Arenabetting – Catatan Liam Rosenior bersama Chelsea di Premier League memang masih kinclong. Sejak mengambil alih kursi pelatih, ia belum sekalipun merasakan kekalahan. Namun di balik rekor tak terkalahkan itu, ada sinyal kecil yang mulai bikin alis terangkat: dua laga terakhir berakhir imbang.
Setelah sebelumnya ditahan Leeds United 2-2, Chelsea kembali gagal mengamankan tiga poin saat bermain 1-1 kontra Burnley pada Sabtu (21/2/2026). Yang bikin makin terasa pahit, kedua hasil seri itu terjadi saat The Blues sudah sempat unggul lebih dulu.
Unggul Dulu, Lalu Kehilangan Momentum
Melawan Burnley di Stamford Bridge, Chelsea sebenarnya tampil cukup meyakinkan di awal laga. Mereka mampu mencetak gol pembuka dan terlihat mengontrol permainan. Namun situasi berubah setelah pertandingan memasuki fase akhir.
Burnley menyamakan skor pada menit 90+3 lewat skema sepak pojok. Gol di injury time itu jelas terasa seperti tamparan keras, apalagi terjadi di depan publik sendiri. Satu momen kurang fokus langsung berujung hilangnya dua poin penting.
Tren ini mengulang skenario saat melawan Leeds, di mana Chelsea juga gagal mempertahankan keunggulan. Artinya, masalahnya bukan sekadar kebetulan.
Set Piece Jadi Sorotan
Rosenior kabarnya tidak menutup-nutupi rasa kecewanya. Ia menilai timnya harus jauh lebih siap dalam menghadapi situasi bola mati, terutama ketika bermain dengan 10 orang. Pada laga kontra Burnley, Chelsea kehilangan satu pemain sejak menit ke-72 setelah Wesley Fofana menerima kartu kuning kedua.
Pelatih berusia muda itu mengisyaratkan bahwa dalam kondisi tertekan, konsentrasi seharusnya justru meningkat. Ia merasa tidak seharusnya pemain lawan yang dikenal kuat dalam duel udara bisa berdiri bebas di kotak penalti tanpa penjagaan ketat.
Dari pernyataannya, tersirat bahwa ia sedang mempelajari karakter skuadnya dengan cepat dan sudah punya gambaran soal apa yang perlu dibenahi.
Rekor Oke, Evaluasi Tetap Jalan
Empat kemenangan beruntun di awal masa kepemimpinannya sempat menghadirkan optimisme tinggi di kalangan suporter. Namun dua hasil seri beruntun jadi pengingat bahwa proses membangun tim tidak selalu mulus.
Secara klasemen, Chelsea memang masih bersaing di papan atas. Tapi jika ingin benar-benar konsisten dalam perburuan tiket Liga Champions atau bahkan gelar, detail kecil seperti bertahan saat unggul dan mengantisipasi bola mati wajib diperbaiki.
Rosenior masih punya modal besar berupa rekor tak terkalahkan. Tantangannya sekarang adalah mengubah dominasi permainan menjadi kemenangan yang benar-benar aman sampai peluit akhir berbunyi.


