah pencapaian besar untuk kapten Manchester United tersebut.

Bruno Fernandes Samai Rekor Assist Henry dan De Bruyne di Premier League Read More »

Rasmus Hojlund Resmi Tinggalkan Manchester United dan Permanen di Napoli

Arenabetting – Rasmus Højlund akhirnya resmi berpisah dengan Manchester United setelah klausul pembelian permanennya di Napoli aktif secara otomatis. Momen itu terjadi usai Napoli memastikan tiket Liga Champions musim depan. Napoli mengamankan posisi empat besar Serie A setelah menang telak 3-0 atas Pisa pada pekan ke-37. Dalam laga tersebut, Hojlund ikut menyumbang satu gol yang sekaligus terasa spesial bagi perjalanan kariernya. Keberhasilan lolos ke Liga Champions membuat klausul wajib beli dalam kontrak peminjamannya langsung berlaku. Dengan situasi itu, striker asal Denmark tersebut kini resmi menjadi pemain Napoli sepenuhnya. Musim panas lalu, Napoli merekrut Hojlund dari Manchester United dengan status pinjaman. Klub Italia itu membayar biaya peminjaman sebesar 6 juta euro serta menyepakati klausul pembelian permanen senilai 44 juta euro. Gol yang Jadi Simbol Perpisahan Hojlund mengaku golnya ke gawang Pisa terasa sangat emosional. Ia merasa momen itu bukan sekadar membantu Napoli menang, tetapi juga menjadi penanda perubahan besar dalam kariernya. Lewat media sosial, pemain berusia 23 tahun tersebut mengungkapkan bahwa dirinya kini resmi meninggalkan Manchester United. Meski begitu, ia mengaku selama satu musim terakhir sebenarnya sudah merasa menjadi bagian penuh dari Napoli. Perjalanan Hojlund di Italia memang perlahan berubah menjadi cerita kebangkitan. Setelah sempat kesulitan menemukan performa terbaik di Inggris, ia justru tampil lebih nyaman bersama Partenopei. Dukungan fans Napoli juga menjadi faktor penting. Hojlund merasa atmosfer yang diberikan suporter membuatnya kembali percaya diri dan menikmati sepak bola. Old Trafford Tetap Jadi Kenangan Besar Meski kini melanjutkan karier di Serie A, Hojlund tetap menyimpan rasa emosional terhadap Manchester United. Ia menganggap kesempatan bermain di Old Trafford sebagai mimpi masa kecil yang berhasil terwujud. Striker Denmark itu merasa bangga pernah mengenakan jersey merah Setan Merah. Baginya, pengalaman bermain di salah satu klub terbesar dunia akan selalu menjadi bagian penting dalam hidupnya. Hojlund juga menyampaikan rasa terima kasih kepada fans, pemain, dan staf MU yang selama ini mendukung perjalanannya. Ia merasa banyak pelajaran berharga yang diperoleh selama berada di Premier League. Ucapan perpisahan tersebut sekaligus menjadi penutup perjalanan singkatnya bersama The Red Devils sebelum membuka lembaran baru di Italia. Napoli Jadi Tempat Kebangkitan Hojlund Musim ini Hojlund tampil cukup impresif bersama Napoli. Ia berhasil mencetak 11 gol dan enam assist dari 32 pertandingan Serie A. Kontribusinya tidak berhenti di kompetisi domestik. Hojlund juga menyumbangkan tiga gol di Liga Champions serta satu gol di ajang Supercoppa Italiana. Produktivitas itu membuat Napoli yakin mempertahankannya secara permanen. Usianya yang masih muda juga dianggap cocok dengan proyek jangka panjang klub. Kehadiran Hojlund memberi warna baru bagi lini depan Napoli yang musim ini tampil agresif dalam persaingan papan atas Italia. Fokus Mengejar Mimpi Baru di Italia Setelah resmi menjadi pemain Napoli, Hojlund kini ingin fokus penuh menghadapi musim baru bersama klub asal Naples tersebut. Liga Champions menjadi target besar berikutnya. Napoli juga diperkirakan masih akan menjadikan Hojlund sebagai salah satu andalan utama di lini depan. Performa konsisten musim ini membuat posisinya semakin penting dalam skuad. Dengan kepercayaan diri yang kembali muncul, Hojlund berharap bisa terus berkembang di Serie A. Ia merasa Italia menjadi tempat yang tepat untuk menghidupkan kembali potensinya. Perjalanan baru itu kini resmi dimulai, sementara kisahnya bersama Manchester United tinggal menjadi kenangan penting dalam karier sang striker muda Denmark.

Rasmus Hojlund Resmi Tinggalkan Manchester United dan Permanen di Napoli Read More »

Inter Milan Berpotensi Tinggal Banyak Pemain Senior Usai Raih Double Winner

Arenabetting – Inter Milan baru saja menikmati momen manis setelah sukses mengamankan gelar Serie A dan Coppa Italia musim 2025/2026. Perayaan besar pun berlangsung meriah usai laga terakhir kontra Hellas Verona yang berakhir imbang 1-1. Skuad asuhan Cristian Chivu menerima trofi Serie A di hadapan ribuan suporter sebelum melakukan parade bus terbuka di Kota Milan. Atmosfer pesta terasa emosional karena beberapa pemain senior kemungkinan menjalani musim terakhir bersama Nerazzurri. Di balik keberhasilan itu, Inter kini mulai bersiap menghadapi perubahan besar dalam skuad. Sejumlah nama berpengalaman diperkirakan bakal meninggalkan Giuseppe Meazza pada bursa transfer musim panas nanti. Sommer dan Lini Belakang Senior Terancam Pergi Yann Sommer menjadi salah satu pemain yang masa depannya belum jelas. Kiper asal Swiss itu kontraknya habis pada akhir Juni dan hingga kini belum ada kepastian mengenai perpanjangan kerja sama. Sommer yang kini berusia 37 tahun tetap tampil cukup konsisten dalam tiga musim terakhir. Ia mencatat lebih dari seratus penampilan dan menjadi sosok penting saat Inter meraih banyak kemenangan. Selain Sommer, tiga bek senior juga berada dalam situasi serupa. Matteo Darmian, Francesco Acerbi, dan Stefan de Vrij sama-sama habis kontrak pada akhir musim ini. Beberapa laporan media Italia mengabarkan bahwa ketiganya kemungkinan tidak masuk rencana Inter untuk musim depan. Nerazzurri kabarnya ingin mulai memberi ruang lebih besar bagi pemain yang lebih muda. Mkhitaryan Masih Memikirkan Masa Depannya Henrikh Mkhitaryan juga belum memberikan keputusan pasti soal masa depannya. Gelandang veteran asal Armenia itu masih mempertimbangkan apakah akan melanjutkan karier atau memilih pensiun. Dalam wawancara selepas pertandingan, Mkhitaryan mengaku ingin berdiskusi lebih dulu dengan pihak klub sebelum mengambil keputusan akhir. Pemain berusia 37 tahun itu merasa perlu melakukan evaluasi setelah menjalani musim panjang bersama La Beneamata. Peran Mkhitaryan memang masih cukup penting di lini tengah Inter. Pengalamannya membantu menjaga keseimbangan permainan saat tim menghadapi laga-laga besar. Meski begitu, faktor usia membuat Inter mulai memikirkan regenerasi agar skuad tetap kompetitif dalam beberapa musim mendatang. Dumfries dan Frattesi Bisa Jadi Korban Berikutnya Selain para pemain senior, beberapa nama lain juga berpotensi hengkang dari Inter pada musim panas nanti. Denzel Dumfries dikabarkan menarik minat sejumlah klub Eropa. Bek sayap asal Belanda itu memiliki klausul pelepasan dalam kontraknya sehingga peluang transfer masih terbuka. Inter disebut siap melepas Dumfries jika ada tawaran yang sesuai. Situasi berbeda dialami Davide Frattesi. Gelandang Italia tersebut kesulitan mendapat menit bermain reguler sepanjang musim. Frattesi hanya beberapa kali tampil sebagai starter di Serie A. Kondisi itu membuat peluang hengkang semakin besar demi mendapatkan waktu bermain lebih banyak. Lautaro dan Barella Tetap Jadi Fondasi Tim Meski ada potensi perombakan skuad, sebagian besar kerangka utama Inter diperkirakan tetap bertahan musim depan. Lautaro Martínez masih akan menjadi pusat permainan di lini depan. Inter juga masih mengandalkan Marcus Thuram dan Francesco Pio Esposito untuk menjaga produktivitas serangan. Kombinasi ketiganya dianggap cocok dengan gaya permainan Cristian Chivu. Di sektor tengah, Nicolò Barella tetap menjadi motor utama permainan Nerazzurri. Petar Sucic dan Piotr Zieliński juga diperkirakan bertahan. Sementara itu, Hakan Çalhanoğlu yang sempat dikaitkan dengan Galatasaray kabarnya masih nyaman bertahan di Milan untuk musim depan.

Inter Milan Berpotensi Tinggal Banyak Pemain Senior Usai Raih Double Winner Read More »