Arenabetting – Langkah Inter Milan di Liga Champions mendadak jadi lebih terjal. Bertandang ke markas Bodo/Glimt, Nerazzurri harus pulang dengan kekalahan 1-3. Hasil ini jelas jadi tamparan, tapi Inter memilih untuk tidak sibuk mencari pembenaran atas hasil buruk tersebut.
Laga leg pertama playoff Liga Champions ini digelar di Aspmyra Stadium, Kamis dini hari WIB. Inter sempat mencoba mengontrol permainan, namun tuan rumah tampil lebih efektif dan memanfaatkan celah yang ada.
Bodo/Glimt Tampil Efisien, Inter Kena Hukuman
Dalam pertandingan itu, Inter harus kebobolan tiga kali lewat aksi Sondre Brunstad, Jens Petter Hauge, dan Kasper Hogh. Gol-gol tersebut lahir dari situasi transisi cepat yang beberapa kali gagal diantisipasi lini belakang Inter.
Nerazzurri sendiri hanya mampu membalas satu gol lewat Francesco Pio Esposito. Gol tersebut sempat memberi harapan, namun tidak cukup untuk membendung agresivitas Bodo/Glimt yang tampil percaya diri di hadapan pendukungnya.
Dengan skor ini, Inter kini dihadapkan pada misi berat. Mereka wajib menang dengan selisih minimal tiga gol di leg kedua jika ingin menjaga asa lolos ke babak 16 besar.
Rumput Sintetis dan Cuaca Dingin Bukan Alasan
Banyak pihak menyoroti kondisi lapangan Aspmyra yang menggunakan rumput sintetis. Selain itu, suhu dingin ekstrem di kota Bodo, yang berkisar antara minus satu hingga minus delapan derajat Celsius, juga disebut-sebut menyulitkan tim tamu.
Namun, Inter memilih sikap dewasa. Faktor lapangan dan cuaca tidak dijadikan tameng atas kekalahan ini. Tim menilai bahwa kondisi tersebut sudah diketahui sejak awal dan seharusnya bisa diantisipasi lebih baik.
Chivu Minta Tim Introspeksi, Bukan Salahkan Situasi
Pelatih Inter, Cristian Chivu, menegaskan bahwa timnya sudah berjuang maksimal sepanjang laga. Menurutnya, para pemain menunjukkan mentalitas yang tepat, namun beberapa momen kehilangan bola berujung fatal karena Bodo/Glimt sangat cepat dalam melakukan transisi menyerang.
Chivu juga menekankan bahwa tantangan seperti lapangan dan cuaca tidak boleh dijadikan alasan. Ia menilai kesalahan yang terjadi lebih ke detail permainan dan pengambilan keputusan di momen krusial. Karena itu, fokus utama tim saat ini adalah evaluasi dan perbaikan, bukan mencari pihak yang bisa disalahkan.
Masih Ada Kesempatan di Leg Kedua
Meski kalah cukup telak, peluang Inter belum sepenuhnya tertutup. Bermain di kandang sendiri pada leg kedua nanti, Nerazzurri masih punya kesempatan membalikkan keadaan. Syaratnya jelas: tampil lebih rapi, minim kesalahan, dan jauh lebih tajam di depan gawang.
Kekalahan di Norwegia bisa jadi alarm keras bagi Inter. Jika mampu merespons dengan tepat, laga ini justru bisa menjadi titik balik untuk bangkit dan menunjukkan karakter sesungguhnya di panggung Eropa.


