Arenabetting – Kemenangan telak Inter Milan atas Pisa diwarnai cerita yang tak biasa. Meski skor akhir menunjukkan dominasi mutlak, jalan pertandingan ternyata penuh lika-liku. Salah satu momen paling disorot datang dari blunder Yann Sommer yang sempat membuat Nerazzurri berada dalam posisi sulit di awal laga.
Awal Laga yang Mengejutkan di Giuseppe Meazza
Bermain di kandang sendiri, Inter Milan menjamu Pisa di Stadion Giuseppe Meazza pada Sabtu, 24 Januari 2026. Banyak yang memprediksi laga akan berjalan satu arah, namun kenyataan di lapangan justru berbeda. Dalam 23 menit awal, Inter sudah tertinggal dua gol akibat brace Stefano Moreno.
Gol pertama Pisa tercipta dengan cara yang mengejutkan. Yann Sommer mencoba keluar dari area gawang untuk membangun serangan dari belakang. Sayangnya, keputusan itu berujung petaka. Operan yang dilepaskannya terlalu tanggung, berhasil direbut oleh Moreno, lalu diselesaikan dengan tendangan jarak jauh sekitar 35 meter yang langsung bersarang ke gawang kosong.
Blunder Sommer dan Tanggung Jawab Pelatih
Kesalahan tersebut langsung memicu kritik terhadap Sommer. Penampilan kiper asal Swiss itu memang dianggap menurun sepanjang musim ini, dan momen ini seolah memperkuat anggapan tersebut. Namun, pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, justru mengambil sikap berbeda.
Chivu menegaskan bahwa kesalahan itu bukan sepenuhnya tanggung jawab Sommer. Ia mengakui bahwa instruksi bermain dari dirinya membuat sang kiper harus mengambil risiko tertentu. Menurut Chivu, terkadang tuntutan taktik yang ia berikan justru membuat Sommer berada dalam situasi sulit.
Pelatih Nerazzurri itu juga menilai gol kedua Pisa lahir dari situasi bola mati, yang semakin menekan timnya di awal pertandingan. Meski begitu, ia menekankan bahwa reaksi para pemain Inter setelah tertinggal patut diapresiasi.
Kebangkitan Inter dan Pesta Gol
Setelah sempat terkejut, Inter Milan perlahan bangkit dan menunjukkan kualitas sebenarnya. Intensitas permainan ditingkatkan, aliran bola menjadi lebih cepat, dan tekanan ke lini belakang Pisa terus dilakukan. Hasilnya, enam gol berhasil dicetak oleh enam pemain berbeda.
Piotr Zielinski membuka jalan kebangkitan, disusul Lautaro Martinez yang kembali menunjukkan perannya sebagai motor serangan. Nama Pio Esposito ikut mencatatkan gol, begitu juga Federico Dimarco, Ange-Yoan Bonny, dan Henrik Mkhitaryan. Variasi pencetak gol ini menjadi bukti kedalaman skuad Inter yang semakin matang.
Mentalitas Jadi Kunci Kemenangan
Chivu menilai kemenangan 6-2 ini sebagai bukti kuatnya mentalitas Inter Milan. Meski sempat tertinggal dua gol dengan cara yang menyakitkan, para pemain tetap tenang dan fokus pada rencana permainan. Tekanan yang konsisten, kualitas individu, serta kerja sama tim akhirnya membuat Inter mampu membalikkan keadaan dengan meyakinkan.
Laga ini mungkin akan terus dikenang karena blunder Sommer, namun bagi Inter, yang lebih penting adalah respons setelahnya. Nerazzurri menunjukkan bahwa mereka bukan hanya tim bertabur bintang, tetapi juga memiliki mental juara yang siap menghadapi situasi tersulit sekalipun.


