Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Inter Tersingkir! Chivu Akui Bodo/Glimt Lebih Bertenaga

Arenabetting – Inter Milan harus mengubur mimpi di Liga Champions musim ini setelah takluk dari Bodo/Glimt. Bermain di Giuseppe Meazza pada leg kedua playoff fase knockout, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB, Nerazzurri kalah 1-2 dan tersingkir dengan agregat telak 2-5.

Hasil ini jelas jadi pukulan keras. Apalagi musim lalu Inter masih melaju hingga partai final. Kali ini, langkah mereka terhenti bahkan sebelum fase gugur utama benar-benar dimulai.

Misi Comeback yang Tak Tuntas

Inter sebenarnya sudah berada dalam posisi sulit sejak leg pertama. Kekalahan 1-3 membuat mereka wajib tampil agresif di kandang sendiri. Sejak menit awal, tekanan langsung dilancarkan. Penguasaan bola dominan, peluang pun tercipta.

Namun sepak bola tak melulu soal statistik. Alih-alih memperkecil agregat, Inter justru kebobolan dua gol di babak kedua. Situasi itu membuat atmosfer stadion berubah drastis. Harapan comeback perlahan memudar.

Gol balasan yang tercipta tak cukup untuk mengubah keadaan. Agregat 2-5 memastikan wakil Italia tersebut angkat koper lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.

Chivu: Tim Sudah Habis-Habisan

Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengisyaratkan bahwa dirinya tidak ingin menyalahkan para pemain. Ia menilai skuadnya sudah mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki sepanjang pertandingan.

Menurutnya, Inter sudah mencoba membongkar pertahanan lawan dengan berbagai cara. Akan tetapi, ia melihat ada perbedaan energi yang cukup terasa, terutama setelah turun minum. Bodo/Glimt disebut tampil lebih segar dan mampu memanfaatkan momen dengan efektif.

Chivu juga mengungkapkan bahwa kekecewaan tentu besar karena timnya harus tersingkir dari kompetisi elite Eropa. Namun ia menilai lawan memang tampil sangat disiplin dan tahu persis apa yang harus dilakukan setelah unggul 3-1 di leg pertama.

Bodo/Glimt Tampil Rapi dan Efisien

Dari sisi permainan, Bodo/Glimt terlihat datang dengan rencana matang. Mereka tidak panik meski mendapat tekanan sepanjang laga. Transisi cepat dan organisasi pertahanan yang solid membuat Inter frustrasi.

Chivu memberi sinyal bahwa tim Norwegia tersebut layak melangkah ke babak berikutnya. Ia menilai lawan bermain rapi, efektif, dan mampu menjaga intensitas hingga akhir pertandingan.

Bagi Inter, kegagalan ini menjadi alarm serius. Setelah musim lalu menjadi finalis, ekspektasi publik jelas tinggi. Kini fokus harus dialihkan ke kompetisi domestik agar musim tidak berakhir tanpa pencapaian berarti.

Tersingkirnya Inter dari Liga Champions 2026 menegaskan bahwa konsistensi di level Eropa bukan perkara mudah. Dominasi permainan saja tidak cukup jika tak diimbangi ketajaman dan daya tahan fisik. Nerazzurri harus segera berbenah jika ingin kembali bersaing di panggung tertinggi musim depan.