Arenabetting – Kemenangan meyakinkan diraih Manchester City saat menghadapi Fulham dalam lanjutan Premier League. The Citizens tampil dominan dan menutup pertandingan dengan skor 3-0, menunjukkan kualitas permainan yang kembali solid setelah beberapa laga sebelumnya berjalan naik turun.
Namun, di balik kemenangan tersebut, sorotan justru tertuju pada momen unik dari sang pelatih, Pep Guardiola, yang tanpa sengaja menyebut nama mantan bintang timnya, Kevin De Bruyne, saat konferensi pers. Momen itu memicu reaksi publik yang menilai Guardiola tampak merindukan sosok playmaker legendaris City tersebut.
City Tampil Dominan Sejak Babak Pertama
Manchester City langsung menekan sejak awal laga dan berhasil mencetak tiga gol semuanya di babak pertama. Gol-gol kemenangan lahir lewat kontribusi Semenyo, O’Reilly, serta striker andalan Erling Haaland.
Permainan cepat, kombinasi umpan pendek, serta dominasi penguasaan bola membuat Fulham kesulitan mengembangkan permainan. City terlihat kembali ke identitasnya sebagai tim yang mampu mengontrol ritme pertandingan dan menciptakan peluang secara konsisten.
Guardiola Puji Nunes, Tapi Malah Kepeleset
Dalam sesi konferensi pers usai laga, Guardiola memberikan pujian kepada Matheus Nunes yang tampil impresif di posisi bek sayap kanan. Ia mengisyaratkan bahwa Nunes memiliki kemampuan mobilitas tinggi serta visi umpan diagonal yang membantu tim membuka ruang.
Saat menjelaskan kontribusi pemainnya, Guardiola sempat menyebut nama Kevin sebelum langsung menyadari kekeliruannya dan memperbaiki ucapan. Ia kemudian melanjutkan penjelasan dengan memuji kemampuan Haaland menahan bola serta performa solid pemain lain di lini tengah.
Momen singkat tersebut langsung menjadi bahan perbincangan publik yang menilai bahwa Guardiola masih menyimpan kesan mendalam terhadap mantan gelandang kreatifnya.
Warisan Besar De Bruyne di Etihad
Kevin De Bruyne meninggalkan Manchester City pada musim panas 2025 dan melanjutkan karier di Napoli. Selama satu dekade di Etihad, ia dikenal sebagai jenderal lapangan tengah dengan kontribusi besar terhadap berbagai trofi klub.
Gelandang asal Belgia itu membantu City meraih banyak gelar domestik maupun Eropa, sekaligus membangun reputasi sebagai salah satu playmaker terbaik dalam sejarah Premier League. Kehadirannya memberikan standar tinggi bagi para penerus di lini tengah City.
Nunes Berpeluang Jadi Penerus
Meski kepeleset lidah Guardiola memicu nostalgia, fokus utama tetap tertuju pada perkembangan Matheus Nunes. Pemain Portugal tersebut sebenarnya berposisi asli gelandang, namun kini dipercaya mengisi peran bek sayap kanan demi kebutuhan taktik tim.
Performa apiknya melawan Fulham memperlihatkan adaptasi yang semakin matang. Dengan mobilitas tinggi, kemampuan membawa bola, serta kontribusi dalam proses gol, Nunes mulai menunjukkan potensi besar sebagai pemain serba bisa.
Kemenangan ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi Manchester City yang berusaha menjaga konsistensi di papan atas. Di sisi lain, momen Guardiola yang tanpa sengaja menyebut De Bruyne menegaskan bahwa warisan sang maestro masih terasa kuat di Etihad Stadium.


