Arenabetting – Erling Haaland gagal menunjukkan ketajamannya saat Manchester City tumbang 0-3 dari Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Laga di Santiago Bernabeu, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB itu menjadi malam yang sulit bagi sang striker.
Haaland dipercaya sebagai starter, namun tidak mampu memberikan kontribusi berarti. Ia bahkan gagal mencatatkan gol maupun assist sepanjang pertandingan.
Kekalahan ini membuat beban City semakin berat jelang leg kedua di Etihad Stadium. Mereka harus mengejar defisit tiga gol untuk menjaga peluang lolos.
Sorotan pun mengarah ke performa Haaland yang mulai menurun dalam beberapa waktu terakhir.
Minim Kontribusi di Laga Krusial
Penampilan Haaland di Bernabeu terbilang jauh dari harapan. Ia tidak mampu melepaskan satu pun tembakan selama berada di lapangan.
Dalam 82 menit bermain, Haaland hanya mencatatkan 10 sentuhan bola. Yang lebih mengejutkan, hanya satu sentuhan yang terjadi di dalam kotak penalti.
Statistik tersebut menunjukkan betapa sulitnya Haaland terlibat dalam permainan. Ia kesulitan mendapatkan suplai bola dari rekan setim.
Situasi ini membuat lini serang City terlihat tumpul sepanjang pertandingan.
Performa Menurun Sejak Akhir Tahun
Penurunan performa Haaland sebenarnya sudah terlihat sejak akhir Desember. Produktivitas golnya menurun drastis dibandingkan awal musim.
Sejak 25 Desember, ia hanya mencetak empat gol dari 17 pertandingan di semua kompetisi. Dua di antaranya bahkan berasal dari penalti.
Catatan tersebut cukup mengkhawatirkan untuk pemain dengan reputasi sebagai mesin gol. Biasanya, Haaland mampu mencetak lebih dari 30 gol dalam satu musim.
Meski total golnya musim ini masih cukup tinggi, sebagian besar kontribusi datang di awal musim.
Dampak pada Ambisi Manchester City
Menurunnya performa Haaland bisa berdampak besar bagi ambisi Manchester City. Mereka sedang berada di fase krusial musim ini.
City masih bersaing di berbagai kompetisi, termasuk target meraih banyak gelar. Namun, ketajaman lini depan menjadi kunci utama.
Jika Haaland tidak segera kembali ke performa terbaik, peluang City untuk meraih trofi bisa terancam.
Hal ini membuat peran Haaland semakin penting dalam beberapa pertandingan ke depan.
Kesempatan Bangkit di Laga Berikutnya
Haaland masih punya kesempatan untuk membuktikan dirinya. Laga berikutnya bisa menjadi momentum untuk kembali ke performa terbaik.
Manchester City dijadwalkan menghadapi West Ham United dalam waktu dekat. Pertandingan ini bisa menjadi ajang kebangkitan bagi sang striker.
Dengan kualitas yang dimiliki, Haaland diyakini mampu bangkit dari periode sulit ini. Ia hanya perlu menemukan kembali ritme permainannya.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Haaland merespons tekanan. Apakah ia bisa kembali tajam di momen penting?


