Arenabetting – Kemenangan Manchester City atas Leeds United ternyata tidak hanya meninggalkan cerita soal tiga poin. Ada momen kurang menyenangkan yang terjadi di tribun Elland Road ketika beberapa pemain City sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Alih-alih menghormati momen tersebut, sebagian suporter tuan rumah justru melontarkan sorakan bernada ejekan. Hal ini membuat manajer Manchester City, Pep Guardiola, ikut angkat suara dan menyayangkan kejadian tersebut.
Jeda Buka Puasa di Tengah Pertandingan
Insiden ini terjadi ketika pertandingan Premier League memasuki menit ke-13. Saat itu laga sempat dihentikan sejenak oleh wasit agar beberapa pemain Manchester City yang sedang berpuasa bisa berbuka.
Praktik ini sebenarnya bukan hal baru di sepakbola Inggris. Dalam beberapa musim terakhir, kompetisi Premier League memang memberikan kesempatan singkat bagi pemain Muslim untuk membatalkan puasa ketika waktu berbuka tiba.
Beberapa pemain City yang menjalankan puasa Ramadan di antaranya Rayan Cherki, Rayan Ait-Nouri, Omar Marmoush, dan Abdukodir Khusanov.
Namun saat jeda tersebut berlangsung, sebagian suporter Leeds justru merespons dengan siulan dan sorakan yang terdengar seperti ejekan. Situasi itu membuat suasana stadion sempat terasa tegang.
Padahal informasi tentang jeda berbuka puasa sudah ditampilkan di layar stadion agar para penonton memahami alasan pertandingan dihentikan sementara.
Guardiola: Sepakbola Harus Menghormati Perbedaan
Pep Guardiola tidak menutupi rasa kecewanya setelah pertandingan. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa sepakbola seharusnya menjadi tempat yang menghargai perbedaan, termasuk soal keyakinan dan budaya.
Menurutnya, di era modern seperti sekarang, menghormati agama dan keberagaman adalah hal yang sangat penting.
Ia juga menjelaskan bahwa jeda singkat tersebut memang diperbolehkan oleh aturan kompetisi. Waktu yang diberikan pun hanya sebentar, biasanya sekitar satu atau dua menit saja.
Bagi Guardiola, hal kecil seperti ini seharusnya bisa dipahami oleh semua pihak karena tujuannya hanya memberi kesempatan pemain menjalankan ibadahnya.
Kritik dari Organisasi Anti-Diskriminasi
Reaksi negatif dari sebagian fans Leeds juga mendapat perhatian dari organisasi anti-diskriminasi sepakbola Inggris, Kick It Out.
Mereka mengecam tindakan ejekan tersebut dan menegaskan pentingnya menjaga suasana inklusif dalam dunia sepakbola.
Sepakbola, menurut mereka, harus menjadi ruang yang terbuka untuk semua orang tanpa memandang latar belakang agama, ras, atau budaya.
City Tetap Fokus dan Amankan Kemenangan
Terlepas dari kontroversi di tribun, Manchester City tetap mampu menjaga fokus di atas lapangan. Tim asuhan Guardiola akhirnya berhasil membawa pulang tiga poin dari Elland Road setelah menang tipis 1-0.
Hasil ini menjadi tambahan penting bagi City yang masih terus bersaing di papan atas Premier League musim ini.
Meski pertandingan diwarnai insiden yang kurang menyenangkan, Manchester City tetap menunjukkan profesionalisme dengan menyelesaikan laga dan meraih kemenangan yang mereka butuhkan.


